
Boucherie Union Square Restaurant New York
Ezra sedang asyik ngobrol dengan Keia ketika sudut matanya melirik Alea menerima telepon. Wajah putrinya tampak serius dan Ezra berpikir pasti soal kerjaan. Bagi Ezra putrinya bersikap profesional meskipun masih belia itu sangat membanggakan. Mungkin melihat semua kakak-kakaknya yang sudah terjun di dunia bisnis dan banyak belajar dari mereka.
"Oke aku tunggu." Ezra mendengar ucapan Alea.
"Siapa Alea?" tanya Ezra penasaran.
"Oh, Chris mau mampir kemari. Dia membawakan pizza favorit aku" senyum Alea.
Ezra melongo. "Princess, kita sudah makan makanan favorit kita. Kenapa kamu masih mau makan pizza lagi?"
"Sudah dibawakan, masa aku tolak Dad? Kan tidak sopan" jawab Alea kalem. "Lagian pizzanya enak kok! Aku sudah pernah makan."
Sepuluh menit kemudian Chris pun datang dengan jaket coklat dan kaos abu-abu menuju meja keluarga Hamilton. Wajah Ezra langsung cemberut melihat pria tampan itu menghampirinya.
Manisnya nih bocah
"Mr Hamilton, Mrs Hamilton, Alea" sapa Chris ramah.
"Wah, kamu kok sampai sini?" tanya Keia sambil melirik tajam ke Ezra yang cemberut. "Ayo makan siang bersama." Ucapan Keia membuat Ezra semakin mendelik.
Apa-apaan Keia ngajak anak satu ini makan siang bersama? Aku hanya ingin kita makan bertiga. B-E-R-T-I-G-A
"Terimakasih Mrs Hamilton tapi saya harus masuk kantor hanya saja saya ingin membelikan pizza favorit Alea cuma dia tidak ada di AJ Corp makanya saya menelpon Alea bertanya dimana" senyum Chris.
Syukurlah kamu nggak mau ikut makan siang dengan kita!
"Kamu kemarin main makan siang dengan Alea padahal saya mau ajak putri saya makan siang bersama. Sekarang kamu datang membawakan pizza?" ucap Ezra judes.
"Maafkan jika saya mengganggu acara makan siang anda Mr Hamilton tapi Alea bilang mau lembur jadi saya bawakan camilan supaya nanti tidak perlu bingung kalau lapar" jawab Chris tenang.
"Ezraaaa" desis Keia.
Ezra pun terdiam. Bocah satu ini lama-lama ngelunjak! Aku harus segera telpon Rajendra!
Chris pun menyerahkan kantongan berisikan pizza half and half yang pernah mereka makan saat acara jalan-jalan dan Alea menerima dengan senang hati.
"Terimakasih, Chris" senyum Alea yang membuat Ezra kelabakan karena melihat bagaimana Chris menatap mesra ke putrinya.
For God's sake! Putriku belum 20 tahun! Dia masih bayi!
"Aku harus kembali ke markas." Chris menatap ke Ezra dan Keia. "Mr dan Mrs Hamilton, maaf saya harus pergi. Maaf jika saya mengganggu acara makan siang anda..."
"Kamu memang mengganggu! Aduuuhh!" Ezra kesakitan ketika Keia mencubit pinggangnya.
Chris hanya mengusap tengkuknya. "Sekali lagi saya minta maaf. Permisi. Assalamualaikum."
"Wa'alaikum salam" balas Keia dan Alea sedangkan Ezra hanya menatap tajam meskipun bibir pria itu reflek menjawab salam dari Chris.
Chris mengangguk hormat lalu pergi meninggalkan keluarga Hamilton.
"Ezraaaa! Kamu itu! Iiissshhh! Kenapa kamu lebih Julid daripada Oom Ghani dan Bara sih?" gerutu Keia gemas.
"Habis ..."
"Habis apa? Hah? Chris itu nggak selebay, slengean dan seenaknya sendiri macam Bima! Kalau Chris modelannya macam menantunya Bara, kamu Julid silahkan! Tapi ini kan enggak! Hiiihhhh, aku benar-benar kesal Sam kamu!" omel Keia.
Ezra hanya terdiam.
"Aku nanti pulang bareng Alea sekalian menemani dia lembur! Kamu pulang saja sendiri!" lanjut Keia judes.
Ezra pun tambah manyun.
