The Four Emirs

The Four Emirs
Alea di Bellevue



Bellevue Hospital New York


Alea, Keia dan Aminah sekarang berada di ruang kerja Joey ditemani oleh Nura yang tadi membantu Joey operasi.


"Lea, minum teh panas dulu. Kamu butuh tenaga buat menemani Chris" bujuk Nura yang menangis di pelukannya. Semua saudara sepupunya sudah mendengar apa yang terjadi tapi mereka memilih datang besok pagi karena kalau datang malam ini ke rumah sakit, akan penuh.


"Dokter Nura kenal dengan Alea?" tanya Aminah sambil menyesap teh panasnya.


"Nura ini calon istrinya kakaknya Alea, Aminah" senyum Keia. "Kakaknya Alea ada banyak."


"Oh. Siapa dokter calonnya?" Aminah menatap gadis cantik berhijab itu.


"Alaric Al Azzam Blair" jawab Nura.


"Salah satu Emir Dubai itu?" Aminah melongo. "Mrs Hamilton..."


"Please, panggil saya Keia. Bukankah saya juga memanggil anda Aminah" senyum Keia.


"Ke... Keia. Keluarga anda..."


"Sudah Aminah. Tidak harus dipikirkan. Sekarang kita fokus Chris bisa melewati masa kritisnya." Keia mengusap bahu wanita sebayanya itu.


"Halo?" sapa seorang wanita cantik berambut pendek membawakan paper bag. "Tante Keia, aku bawakan makanan."


"Terima kasih Gina. Kenalkan ini Aminah ibunya Chris. Aminah, ini Georgina, istri Joey" ucap Keia dan Georgina langsung mencium punggung tangan Aminah.


"Akhirnya bisa bertemu dengan ibunya Chris" senyum wanita berdarah Irlandia itu.


"Aminah, jangan kaget ya. Keluarga kami di New York banyak" kekeh Keia.


Georgina lalu duduk di sofa sambil memeluk Alea. "Chris kuat kok dik. Sudah, jangan nangis terus. Nanti kalau Chris sadar lihat muka kamu kayak habis ribut sama Hoshi, kan ga enak."


Alea melirik sebal. "Safira yang ribut sama mas Hoshi, bukan aku. Aku kan selalu disayang mas Hoshi."


Nura cekikikan mendengar Omelan Alea. "Akhirnya bisa marah juga dia, mbak Gina."


"Tandanya Alea udah mulai bener" kekeh Georgina.


"Kamu bawa apa Gina?" tanya Keia sambil membuka paper bag.


"Aku beliin yang praktis saja. Kimbab dan Onigiri."


"Aminah, kita makan dulu ya. Biar ada tenaga." Keia membuka kotak-kotak berisi makanan.


***


Apartemen keluarga Bryan, Briana dan Benjiro Smith


Ezra menatap layar monitor ruang IT milik Bryan dan Benji yang penuh dengan banyak barang-barang elektronik yang dia sendiri tidak paham.


"Memangnya NYPD tidak bisa menangkapnya?" tanya Benji sambil mengetik di keyboard nya. Si bontot dari generasi kelima pria itu sedang melakukan hack di CCTV club dan jalan tempat lokasi Chris mengejar pelaku.


"Oom yakin bisa Ben tapi ada baiknya kita mendapatkan dia dulu, dan akan Oom hajar karena membuat Alea menangis!" ucap Ezra geram.


Bryan dan Benji hanya saling berpandangan. "Sangat-sangat khas keluarga kita ya Ben. Panasan" kekeh Bryan.


"Kamu tidak tahu rasanya melihat anak gadismu yang sudah tampak tidak semangat karena ketidakjelasan hubungannya dengan pria yang dia sukai ditambah berita pria itu hampir mati. Rasanya aku seperti dihajar The Rock di ring WWE karena tidak mampu melindungi putrimu." Ezra menatap Bryan. "Kamu paham kan maksudku Bry?"


"Aku pun akan melakukan hal yang sama jika Benji mengalami hal yang sama."


***


Joey berdiskusi dengan Fuji Al Jordan, Nathan Pratomo dan Haura Pratomo yang terbang langsung dari Boston. Haura Pratomo adalah istri Nathan, ibu Safira Pratomo yang merupakan dokter syaraf.


Sebelumnya Haura yang mengobati Bima saat suami Arimbi itu mengalami luka akibat bom mobil di bengkelnya. ( Baca Bara dan Arum Chapter Bonchap Lost Short Memories ). Fuji dan Haura sekarang memilih menjadi dosen di Harvard, almamater mereka.


