
Indramayu, Jawa Barat
"Hiiihhhh! Rasanya pengen gue hajar tuh makhluk sombong bin songong! Belagu banget! Yakin duit dia sama duit gue, banyakan duit gue!" omel Benji yang kini duduk manyun di sebelah kursi pengemudi karena Travis yang menyetir sekarang sebab dirinya tahu kalau si bontot lagi kesal.
"Iya iya Ben, duit lu banyak hasil malak dan bagi hasil" kekeh Travis yang geli melihat adiknya ngamuk - ngamuk.
"Nah kan bang Travis tahu. Setelah Opa Abian tidak ada kan kekayaan nurun ke aku dan Daddy jadi kasarannya gue mau beli hotel dan apartemen mahal pun mampu! Lagipula aku juga dapat duit dari banyak perusahaan besar-besar untuk kemanan mereka."
"Nggak usah belagu juga kamu Ben. Kita itu harus humble karena diatas langit masih ada langit dan harusnya kamu bersyukur dilahirkan di keluarga seperti keluarga kita yang didikannya bagus" senyum Travis.
"Fix bang! Kalalu si nenek gayung berbuat nekad, gue ambil sawahnya semua!" tekad Benji. "Gue jadi juragan beras sementara... Hahahaha!"
Travis menggelengkan kepalanya. "Nanti bang Travis bantu ambil semuanya. Duit bang Travis kan juga ada..."
"Sip!"
***
Semua keluarga Al Jordan, Schumacher dan keluarga di Jakarta menanti langkah apa yang akan diambil oleh Santi dan Denny Priyatna karena Ayrton dan Senna meminta, kalau mereka belum memulai, mereka akan menahan diri.
Tahun baru ini dihabiskan para keluarga besar dengan berkumpul bersama keluarga masing-masing dan Zinnia tampak senang karena bisa melihat kembang api dari balkon istana Al Jordan.
"Mama, kembang apinya heboh ya" ucap Zinnia sambil memeluk erat Chibi, anjing pom milik Tamara yang takut sama kembang api.
"Iya tapi kasihan Chibi ketakutan. Dipeluk chibinya, sayang." Mariana mengelus kepala Zinnia.
"Iya ma."
"Lho kalian belum tidur?" tanya Ayrton sambil membawa camilan.
"Belum Oom. Masih lihat kembang api" sahut Zinnia sambil memeluk Chibi.
"Bawa apa Ton?" tanya Mariana.
"Ini camilan, popcorn dua rasa. Asin sama manis. Mau yang mana?" tawar Ayrton.
"Dua-duanya!" seru Zinnia sumringah.
Ketiganya bersama chibi duduk bersama sembari menyaksikan pertunjukan kembang api sampai Zinnia dan Chibi tertidur. Ayrton pun menggendong Zinnia sedangkan Mariana membawa chibi.
Ayrton meletakkan Zinnia di tempat tidur lalu menyelimuti tubuh gadis cilik itu. "Sleep tight, Zee" bisik Ayrton sambil mencium kening calon anak angkatnya.
Mariana meletakkan chibi diatas tempat tidurnya sendiri dan anjing pom itu pun langsung mapan. Ayrton tersenyum ke arah Mariana lalu memeluk gadis itu.
"Happy New Year" senyum Ayrton.
"Happy New Year."
Ayrton mencium bibir Mariana lembut.
***
Jakarta Indonesia
Hari ini adalah hari kelima di bulan Januari dan Travis sudah mulai bekerja seperti biasanya ketika sekretarisnya mengatakan bahwa ada ramai di televisi bahwa keluarga Priyatna akan menuntut ke keluarga Al Jordan.
Pria satu putra itu lalu menyalakan televisi di ruangannya dan melongo melihat Santi Priyatna sudah melakukan konferensi pers yang menyatakan bahwa Mariana telah membawa pergi cucunya ke Dubai tanpa seijin dirinya.
"Zinnia itu adalah anak dari putra saya yang sudah meninggal. Memang selama ini yang mengasuh adalah Tante nya Zinnia tapi tanpa sepengetahuan saya, dia membawa pergi cucu saya ke Dubai tanpa seijin saya dan suami saya."
Travis tertawa terbahak-bahak melihat wajah penuh topeng itu bisa membuat cerita ngadi-ngadi begitu.
"Bukannya selama ini cucu anda memang diasuh oleh nona Mariana?" tanya seorang wartawan.