***
Catalunya Barcelona Spanyol
Enzo tiba di Hotel Catalonia Barceloa Plaza menjelang malam setelah setibanya di Barcelona, Marcello langsung membawanya ke sirkuit untuk mengetes mobilnya. Enzo pun melakukan latihan dengan profesional dan mereka melakukan banyak diskusi tentang performa mobil balap pria itu.
Tidak banyak yang tahu kalau Enzo memilih kuliah online jurusan teknik mesin. Hanya keluarganya yang tahu dia tidak meninggalkan pendidikan formalnya. Rencana Enzo jika sudah pensiun dari balapan, akan mengambil kuliah S2 jurusan mesin lagi dan dia akan fokus dengan usaha bengkelnya bersama Kareem Hassan, ayah Falisha.
Enzo langsung bersih-bersih tubuhnya dan melirik ke sebuah koper yang sangat familiar. Pria itu tersenyum smirk. Akhirnya koperku ditemukan juga. Enzo menempelkan jempolnya di bagian sensor dan tersenyum saat koper itu terbuka. Barang-barangnya tidak ada yang hilang, syukur Alhamdulillah.
Selesai bersih - bersih dan hanya mengenakan celana pendek tanpa kaus, Enzo menelpon Georgina. Selisih waktu antara Barcelona dan Silverstone adalah satu jam duluan Enzo.
***
AJ Corp Building New York
Alea tiba di ruangannya pukul tiga sore dan segera meletakkan pizza besar itu diatas meja kopinya lalu melepaskan blazernya. Setelahnya, gadis itu mulai membuka pekerjaannya dan mulai melakukan desain untuk sebuah kantor yang hendak dibangun di daerah Queens.
Tanpa terasa dirinya bekerja hingga jam lima sore dan Keia pun sudah datang ke ruangan kerjanya. Mommy cantik itu langsung membuka kotak pizzanya.
"Ini namanya apa Alea?" tanya Keia sambil menggigit pizzanya.
"Half and half" jawab Alea sambil melepaskan kacamata anti radiasinya.
"Beli dimana sih Chris? Enak lho Lea!"
"Di Rubirosa mom. Makanannya enak-enak disana dan pizza itu favoritnya Chris tapi aku juga ikutan suka soalnya enak!"
"Kapan-kapan kita kesana yuk!" ajak Keia.
"Kukira mommy tidak mengajak" gelak Alea.
***
Catalunya Barcelona Spanyol
Enzo terbangun dan melihat jam Patek nya yang sudah menunjukkan pukul 12 malam. Damn it! Aku ketiduran!
Pria itu langsung mencari - cari ponselnya dan menelpon Georgina.
"Assalamualaikum" sapa Georgina.
"Wa'alaikum salam. Belum tidur Georgi?" tanya Enzo. "Maaf aku tadi setibanya di Barcelona, langsung ke sirkuit untuk mengetes mobil dan baru masuk hotel jam sembilan malam setelah makan. Eh aku mau telpon kamu malah ketiduran."
Georgina tertawa kecil. "Aku juga baru selesai. Alhamdulillah tadi ramai banget banyak tamu yang datang untuk makan malam disini. Dan besok saat kamu balapan, aku akan mengadakan nobar disini."
"Pasti Jimmy yang minta?" tebak Enzo.
"Sebenarnya para pelanggan yang minta karena tahu kamu suka menginap disini padahal kan baru dua kali ya Zo?"
"Insyaallah Jimmy menang taruhan nanti" kekeh Enzo. "Kamu bisa mendapatkan banyak keuntungan jika banyak tamu yang datang."
"Iya tapi aku harus belanja lagi karena persiapan untuk membuat camilan."
"Pakai saja mobilku Georgi."
"Tidak usah, aku ada mobil kok."
"Memangnya mobilmu apa?"
"Mini Cooper lama tapi cukup kok buat belanja besok."
Enzo hanya menghela nafas panjang. "Ya sudah kalau tidak mau pakai mobilku. Ohya, koperku ketemu."
"Alhamdulillah. Rejeki mu Zo karena kamu orang baik jadi barang yang hilang kembali padamu."
"Thanks Georgi. Ohya, aku tunggu besok sebelum balapan ya jawaban mu."
"Semoga tidak lupa" kekeh Georgina.
"Georginaaaa..."
Nanya apa sih bang ke Georgi?
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️