THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Chapter 59 Melepaskan



Aluna sudah boleh pulang. Louis mengatakan jika dia harus menjaga kondisi tubuhnya, karena kehamilan usia muda sangat rentan keguguran. Aluna mengangguk mendengarkan penjelasan dr. Louis. Louis juga memberikan beberapa vitamin untuk menguatkan daya tahan tubuh Aluna.


Nam Ye Na mengantar Aluna pulang, dia sangat khawatir dengan keadaan temannya yang lemah. Wajah Aluna juga tampak pucat, disepanjang jalan Aluna terus saja menangis. Ye Na sudah kehabisan ide untuk membuat Aluna berhenti menangis. Setelah memastikan Aluna baik-baik saja dirumah, Ye Na segera pamit. Dia tidak ingin Kang In Joo sampai tahu, Ye Na sungguh malas bertemu laki-laki itu.


-----


Tubuh Aluna tergeletak lemah di atas kasur, dia benar-benar tidak punya tenaga. Beberapa kali dia juga muntah, obat yang Louis kasih sudah dia minum, obat itu sangat efektif menguransi mual Aluna.


“Sayang.. kamu kenapa?” Tiba-tiba suara yang Aluna kenal masuk ke dalam kamar. Mata Aluna melirik, ya benar itu adalah suaminya, Kang In Joo.


Aluna hanya diam sambil menatap Kang In Joo mendekatinya. Suaminya itu sudah pulang kerja.


“Wajahmu pucat sekali..” Ucap Kang In Joo mendekati Aluna.


“Aku tidak apa-apa..” Suara Aluna pelan sekali.


“Jangan buat aku khawatir sayang.. ayo kita kerumah sakit.. atau aku telpon Louis untuk kesini?” Wajah Kang In Joo terlihat panik. Dia paling tidak suka melihat Aluna yang lemah tak berdaya.


“Tidak perlu, aku hanya lelah.. aku istirahat sebentar pasti sembuh..” Jawab Aluna bangun dari tidurnya “Oppa.. aku merindukanmu..” Lanjut Aluna memeluk Kang In Joo


Kang In Joo membalas pelukan Aluna, tangannya mengelus pelan kepala Aluna.


“Aku juga merindukanmu sayang...”


“Oppa.. aku ingin sesuatu..” Aluna melepaskan pelukannya.


“Apa sayang? Asal kamu tidak minta aku meninggalkanmu, aku akan penuhi semua permintaanmu..”


Aluna terkesiap mendengar ucapan Kang In Joo. Hatinya berdesir.


“Aku ingin itu....” Aluna berbisik ke telinga Kang In Joo


“Sayang kamu nakal ya..” Kang In Joo tekekeh mendengar permintaan Aluna.


“Kamu yang mengajariku dulu..”


“Iya kah?” Kang In Joo tersenyum melihat tingkah malunya Aluna.


Tangan Kang In Joo menarik leher Aluna mendekat, bibirnya mencium lembut bibir Aluna. Aluna memejamkan matanya, yang dia inginkan sekarang adalah menikmati cinta Kang In Joo untuk terakhir kalinya.


Tubuh Kang In Joo menindih tubuh Aluna, memaju mundurkan kejantanannya. Dia sempat terjekut dengan keinginan Aluna, yaitu making love atau bercinta. Tentu saja Kang In Joo langsung menyanggupinya, baru pertama


“Sayang kamu sungguh menggodaku hari ini..” Bisik Kang In Joo ditengah-tengah penetrasinya.


Aluna tidak menjawab, air matanya meleleh. Dia tidak tahu harus bahagia atau bersedih. Tangannya memeluk erat tubuh Kang In Joo. Dia ingin merasakan kenikmatan ini untuk terakhir kalinya.


-----


Aluna memasak sarapan pagi, sup ayam dan omelet telur. Air matanya tidak mau berhenti mengalir sejak dia bangun tadi. Melihat wajah Kang In Joo yang tertidur pulas di sampingnya hati Aluna terasa pilu, dia tidak sanggup meninggalkan laki-laki yang dia cintai.


Sarapan pagi ini mungkin adalah sarapan pagi terakhir yang ia buat untuk Kang In Joo, besok segalanya akan berubah. Bukan dia lagi yang akan membuat sarapan untuk Kang In Joo tapi orang lain, hatinya sungguh tidak rela. Tapi tidak ada yang bisa dia lakukan, dia harus mengembalikan posisinya sebagai istri Kang In Joo kepada orang yang dari awal dicintai suaminya.


“Oppa.. biar aku bantu memakai dasi..” Tidak biasanya Aluna membantu Kang In Joo memakai dasi. Bisanya Kang In Joo sudah rapi ketika duduk di meja makan. Tapi hari ini berbeda, Aluna mendekati Kang In Joo yang tengah memakai baju kerja.


“Boleh sayang..” Kang In Joo mendekatkan dirinya ke Aluna.


Tangan Aluna cekatan dalam memakaikan dasi untuk Kang In Joo.


“Sudah..”


“Terimakasih sayang...” Ucap Kang In Joo seraya mengecup pipi Aluna.


“Oppa.. aku mencintaimu..” Tiba-tiba saja Aluna ingin memeluk Kang In Joo.


“Aku juga sayang..” Kang In Joo membalas pelukan Aluna.


Setelah sarapan Kang In Joo segera keluar apartement untuk berangkat ke kantor. Tidak biasanya juga Aluna mengantar suaminya berangkat kerja. Hatinya sungguh berat melepas pergi suaminya. Tapi Aluna berusaha tersenyum mengantar Kang In Joo sampai di parkiran.


“Sampai bertemu lagi oppa.. aku mencintaimu..” Ucap lirih Aluna.


“Sampai bertemu nanti sore sayang..” Kang In Joo melambaikan tangannya.


Sepeninggal mobil Kang In Joo, Aluna kembali ke dalam apartementnya. Langkahnya pasti menuju kamar lamanya, mengambil amplop coklat yang ia simpan ditumpukan bajunya. Matanya menatap nanar amplop itu, air matanya kembali merembes. Dia tidak menyangka akan berbuat sampai sejauh ini.


“Oppa.. berbahagialah..” Gumam Aluna sambil menangis.


 


Bersambung....