
Mandarin Oriental Hotel Manhattan New York
Chris merasa pusing melihat banyaknya tamu undangan yang merupakan orang-orang penting semua bahkan Alea pun berbaur dengan banyak orang VIP yang memakai jasa desain interior nya. Gadis itu tetap menggandeng Chris agar tidak hilang apalagi dengan tamu sedemikian banyaknya.
Pria tampan itu baru bisa relaks setelah melihat beberapa rekannya yang menjadi pasukan pengamanan bekerja sama dengan para bodyguard yang disewa keluarga Rogers dan Al Jordan.
Acara resepsi pun berakhir menjelang jam sebelas malam dan banyak tamu undangan yang sudah pulang, hanya tinggal keluarga besar yang masih mengobrol dengan beberapa koleganya.
"Bagaimana rasanya menjadi kekasih gadis Sultan?" tanya Trey yang datang sebagai pengawal komisaris Tom Wahlberg.
"Pusing" ucap Chris jujur. "Keluarga Alea baik tapi terlalu banyak."
Trey terbahak. "Mereka itu keluarga Sultan yang menggurita kemana-mana di seluruh dunia jadi wajar saja kalau banyak."
Chris hanya tersenyum tipis. Rasanya ada sesuatu yang membuatku minder. Semua orang tampak hebat sedangkan aku...
"Chris!" panggil Abi. "Ayo kemari!"
Chris menoleh ke arah pria berambut pirang dengan tubuh besar berotot.
"Iya mas." Chris menoleh ke arah Trey. "Aku kesana dulu ya."
"Oke bro. Have fun!" Trey menepuk bahu Chris.
***
Chris melongo melihat semua sepupu pria Alea berkumpul dalam suatu ruangan besar yang mirip ruang pertemuan. Kepalanya sedikit pusing karena harus mengingat satu persatu semua pria - pria paripurna di hadapannya.
"Kenapa Chris? Bingung hapalin nama?" goda Joey.
"The truth is iya dok" cengir Chris sambil menggaruk kepalanya.
"Oke aku kenalin mereka - mereka yang belum kamu kenal. Ini Luca Bianchi dari Tokyo, Aji Yung pemilik perusahaan IT khusus disabilitas karena dia tuna rungu. Aji suaminya Falisha."
Chris bersalaman dengan pria Asia tampan itu.
"Lalu itu Haris Lexington, suami Freya yang takut hantu dan tikus..."
"Seriously J! Perlu disebutkan?" sungut Haris manyun yang membuat semua orang tertawa.
"Haris itu akuntan PRC group. Lalu itu para Emir Dubai, Ayrton Schumacher, Alaric Blair dan Enzo Al Jordan. Kamu pasti tahu kan si pembalap formula satu yang baru saja menjadi juara dunia."
Chris mengangguk hormat.
"Lalu dua orang yang tidak pernah akur, Hoshi Reeves dan Bima Baskara. Kamu sudah kenal kan? Lalu itu Anarghya Giandra adik ipar Bima, karena Bima nikah dengan Arimbi kakaknya. Adrian Ramadhan saudara kembar Anandhita, Bagas Hadiyanto suami Safira Pratomo, Pandu sudah tahu kan sama Pramana. Lalu Tristan Neville, pemain Manchester United dan Rama McCloud." Joey lalu mengabsen satu - satu sepupunya.
"Kurang Emir Direndra karena istrinya Raana sedang hamil jadi tidak bisa datang" timpal Luca. Tiba-tiba pintu terbuka dan datang Pandega Yustiono dan Benjiro Smith masuk.
"Nah itu Pandega atau biasa dipanggil Ega, dokter anak dan kamu sudah kenal Benji kan?" sambung Joey. "Lalu Rajendra McCloud tapi dia sibuk di dapur. Masih ada sepupu kami di Manchester tapi tidak bisa hadir."
"Senang bertemu dan berkenalan dengan kalian semua" Chris mengangguk hormat ke semua pria disana.
"So, bagaimana keadaanmu Chris?" tanya Anarghya. "Hati kamu sudah kembali ke shape sebelumnya? Ada keluhan?"
"Ga, disini itu bukan ruang praktek kaleeee" tegur Hoshi.
"Iisshh mas Hoshi, kan aku tanya bukan buka ruang praktek!" cebik Anarghya.
"Maaf, apa kalian sengaja berkumpul disini?" tanya Chris bingung.
"Tentu saja Chris! Kan kami belum sempat mengenal kamu, beda dengan para durjana di New York" jawab Bima.
"Heeeeiii!" protes Joey, Rama dan Abi yang tinggal di New York.
