
PART : SEMOGA TIDAK BERTEMU LAGI
“Mari kita lakukan apa yang kamu inginkan sayang.. aku juga selalu penasaran dengan hal seperti ini...”
Bruk
Ryu menjatuhkan tubuh mereka berdua di atas kasur. Tangannya mengunci kedua tangan Ah Reum, kemudian tangan satunya meraba punggung Ah Reum dan menarik turun resleting gaun yang digunakan gadis itu.
“Siapa namamu? Kamu kenal aku?” Tanya Ryu.
Gadis itu tidak menjawab malah memilih menangis.
Ryu tersenyum sinis. Gadis didepannya ini pintar sekali berpura-pura. Setelah diam-diam mambuka kancing bajunya, gadis itu sangat berani, namun saat Ryu memojokkannya dia malah menangis. “Kamu memang pintar bersandiwara sayang.. benar-benar nakal.. kamu harus merasa bangga karena mendapatkanku untuk pertama kalinya..” Suara Ryu meninggi. Dengan sekali tarikan, dia berhasil melepas gaun yang Ah Reum kenakan.
“Jangan!” Teriak Ah Reum. Tubuhnya yang tanpa busana saat ini membuatnya hancur. Ini adalah pertama kalinya untuk Ah Reum, dia hanya bisa menangis. Baru kali ini dia merasakan kekalahan yang menyakitkan sekali.
Kejadian itu terjadi begitu cepat. Ah Reum tak bisa melepaskan diri dari cengkeraman Ryu. Dalam waktu singkat, dia telah kehilangan harga dirinya. Hanya air mata yang menemani setiap rasa sakit yang dirasakan Ah Reum.
Ryu terkejut melihat darah yang mengotori sprei putih.
"Pengalaman pertama?" Ryu mengangkat sebelah alisnya. Dia tak menyangka sama sekali jika lawannya sama dengannya. Ryu kira wanita itu akan lebih profesional dibanding dia.
Shin Ah Reum sadar, jika rasa sakit yang dia rasakan adalah kehancuran hidupnya. Mahkota yang dia jaga selama ini direnggut oleh pria yang tidak dia kenal. Rasa sakit yang dia rasakan saat ini tidak sebanding dengan rasa sakit hatinya. Air mata yang tadi sudah mengering kini mengalir lagi dengan begitu derasnya. Hati dan tubuhnya hancur berkeping-keping.
“Bagus.. berarti ini adalah pengalaman kita yang pertama sayang.. ingat ini, dan jangan pernah lupakan..” Ucap Ryu dengan senyum khasnya. Merasa sebagai pemenang karena lawannya tak berdaya. Malam ini malam paling indah untuk Ryu.
Mereka berdua tidur dengan kulit yang saling menempel. Berpelukan erat, dan tertidur pulas seperti bayi.
-----
“Kakak...” Ah Reum melihat kakaknya sedang menunggunya di teras rumah. Dari kejauhan Ah Reum melihat kakaknya sedang gelisah menunggunya pulang.
“Ah Reuma... kamu kemana saja?” Tanya Ah Jung yang melihat adiknya berjalan masuk pekarangan rumah.
“Kakak menungguku?” Ah Reum mendekati kakaknya, kemudian dia memeluknya. Ah Reum tidak menangis sama sekali, dia tidak mungkin menceritakan kepada kakaknya kenapa dia tidak pulang semalam, ataupun cerita tentang keperawanannya yang hilang. Ah Reum pun mencoba tegar, dia tidak menangis.
“Aku tidur di tempat Ahn Ki kak.. pesta selesai malam. Aku tidak ingin membangunkan kakak..” Jelas Ah Reum membohongi kakaknya.
“Kenapa tidak menelpon kakak?”
“Maaf kak.. aku terlalu menikmati pestanya.. kakak tidak marah kan?”
“Tidak.. yang penting kamu baik-baik saja.. yuk masuk.. mandilah.. kakak siapkan sarapan..” Tutur Ah Jung menggandeng tangan adiknya masuk kedalam rumah.
Ah Reum diam saja mengikuti langkah kakaknya. Pikirannya melayang kemana saja. Salah satunya adalah ketika dia membuka matanya pagi tadi di atas ranjang dengan keadaan telanjang bulat dan tubuhnya di dalam pria asing yang tidak dia kenal.
“Semoga kita tidak pernah bertemu lagi...” Gumam Ah Reum dalam hati.
*****