The Four Emirs

The Four Emirs
Antara New York dan Silverstone



Kazuo's Bed and Breakfast Silverstone Northamptonshire Inggris


Enzo menatap tidak percaya mendengar jawaban Georgina yang mengatakan dia menggemaskan. Memangnya aku Zee? Gemesin?


"Georgi? Seriously? Aku menggemaskan?" tanya Enzo lagi.


Georgina hanya menggelengkan kepalanya. "Maap Enzo, aku kalau gugup atau kaget, antara otak sama mulut suka berbeda keluarnya..."


"Haaaaahhh? Jadi?" goda Enzo.


"Kok jadi? Apakah kamu yakin Zo? Maksud aku... kita kan baru dua kali ini bertemu. Kamu belum tahu bagaimana aku begitu juga dengan diriku yang belum mengetahui tentang kamu."


"Sambil jalan lah Georgi, memangnya orang pacaran itu awalnya tahu soal sifat masing-masing? Nggak kan? Makanya ada yang namanya pacaran. So? Mau kan jadi kekasihku?" Enzo menatap lembut ke gadis manis itu.


Georgi tersenyum lalu menepuk tangan Enzo yang masih menggenggam tangan kirinya. "Berikan aku waktu Zo."


"Kapan aku mendapatkan jawabannya? Kita baru pacaran lho, Georgi, belum menikah."


Georgina tertawa kecil. "Zo, aku harus memantapkan hati dulu karena kamu itu salah satu the most eligible bachelor di dunia dan satu-satunya Emir yang masih jomblo setelah Ayrton, Direndra dan Alaric memproklamirkan sudah menikah dan punya tunangan. Aku tidak mau banyak wartawan datang kemari untuk kepo takutnya mengganggu para pegawai dan pelanggan aku."


Enzo tersenyum, lupa kalau gadis di hadapannya bukan yang gampang terpesona dengan dirinya.


"You're right, Georgi. Jadi aku tunggu jawaban kamu sebelum balapan hari Minggu ya."


Georgina mengangguk.


***


Keesokan harinya, Enzo memutuskan untuk jogging di sekitar penginapan karena tidak adanya fasilitas gym atau kolam renang disana. Lagipula, siapa juga yang mau berenang di kolam dingin ditambah cuaca Northamptonshire yang lebih dingin dibandingkan London.


Setelah memakai hoodie, memasangkan airpods, Enzo pun mulai melakukan jogging. Georgina melihat pria itu berolah raga hanya tersenyum karena pagi ini dia hendak membuat sarapan.


Enzo memperhatikan banyak orang yang bersiap - siap untuk bekerja karena ini masih hari kerja. Cukup jauh Enzo memutar acara joggingnya lalu dirinya kembali ke penginapan dengan peluh yang lumayan banyak.


Georgina memberikan senyum manis dan secangkir teh Earl grey dan dua buah sandwich tersedia.


Enzo tersenyum melihat Georgina berada di dekat pintu dekat ruang makan.



Duh manisnya mbak Georgi


"Capek Zo?" tanya Georgina.


"Lumayan, Georgi. Soalnya aku harus tetap menjaga kondisiku agar selalu fit."


"Maaf ya disini tidak ada ruang gym."


Enzo menyesap teh hangatnya. "It's okay Georgi. Banyak cara untuk olah raga kok. Maaf ya aku masih berkeringat tapi sudah main makan dan minum saja." Enzo mencium bau tubuhnya sendiri. "Masih bau Dolce and Gabbana kok."


Georgina tertawa. "Tapi habis ini kamu mandi ya. Takutnya tamu aku pada kaget melihat kamu berantakan seperti ini."


Enzo tersenyum ke arah gadis itu.


***


AJ Corp Building New York


Alea masih asyik fokus dengan menggambar desain, tidak memperhatikan ketika ada seorang pria berdiri di dekat pintu menatap dirinya dengan lembut.


"Lea!"


Alea menoleh dan tersenyum. "Bang Al!" serunya sambil menghampiri abangnya dan memeluknya.


"Serius amat!" kekeh Alaric.


"Bang Al mau balik ke Dubai?"


"Iya, tapi Abang mau pamit sama adikku yang cantik. Abang udah diomeli Daddy, Oom Reyhan dan Eyang" ucapnya sambil manyun.