"Lagipula, sudah ada tradisi menggojlok calon anggota baru" sambung Bima cuek.
"Eh Werkudara! Mana ada gojlok orang?" sahut Hoshi.
"Lho, aku dulu sampai harus gelut sama elu. Bagas juga!" Bima menuding ke Bagas yang cuek memakan roti.
"Kayaknya nggak ada gojlok-gojlokan deh" gumam Pramana. "Mas Pandu cuma dikirim ke Surabaya sama Tante Kaia itu pun karena pekerjaan bukan digojlok."
"Haris cuma digojlok Freya doang tapi sama kita-kita nggak tuh. Aji juga. Bagas cuma digojlok Opa Javier dan tradisinya hanya menggagalkan malam pertama" timpal Luca.
"Whaaaattt? Kalian curaaaanngg!" protes Bima.
"Soalnya kamu tuh paling enak dikerjain, Bim" gelak Ega.
"Kalian durjana beneran deh!" sungut Bima.
"Kita tidak durjana, patut dipertanyakan apakah benar keturunan klan Pratomo atau tidak!" gelak Joey.
Chris tersenyum mendengar keributan para sepupu Alea yang memang benar sangat sangat sangat rusuh!
"Eh Chris, serius kamu kasih tasbih pas Alea ulang tahun?" tanya Alaric.
"Benar. Aku kasih Alea tasbih" jawab Chris.
"That's so sweet" ucap Enzo.
"Nih yang sudah go public dengan pasangan masing-masing. Kapan nikah?" tanya Abi.
"Aku kasih kasih waktu Benben buat bekerja dulu sekitar dua tahun. Dia mau ikut doctors without Borders" jawab Alaric.
"Zo? Kamu dan Georgi? Kalau Chris kita sudah tahu, dia hampir sama dengan Alaric memberikan kebebasan ke Alea." Abi menatap adiknya yang jadi pembalap itu.
"Georgi masih membebaskan aku untuk balapan setahun lagi tanpa terikat pernikahan karena dia maunya kami menikmati pacaran dulu." Enzo menatap ke semua sepupunya.
"Yang penting sudah pada mantap dengan pilihan masing-masing dan saling menjaga satu sama lainnya" ucap Rama bijak.
Suara pintu terbuka dan tampak Rajendra masuk dengan membawakan banyak makanan untuk sepupunya.
"Jadi acaranya kita mau disini? Aku, Abi, Joey sudah pesan kamar sih kalau kita mau ghibah" cengir ayah Nadira itu.
"Oke! Kita buka botol!" seru Joey. "Hei, I'm an Italian, Japanese, Korean and Indonesian. So what!"
Semua pria disana terbahak dan beberapa pelayan membawakan beer buatan keluarga O'Grady, wine keluarga Bianchi dan banyak air putih serta satu termos besar kopi.
"Apakah kita akan malam suntuk seperti ini?" bisik Chris ke Haris yang duduk di sebelahnya.
"Biasanya lebih parah Chris. Waktu nikahannya Ayrton dan Direndra, kami malah balapan di Autodrome Dubai" jawab Haris.
"Balapan?" beo Chris.
"Iya, kami semua balapan dengan super cars koleksi si empat Emir" jawab Haris lagi.
"Memangnya mereka koleksi mobilnya ada berapa?" Tiba-tiba pusing di kepala Chris datang kembali.
"Well, kamu bayangkan showroom Ferrari Store yang ada di Manhattan?"
Chris mengangguk membayangkan toko mobil mewah itu.
"Mereka berempat memiliki rumah yang dua kali lipat dari showroom itu dan ada sekitar 30 mobil super cars disana." Haris memperlihatkan foto-foto rumah garasi mobil mewah koleksi empat Emir itu.
Chris melongo. "Dan mobil-mobil ini kalian pakai balapan?"
"Oh yeah. Jadi Chris, mereka itu memang Sultan tapi mereka sangat hangat dengan kita-kita yang jatuhnya ipar. Jangan merasa insecure karena kamu tidak memiliki kekayaan seperti mereka. Yang mereka lihat adalah pribadi kamu dan inner beautymu. Dan aku sendiri, sangat bersyukur Alea memilih kamu karena hasil screening kamu yang transparan" papar Haris.
"Screening?"
"Memangnya kita masuk tanpa di screening terlebih dahulu? Kamu pun sama Chris hanya saja Oom Ezra duluan Julid sama kamu meskipun kamu anaknya baik tapi Oom Ezra kan tidak mau kehilangan anak perempuannya" kekeh Haris.
Chris hanya menggelengkan kepalanya. Keluarga Sultan memang beda.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa gaeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
muaaahhh