THE WAY OF LOVE

THE WAY OF LOVE
Chapter 67 Adik Ipar



Kang In Joo masih termenung di ruang kerjanya setelah membaca surat terkahir dari istrinya. Tangannya kemudian memencet telpon memanggil sekretaris Yang untuk ke ruangannya.


“Anda mencari saya Tuan?”


“Laporkan lagi kunjunganmu ke Jepang beberapa bulan lalu..” Titah Kang In Joo


Sekretaris Yang sedikit bingung, pasalnya dia sudah pernah melaporkan hasil kunjungannya ke Jepang yang menggantikan Kang In Joo tiga bulan lalu.


“Baik Tuan..” Sekretaris Yang mulai menjelaskan detail tentang kunjungannya ke Jepang dalam rangka menghadiri peletakan batu pertama pembangunan resort yang bekerjasama dengan Nakajima Building.


Kang In Joo menyimak dengan serius, sekretaris Yang memang sudah pernah melaporkan itu padanya. Keadaannya pada waktu itu sedang kacau makanya dia tidak mendengarkan dengan seksama. Beberapa kali sekretaris Yang menyinggung satu nama yang menjadi pusat perhatian Kang In Joo, yaitu Tara Kim.


“Jadi apa kamu bertemu dengan Kepala Tim Lapangan Nakajima Building Yang?” Kang In Joo memotong penjelasan sekretaris Yang.


Membaca surat Aluna yang terakhir Kang In Joo dapat menarik kesimpulan jika sebenarnya mereka terhubung tapi Kang In Joo saja yang tidak tahu. Berkali-kali sekretaris Yang menyebut nama Tara Kim tapi Kang In Joo sama sekali tidak sadar jika itu adalah adik dari istrinya.


“Mr. Tara Kim Tuan?” Tanya sekretaris Yang.


“Iya..” Kang In Joo menjawab singkat.


Sekretaris Yang mengangguk, dia sedikit bingung.


“Bagaimana dia?” Kang In Joo kembali bertanya.


Sekretaris Yang tambah bingung, kenapa yang ditanyakan Kang In Joo malah Kepala Tim Lapangan, bukan Tuan Iru Nakajima. Tapi sekretaris Yang ketika bertemu dengan Kepala Tim Lapangan itu juga merasa sedikit aneh. Pasalnya wajah Tuam Kim Tara seperti tidak asing baginya, seperti orang yang dia kenal.


“Saya seperti tidak asing dengan wajahnya Tuan.. sepertinya Tuan Kim memiliki darah orang Asia Tenggara, logat bicaranya juga tidak seperti orang Jepang. Wajahnya juga seperti ada keturunan Korea.. jadi kami cepat akrab, karena Tuan Kim juga bisa berbahasa Korea ternyata..” Jelas sekretaris Yang.


“Apa dia dengan istriku, Aluna.. mirip?” Ucap Kang In Joo tiba-tiba.


Yang Yeol, sekretaris Kang In Joo sedikit terkejut. Benar, wajahnya mirip istri Tuannya, Aluna.


“Ya saya rasa anda benar Tuan..” Tutur sekretaris Yang “Apa jangan-jangan Tuan Kim itu adik dari Nona Aluna Tuan? Marga mereka sama, Kim..” Sekretaris Yang menarik kesimpulannya sendiri.


Kang In Joo mengangguk. “Ya dia adik istriku.. dia adik iparku..”


“Ya Tuhan Tuan.. maaf saya tidak menyadarinya.. berarti Nona Kim.. sekarang di Jepang?!”


“Iya.. andai saja dulu aku yang datang ke Jepang, pasti aku tidak akan segila ini Yang..”


“Jadi apa rencana anda Tuan? Anda tidak menjemput Nona Kim?


“Pasti aku akan menjemputnya Yang.. tapi sepertinya ada beberapa hal yang harus aku lakukan dulu ..”


Sekretaris Yang mengangguk pelan. Hatinya sungguh lega mendengar berita ini. Pasalnya dia sangat miris melihat kehidupan Tuannya setelah ditinggal istrinya.


“Undang Kepala Tim Lapangan Nakajima Building kesini... bilang pada mereka aku ingin bertemu dengannya..” Titah Kang In Joo.


Tangan Kang In Joo merogoh ponselnya dari saku jas yang dia gunakan hari ini.


“Baek dan Soo, pergilah ke Jepang.. awasi Aluna. Dia akan sendirian disana berapa hari kedepan. Jaga dia sampai aku tiba disana.. akan aku kirimkan alamaynta pada kalian...” Titah Kang In Joo pada dua asistennya melalui panggilan telpon.


Kang In Joo tahu jika Tara berangkat ke Korea, Aluna akan sendirian di Jepang, maka dari itu Kang In Joo memberikan perintah kepada asisten Oh untuk menjaga Aluna diam-diam sampai dia tiba di Jepang setelah menyelesaikan beberapa hal.


-----


Tokyo, Japan


Aluna sedang membantu adiknya packing baju karena akan melakukan perjalanan dinas ke Korea. Aluna tidak tahu jika adiknya akan ke Kangin Grup, yang dia tahu jika tempat adiknya bekerja yaitu Nakajima Building mempunyai kantor juga di Korea. Seperti halnya dengan Tara, yang Tara tahu jika bos perusahan Korea itu bernama Yang Yeol, bukan Kang In Joo.


“Kak.. apa aku tidak usah pergi?” Tara terlihat ragu harus meninggalkan kakaknya.


“Kenapa? Kakak baik-baik saja.. pergilah.. ini kan tanggungjawabmu..” Aluna meyakinkan adiknya.


“Ok baiklah aku pergi, kakak harus janji padaku satu hal..”


“Iya kakak janji..”


“Kalau ada apa-apa langsung telpon aku ok?”


“Ok baiklah..”


Tara sedikit lega, dia tidak mau kakaknya terluka. Kakaknya sekarang sedang hamil besar, wajar jika Tara mengakhawatirkannya.


“Tara.. mampirlah ke tempat Ye Na, kamu masih mengingatnya kan?” Tutur Aluna.


“Tentu saja aku masih ingat kak Ye Na..”


“Dia membuka kafe beberapa tahun ini, namanya Nam Kafe. Mampirlah kesana setelah pekerjaanmu selesai. Sampaikan salamku padanya dan pada bibi..” Jelas Aluna.


Tara mengangguk.


“Sampai bertemu dua hari lagi kak.. jaga diri baik-baik..” Pamit Tara seraya memeluk kakaknya dan mengusap calon keponakan yang masih ada di perut kakaknya “Jaga ibumu baik-baik ya sayang.. paman tinggal dulu..”


“Hati-hati paman..” Aluna mengantarkan Tara sampai di depan pintu flat.


Dalam hati kecilnya, Aluna sangat ingin sekali ikut Tara ke Korea, dia ingin melihat Kang In Joo sebentar dari kejauhan. Tapi apa daya.. perutnya yang membesar tidak memungkinkan hal itu. Aluna juga sangat ingin menyampaikan salam pada keluarga Kang In Joo, tapi lagi-lagi Aluna batalkan, dia tidak mau sampai Kang In Joo tahu kemudian melacaknya.


Aluna bernafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya pelan.. “Oppa aku merindukanmu..”


Bersambung....