"Abang pulang saja. Jangan sampai Sabtu disini!"


Alaric menatap adiknya yang imut itu. "Memang kenapa?"


"Semua kakak di New York meminta Chris makan malam di RR's Meal Hell's Kitchen besok Sabtu" jawab Alea sambil manyun.


Alaric tersenyum lebar. "Bagus dong!"


"Kasihan Chris lah bang. Kami kan cuma teman..."


"Teman tapi mesra" goda Alaric.


"Iiissshhh!"


"Lea, semua kakak kamu itu sayang kamu dan ingin kamu mendapatkan yang terbaik apalagi Chris sudah lolos screening dari Oom Bryan. Kurang apa?"


"Alea belum memantapkan hati bang."


"Just follow your heart. Oom Ezra dan Tante Keia sudah kasih lampu hijau kan? Ya sudah. Penjajagan dulu saja kalau cocok lanjut, nggak bubye."


***


Kazuo's Bed and Breakfast Silverstone Northamptonshire Inggris


Malam ini Enzo tampak asyik mengobrol dengan para tamu penginapan dan mereka pun antusias membahas tentang formula satu. Enzo memang bukan tipe orang sombong dan bisa bergaul dengan siapa saja. Pria itu pun dapat mengimbangi percakapan tentang sepak bola dan berbagai olah raga khas Inggris lainnya.


Georgina yang melihat itu hanya tersenyum mendapati pria itu luwes mengobrol dengan siapa saja. Calon Emir memang beda. Georgina tahu bahwa setelah Enzo pensiun balapan, dia akan menggantikan ayahnya menjadi Emir Al Jordan di Dubai.


"Miss Kazuo, persediaan makanan kita hampir habis. Apa besok kita belanja?" tanya seorang pegawainya ke Georgina yang sedang membersihkan meja.


"Tentu saja" senyum Georgina.


***


"Ada yang bisa aku bantu?"


Georgina menoleh melihat Enzo berdiri di belakangnya. "Bantu angkat meja dan kursi. Aku besok mau tutup setengah hari untuk membersihkan penginapan dan berbelanja."


"Aku antar."


"Tapi Zo..." Georgina tidak terbayang ke pasar bersama dengan Enzo. Apa tidak bikin heboh?


"Sudah, aku antar dan bantu kamu besok!" ucap Enzo tegas.


Georgina hanya mengangguk.


***


AJ Corp Building New York


Alea melongo melihat Chris yang datang ke kantornya mengajak makan siang.


"Kamu nggak tugas?" tanya Alea yang melihat Chris datang dengan seragam lengkap.


"Tugas tapi aku ingin makan siang denganmu. Kebetulan aku habis patroli daerah sini. Trey makan siang dengan istrinya yang bekerja di Central Park jadi aku kemari saja."


Alea melirik jam tangan Rolex nya yang bewarna pink. "Kita makan disini saja ya? Aku tidak mau ada paparazi reseh."



"Terserah kamu Lea, yang penting kita makan" senyum Chris.


Alea menelpon asistennya untuk memesankan makanan di cafetaria perusahaan dan dibawa ke ruang kerjanya.


Tak lama datanglah makanan yang dipesan oleh Alea. Keduanya pun menikmati acara makan siang.


"Lea..."


"Ya?"


"Apa benar besok Sabtu, aku harus datang ke RR's Meal Hell's Kitchen?"


Alea menghela nafas panjang. "Sayangnya iya."


"Apakah mereka heboh?"


"Oh yaaa. Kamu jangan kaget ya jika semua kakak - kakakku cantik - cantik tapi bar-bar."


Chris terbahak. "Kamu saja bar-bar, Alea jadi aku tidak heran kalau melihat kakak-kakakmu juga bar-bar karena kamu sama dengan mereka."


Alea tersenyum. "Kami mendapatkan didikan yang sama soalnya."


"Memangnya mereka ada keperluan apa denganku Alea?"


"Mereka kepo dengan mu soalnya mereka penasaran siapa pria yang membuat aku menghajar penjambret itu."


"Oh astaga!"


"Jadi persiapkan dirimu Chris, karena mereka lebih ramai dari Daddyku. Tahu sendiri kan kalau cewek seperti apa."


Chris hanya bisa tersenyum kecut.



Alea manis begini wajar dong kalau kakak-kakaknya protektif


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️