"Menurut Oom sih J, malam ini sampai besok adalah masa kritisnya Chris" ucap Fuji.


"Joey rasa juga begitu Oom. Tapi aku sendiri tidak begitu yakin Chris kuat. Keadaannya cukup para saat dibawa ke aku dan Nura."


Fuji menaikkan sebelah alisnya. "Nura? Calonnya Alaric?"


"Iya, dia kan anak didik aku Oom."


Haura membaca semua hasil Rontgen, MRI dan CT scan dan berdiskusi dengan Nathan suaminya yang dokter jantung.


"Hatinya sobek Tante akibat luka kena ricochet peluru yang masuk."


"Apa dia pakai kevlar?" tanya Nathan.


"Pakai yang tipis."


"Not so good tapi mending daripada tidak sama sekali" gumam Nathan.


"Bagaimana Alea?" tanya Fuji.


"Terpuruk. Dan sekarang Oom Ezra ke rumah Benji" jawab Joey.


"Jangan bilang..." Fuji dan Nathan menatap horor Joey.


Pria keturunan Italia itu hanya menyeringai. "Oh yeah."


***


Pagi harinya keluarga besar klan Pratomo di New York bergantian datang menengok Chris yang masih dirawat di ruang ICU.


Joey dan Haura tampak mengawasi pria itu dengan sangat intens. Alea sendiri belum mau pulang kalau belum tahu apakah Chris bisa melewati masa kritisnya, begitu juga dengan Aminah.


Faranisa yang datang menjenguk bersama Patrick, calon suaminya, membawakan baju ganti untuk Alea dan Aminah. Joey mempersilahkan keduanya menggunakan kamar mandi yang ada di ruang prakteknya.


"Ezra kemana, Joey?" tanya Levi.


"Ke rumah Oom Bryan dari semalam belum kembali Oom."


Levi menatap ke arah Kaia dan Rhett yang datang menjenguk. "Do you think what I'm thinking?"


Kaia hanya tersenyum smirk. "Biarkan saja Ezra yang maju. Aku tahu dia sebenarnya sudah mulai menyukai Chris tapi rasa gengsinya sebagai ayah membuatnya Denial. Tapi dengan kejadian ini, kita tahu kan?"


"Ini kenapa jadi pada kumpul semua disini? Memangnya lebaran pindah kemari?" tanya Eiji yang datang bersama Ayame dan Aruna.


"Opa, jangan bikin keributan deh" kekeh Joey sambil memeluk Eiji.


"Siapa yang berani melukai anak baik itu?" tanya Eiji sambil memeluk keponakan dan cucunya. "Belum tahu apa kena hajar Eiji?"


"Oom, ingat encok" bisik Kaia.


"Jangan keras-keras ngomongnya, jatuh Marwah ini!" pendelik Eiji ke keponakan perempuannya sedangkan Kaia cekikikan.


Aminah yang melihat bagaimana akrabnya keluarga besar Alea merasa terharu melihat mereka sangat khawatir dengan kondisi Chris.


Keia memeluk bahu Aminah. "Jangan khawatir, Aminah. Kami semua memang boleh dibilang Sultan tapi kami tidak memandang kasta dan pekerjaan selama halal. Dan Chris sudah diterima di keluarga kami jadi siapa yang berani mencelakai, akan kami cari."


Aminah menatap Keia. "Keia, apakah benar Chris sudah diterima di keluarga kalian?"


Keia tersenyum. "Siapa yang tidak menyukai Chris. Kami semua menyukai Chris karena dia anak yang baik dan membuat putri saya bahagia. Bahkan semua sepupunya Alea menerima anakmu Aminah. Jadi janganlah merasa insecure karena kami tidak memandang harta. Saya tahu kamu pasti tidak nyaman kan saat tahu Chris berhubungan dengan putri kami."


Aminah mengangguk.


"Don't worry Aminah. Kami bukan keluarga yang seperti keluarga kaya lainnya."


Alea yang sudah tampak segar tampak memeluk sepupu-sepupunya yang datang. Semua orang menghibur Alea dan Aminah dengan memberikan doa serta semangat.


Tak lama, Joey dan Haura keluar dari ruang ICU.


"Bagaimana Joey?" tanya Eiji.


Joey dan Haura saling berpandangan. Wajah mereka tampak tidak terbaca dan Alea pun merasa hatinya mencelos melihat wajah Abang dan tantenya.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Sorry agak kesiangan


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️