"Memang tapi kami masih bisa bertemu setiap Minggu di Singapura. Setelah Mariana berkenalan dengan orang Dubai itu, saya semakin dipersulit untuk bertemu dengan Zinnia. Dan semuanya menjadi tambah sulit setelah Mariana pindah ke Dubai. Zinnia, nenek sayang kamu sayang."
Travis hampir muntah melihat acting murahan Santi Priyatna yang menjijikkan.
"Apa yang hendak anda lakukan, Nyonya Priyatna?"
"Saya akan menuntut pria Dubai yang membawa pergi cucu saya!" ucap Santi Priyatna yakin.
"Oh Astagaaa!" Travis memegang pelipisnya.
***
New York, USA
"Dasar nenek gayung!" umpat Benji kesal. "Gue bikin bangkrut lu secepatnya!"
***
Ayrton dan Mariana melongo menonton seorang wanita yang tidak tahu malu ingin menuntutnya. Sabine, Fatimah dan Tamara yang ikut menonton pun merasa gemas bahkan Tamara ingin terbang ke Jakarta untuk menggampar Santi Priyatna.
"Nggak tahu malu banget sih!" Sabine langsung mencak-mencak. "Pengen aku sniper bener!"
"Mom, please. Your baby sudah disimpan Daddy di brangkas biar nggak dipakai sembarangan" kekeh Ayrton. Barret M82, senapan sniper milik Sabine memang disimpan oleh Karl di brankas kantor karena sudah waktunya hot mommy itu pensiun dari dunia militer.
"Aaaaaahhhh mommy kangen baby!" rengek Sabine.
Siapa kangen Sabine Al Jordan?
"Stop it mom" pendelik Ayrton.
"Memangnya baby siapa Ton?" tanya Mariana bingung karena setahunya Ayrton anak tunggal.
"Baby itu senapan khusus buat para sniper." Ayrton menatap geli ke Mariana.
"Serius?" Mariana menatap calon mertuanya. "Serius Tante?"
"Serius lah Mariana. Tante itu dulunya hobi kegiatan militer bahkan ikut pas acara perdamaian dengan tentara PBB."
"Wah, Tante kereeeennn!" puji Mariana.
"Memang!" ucap Sabine sedikit sombong.
"Mulai deh" sungut Ayrton dan Fatimah.
Hari ini memang Mariana dan Ayrton mengambil tambahan cuti satu hari untuk fiting baju pengantin tapi malah mendapatkan informasi dari Travis yang membuat mereka harus menonton dagelan awal tahun.
"Ay, kenapa tidak kamu ambil saja semua sawah milik nenek gayung itu?" tanya Sabine.
"What?"
"Apa?"
Ayrton dan Mariana melongo.
"Kalian itu gimana sih? Kenapa tidak kamu ambil saja sawah mereka, kamu jadi juragan beras" gelak Fatimah.
"Eh bener juga tapi buat aku sih itu bagusnya jadi milik Zee mom" gumam Ayrton. "Coba nanti aku rundingan dengan Benji dan bang Travis yang sudah kesana."
"Apa maksudnya Tante?" tanya Mariana.
"Tante akan membuat mereka menjual sawah yang mereka banggakan. Jadi Tante berencana, membiarkan mereka bermain dengan dramanya dan setelah kita sok terpojok, baru kita balik semua kehaluannya dan menuntut balik dengan nominal tidak masuk akal sampai mereka harus menjual sawah mereka dan baru kita masuk, kita ambil alih tapi tanpa tahu kita yang ambil."
Ayrton tersenyum licik. "Mom, you are so sneaky mommy."
Fatimah dan Tamara tampak tersenyum puas dengan ide Sabine.
"Kita tunggu saja sampai mereka melangkah sampai akhirnya mereka kehabisan langkah" seringai Fatimah.
"Oh my God, Tante that's so brilliant! Eh tapi kalau sawah sudah ditangan, lalu?" Mariana tampak bingung.
"Kasih ke Zee. Tampaknya lebih baik dipegang Zee daripada orang-orang serakah itu!"
"Kalau Irwan menuntut?" tanya Mariana mengingat Indrawan masih mempunyai adik laki-laki.
"Kita bentengi dengan dengan kekuatan hukum. Apa gunanya Travis dan Benji ke Indramayu? Look, sawah itu tetap dikelola oleh kita nantinya tapi setelah Zee berusia 21 tahun, kita serahkan ke Zee. Bagaimana?" seringai Sabine.
"I love you mom." Ayrton memeluk Sabine erat.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️