
Kang In Joo putus asa, wajahnya pucat pasih. Kakinya mondar-mandir tak tentu arah. Kang In Joo mencoba menghubungi ponsel Aluna tapi tidak bisa, ponselnya tidak aktif.
“Sayang kamu dimana?” Gumam Kang In Joo “Jangan tinggalkan aku..” Tiba-tiba dia mengingat sesuatu. Mungkin saja Aluna sedang berada di kafe temannya. Bergegas Kang In Joo melajukan mobilnya menuju Nam Kafe.
Klang!
Kang In Joo membuka pintu kafe dengan kasar, langkah kakinya melebar menuju meja kasir.
“Apa Aluna ada disini Nona Nam?” Tanya Kang In Joo to the point pada Ye Na
Ye Na menatap nanar Kang In Joo.
“Tidak.. Aluna semalam menelpon jika dia ada urusan jadi dia tidak datang hari ini.. kenapa anda mencarinya Tuan Kang? Bukankah anda sudah bahagia dengan wanitamu itu?” Jawab Aluna sinis. Dia benar-benar muak dengan Kang In Joo. Jika saja Aluna tidak mencintai laki-laki ini, mungkin Ye Na sudah mematahkan tangan dan kakinya.
“Saya tanya sekali lagi Nona Nam.. apa anda tahu dimana istri saya sekarang?!” Ucap Kang In Joo berteriak.
Sontak saja beberapa pengunjung Nam Kafe menoleh kearah sumber suara.
Ye Na tak bergeming. Tidak ada rasa takut sama sekali dari dirinya.
“Kalau aku tahu dia dimana, aku juga tidak akan memberitahumu Tuan Kang.. anda lelaki brengsek.. bukankah Nona Hong itu sedang mengandung anakmu? Lalu kenapa kamu masih mencari Aluna?” Ucap Ye Na tepat sasaran. Sebenarnya Ye Na berkata jujur, dia tidak tahu Aluna ada dimana. Tapi Ye Na harus menguasai dirinya, tidak mungkin dia ikut panik seperti Kang In Joo.
“Jika aku tahu dimana dia, aku tidak mungkin datang kemari Nona Nam.. aku sungguh sudah mencarinya kemana-mana, telponnya tidak aktif. Aku tidak tahu dia dimana.. yang aku tahu kamu lah temannya..” Suara Kang In Joo merendah. Dia putus asa. Istrinya menghilang. Dia hancur.
“Apa maksudmu Tuan Kang? Aluna menghilang?!” Tanya Ye Na panik.
Kang In Joo mengangguk lemah, tidak sanggup lagi mulutnya berucap.
“Kamu menyakiti hatinya Tuan Kang.. Aluna sangat mencintaimu tapi kamu menghianatinya.. aku tidak berhak ikut campur urusan kalian.. aku jujur tidak tahu dia dimana.. jika kamu sungguh mencintainya, carilah dia..” Jelas Ye Na dengan suara serak. Dia hampir menangis. Temannya itu menghilang entah dimana.
“Aku tidak sengaja melakukannya Nona Nam.. itu adalah penyesalan terbesarku.. terimakasih.. aku akan segera menemukannya dan membawanya pulang lagi..”
-----
Alexander Seoul Hospital
Mobil Kang In Joo kembali melaju di jalanan kota Seoul. Setalah dia mencari Aluna di Kafe Nam, kini Kang In Joo melajukan mobilnya ke rumah sakit milik Louis, mungkin saja Aluna kesana. Walaupun kemungkinannya kecil, tapi Kang In Joo tetap ingin mencoba.
“Joo.. ada perlu apa kemari?” Louis mencoba basa-basi. Matanya menatap sinis pada temannya. Penampilan Kang In Joo sedikit berantakan.
“Apa Aluna mencarimu? Atau dia ada datang kemari?” Tanya Kang In Joo memelas.
“Untuk apa Joo istrimu mencariku.. bukankah kamu suaminya? Harusnya yang lebih tahu itu kamu.. bukan aku..” Jawab Louis singkat.
“Dia meninggalkanku..” Ucap Kang In Joo menundukkan kepalanya.
“Kamu pantas mendapatkannya Joo..”
Mendengar ucapan Louis Kang In Joo sontak saja mendongak.
“Aku tahu hubunganmu dengan Moo Ne, aku tidak akan memberitahumu darimana aku tahu.. aku juga tidak akan memberitahumu sesuatu yang nantinya akan kamu sesali Joo.. kamu pantas mendapatkannya..” Tutur Louis menatap lurus temannya.
“Semuanya salahku Lou.. aku sungguh tidak tahu jika akan seperti ini.. itu karena aku mabuk, dan aku tidak ingat apa-apa.. harusnya malam itu aku tidak datang ke Cloud Nine..”
“Cloud Nine? Maksudmu?”
“Pagi itu aku bertengkar dengan Aluna, aku hanya ingin memberi Aluna hukuman kecil dengan pulang telat. Aku mampir ke Cloud Nine, aku tidak ingat apa-apa. Ketika aku bangun aku sudah ada di apertement Moo Ne...” Aku Kang In Joo.
Mendengar nama Cloud Nine disebut, Louis menyipitkan matanya.
“Kamu membuat kesalahan besar Joo.. Nico adalah orang yang penuh dengan tipu muslihat.. kamu sedang terjebak sekarang.. carilah istrimu.. aku akan membantumu sedikit..”
“Thanks Lou.. kamu adalah teman yang bisa aku andalkan..”
Louis menepuk pelan bahu Kang In Joo, temannya itu terlihat sangat kacau. Inilah alasan Louis tidak mau berhubungan dengan wanita. Louis tidak mau dirinya menjadi budak cinta seperti temannya Kang In Joo, kacau. Tapi wanita yang bernama Nam Ye Na itu akhir-akhir ini telah menarik perhatiannya.
Tangan Kang In Joo meraih ponsel di saku celananya..
“Baek.. cepat cari Aluna.. kalau perlu kalian pergi ke Indonesia atau kemana untuk mencarinya.. temukan segera istriku.. aku mengandalkamu..” Titah Kang In Joo pada dua asistennya lewat telpon.
Bersambung...