THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Chapter 87 Suatu Rencana



Han Seo Ri sedang termenung di depan komputernya ketika suara pintu dibuka dan masuklah seorang laki-laki muda membawa beberapa file di tangannya.


“Selamat pagi Nona.. Tuan Han memanggil anda ke ruangannya..” Ucap laki-laki muda itu, yang ternyata adalah sekretaris ayahnya.


Nona Han Seo Ri adalah anak perempuan satu-satunya pemilik perusahaan finansial, Han Korea Financial. Han Seo Ri nantinya akan mewarisi perusahaan milik ayahnya itu. Tapi sayang selama 10 tahun ini waktunya dia habiskan di Jepang untuk mengubah dirinya menjadi sosok Han Seo Ri yang baru untuk seorang pria yang sangat dia cintai ketika di bangku kuliah. Namun ketika dia kembali dari Jepang, kabar pahit harus dia dengar. Pria yang menjadi tujuan utama dia mengubah dirinya ternyata telah memiliki keluarga. Hari-hari dia habiskan untuk berdiam diri di rumah, mengunci diri.


Tiba-tiba hari ini pucuk dicinta ulampun tiba.


“Ada apa?” Han Seo Ri menjawab malas.


“Tuan Han ingin meminta pendapat anda tentang proposal dari Kangin Grup yang ingin bekerjasama dengan Han Financial.. saya dengar bahwa ini permintaan pribadi dari CEOnya, Tuan Kang In Joo..”


Bak disambar petir, ketika nama Kang In Joo disebut oleh sekretaris ayahnya, hati Han Seo Ri seakan terbang bersama bintang-bintang.


“Dia temanku. Bilang pada ayah jangan sampai dia menolak proposal itu, atau dia akan melihat aku mati..” Ucapnya “Dan satu lagi.. pastikan kerjasama itu aku yang menangani..” Titah Nona Han.


“Baik Nona..” Jawab sekretaris itu kemudian melangkah pergi.


Kang In Joo, ya pria itulah yang selama 10 tahun ini dicintai Han Seo Ri. Siang malam dirinya menahan sakit, keluar masuk ruang operasi demi mengubah dirinya menjadi perempuan cantik yang sesuai dengan tipe ideal Kang In Joo. Han Seo Ri masih sangat ingat ketika dulu dia kuliah, dia dan Kang In Joo satu kelas. Pria itu selalu dikelilingi wanita cantik, dan Han Seo Ri pernah mendengar sendiri jika Kang In Joo menyukai tipe wanita yang cantik dan sexy. Hal itulah yang menjadi penyebab dia harus menghabiskan waktu di Jepang dalam rangka operasi plastik. Han Seo Ri yang dulu adalah gadis pemalu, pendiam, dan bukan tipe Kang In Joo.


Mendengar jika perusahaan Kang In Joo membutuhkan bantuan dari perusahaan ayahnya, muncul ide gila di otak Han Seo Ri untuk mendapatkan Kang In Joo melalui kerjasama ini.


-----


Mata Han Seo Ri berbinar kala menangkap sosok pria yang selama ini dia cintai diam-diam. Pria itu terlihat mencari seseorang. Harusnya yang pria itu cari adalah dia, mungkin karena dia sekarang banyak berubah, pria itu mungkin tidak mengenalinya.


“Joo..” Han Seo Ri memanggil Kang In Joo dengan suara yang sangat lembut. Dia ingin memberikan kesan yang baik di pertemuan pertamanya setelah 10 tahun.


“Seo Ri..” Kang In Joo menoleh kemudian sedikit ragu berjalan meunju wanita yang memanggilnya. “Lama


tak bertemu.. bagaimana kabarmu?” Kang In Joo menjabat tangan teman lamanya sewaktu S1.


“Luar biasa.. kamu telah berubah banyak teman.. terakhir kita bertemu mungkin 10 tahun yang lalu ya..” Kang In Joo bernostalgia masa-masa kuliahnya dulu. Yang Kang In Joo ingat, Seo Ri dulu adalah gadis pemalu dan pendiam, tapi sekarang setelah 10 tahun, mata Kang In Joo sampai menyipit karena tidak bisa mengenali Seo Ri, pasalnya wanita itu sekarang berubah menjadi wanita dewasa yang sangat cantik dan tubuh yang seksi.


Han Seo Ri tersipu malu. Jantungnya hampir saja meledak ketika dia berhadapan dengan Kang In Joo.


“Iya sedikit..” Ucap Han Seo Ri sedikit gugup.


Kang In Joo tersenyum lebar. Celakanya, senyum Kang In Joo itu membuat Han Seo Ri terpana, cintanya semakin menggebu tak terbendung. Hasrat memiliki pria itu meningkat tajam.


“Oh iya.. kemarin PD Han menyuruhku untuk menemui kamu..” Ucap Kang In Joo. “Apa syaratnya? PD Han menyuruhku bertanya padamu..” Lanjut Kang In Joo.


“Jadikan aku istrimu....”Han Seo Ri tidak bisa menahan keinginannya itu. Awalnya dia ragu, tapi itulah yang dia inginkan. Dia akan berusaha untuk mewujudkan keinginannya apapun caranya.


“Apa?” Kang In Joo terbelalak. "Apa maksudmu?" Kang In Joo menuntut penjelasan.


 


 


Bersambung....