THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Chapter 94 Epilog



Sudah sejauh ini kamu memberikan hidupmu untukku, denganmu aku bisa belajar untuk berusaha menjadi istri yang baik. Tanpa bimbinganmu mungkin aku tidak akan sampai sejauh ini.


Aluna_


Aku pernah bimbang karena harus menikahimu, tapi setelah terjadi aku merasa beruntung karena sudah memilih kamu yang benar-benar memberikan kesempurnaan dalam menjalani kehidupan.


Joo_


***


Kang In Joo berlari tergesa-gesa setelah mendapat telpon jika istrinya akan melahirkan. Baru setengah jam yang lalu Kang In Joo memimpin rapat tahunan dengan dewan direksi Kangin Grup. Tapi tiba-tiba saja bisikan dari sekretaris Yang di telinganya membuat matanya membulat dan tubuhnya berdiri tegak. Ketika sedang rapat atau meeting Kang In Joo punya prinsip tidak akan mengaktifkan ponselnya.


Langkah Kang In Joo melebar ketika memasuki lobi Alexander Hospital, diikuti sekretaris Yang, asisten Oh Baek dan Oh Soo, empat pentolan Kangin Grup.


“Ibu bagaimana kondisi istriku?” Tanya Kang In Joo mendekati ibunya yang tengah duduk di kursi tunggu ruang bersalin.


Selain Nyonya Jung, ada juga bibi Yoon yang sedang memangku Ryu.


“Luna baik-baik saja.. baru beberapa menit yang lalu masuk ruangan.. tenanglah sayang..” Jawab Nyonya Jung menenangkan Kang In Joo. Nyonya Jung tahu betul jika Kang In Joo pasti akan panik, mengingat peristiwa kelahiran Ryu dulu di Jepang.


“Louis ada di dalam kan bu?” Kang In Joo kembali bertanya dengan raut wajah panik.


“Ya dr. Louis tadi langsung datang setelah menerima telpon..” Jawab Nyonya Jung.


“Setidaknya aku sedikit tenang jika Louis ada di dalam..” Ucap Kang In Joo duduk disebalah Nyonya Jung. Matanya menatap Ryu yang tengah tertidur di pangkuan bibi Yoon.


Tak berap lama kemudian, pintu ruang bersalin terbuka. Keluarlah dr Louis dengan menggendong seorang bayi kecil.


“Louis..” Ucap Kang In Joo sontak berdiri. Dia tidak mendengar suara tangisan bayi, tapi tiba-tiba Louis keluar dengan membawa bayi kecil.


“Selamat Joo.. anak keduamu perempuan.. cantik sekali seperti Aluna..” Jelas Louis berjalan mendekati Kang In Joo yang diam mematung.


Perlahan Kang In Joo mendekati Louis. Memandang wajah anaknya. Benar kata Louis, wajah anak keduanya ini mirip sekali dengan istrinya.


“Aku tidak mendengar dia menangis Lou?” Tanya Kang In Joo sedikit penasaran.


“Dia menangis hanya sebentar, setelah menyusu Aluna. Anakmu langsung tertidur..”


Kang In Joo masih memandang wajah anak keduanya. Sekarang dia telah menjadi ayah dengan dua anak. Itu tandanya dia harus bekerja ekstra, karena ada tiga orang yang harus dia tanggung.


“Syukurlah.. bagaimana keadaan Aluna?”


“Thanks Lou.. kamu banyak membantuku..”


“Itulah teman Joo.. kalian juga sudah banyak membantuku mendapatkan Ye Na..”


-----


Aluna sedang menyusui anaknya ditemani oleh Kang In Joo dan Ryu yang sedang asik menonton video di sofa ruang rawatnya. Anak keduanya ini sama persis dengan Ryu, sangat rakus ketika Aluna memberikan ASI nya.


“Oppa.. aku masih memikirkan nama anak kita.. oppa ada ide?” Celetuk Aluna.


“Aku terserah kamu sayang..” Jawab Kang In Joo tanpa menoleh sama sekali pada Aluna. Dia tengah asyik menonton video dari ponselnya bersama Ryu.


“Boleh aku beri nama orang Indonensia?” Ucap Aluna. Dirinya sedikit jengkel dengan Kang In Joo, pasalnya suaminya itu menjawab tanpa menoleh padanya sama sekali. Komunikasi apa-apan ini.


“Tidak boleh..” Kang In Joo sontak menghentikan aktivitasnya. Kakinya berjalan mendekati Aluna dengan menggendong Ryu.


“Kenapa? Anak ini kan juga berhak atas nama orang Indonesia. Ibunya kan punya darah Indonesia..” Jelas Aluna.


“Tapi dia juga anakku sayang.. anak perempuan CEO Kangin Grup..” Kang In Joo tidak mau kalah. Dulu ketika perdebatan nama Ryu, Kang In Joo sudah mengalah banyak. Tapi untuk nama anak keduanya ini, Kang In Joo siap


berperang.


“Yahhh...” Aluna membuang nafas kasar. Bibirnya cemberut. Padahal dia ingin memberikan anak keduanya dengan nama orang Indonesia seperti dirinya.


“Sayang jangan cemberut..” Kang In Joo gemas melihat bibir Aluna yang manyun, tangannya mencubit pelan pipi Aluna. “Bagaimana kalau Kang In Ji? Sama seperti namamu sayang.. Aluna, Luna artinya bulan. Kalau dalam bahasa Korea, Ji itu artinya bulan.. kalian adalah dua bulan di hidupku..” Tutur Kang In Joo.


Aluna mengangguk-angguk pelan. Bagus juga nama yang ditawarkan Kang In Joo. Arti nama anaknya sama dengan namanya, not bad.


“Ok aku setuju..” Aluna tersenyum simpul. “Aku akan memanggilnya Jiya..” Lanjutnya.


“Ryu dan Jiya.. lengkapi hidup ayah dan ibu ya.. kalian adalah pelita hidup kami.. dan kamu sayang.. jadilah ibu dari anak-anak ku ini sampai maut memisahkan kita..” Ucap Kang In Joo memeluk Aluna dan kedua anaknya.


“Aku janji oppa.. sampai maut memisahkan kita..”


END.


Terimakasih banyak telah membaca. Mohon maaf jika typo. Sampai berjumpa lagi ^-^