The Four Emirs

The Four Emirs
Fathir dan Chris



Mandarin Oriental Hotel Manhattan New York


Malam itu para pria paripurna generasi kelima mengobrol semalam suntuk sambil makan dan minum hingga menjelang subuh. Karena hari ini hari Minggu dan Rajendra - Abi - Joey sudah memesan sekitar sepuluh kamar untuk mereka beristirahat, akhirnya mereka semua memakai kamar yang dipesan untuk tidur. Chris sendiri satu kamar bersama Benji dan Fathir.


***


"Nggak usah mikir baju mas. Sudah ada disini" ucap Benji ke Chris.


"Sudah ada? Maksudnya gimana Ben?" tanya Chris sambil menguap.


"Kakak-kakak aku itu selalu persiapan sebelumnya jadi tahu siapa yang akan datang dan mereka sudah mempersiapkan baju ganti sesuai dengan ukuran tubuh. Jadi besok eh nanti siang kalau mas Chris bangun, habis mandi sudah ada baju ganti" jawab Benji.


"Mereka memang seperti itu Chris. Jadi biarpun kita lupa bawa baju, pasti asisten sudah prepare semuanya" timpal Fathir.


Chris hanya mengangguk dan mereka bertiga masuk ke dalam kamar yang terdapat double bed yang cukup besar.


"Benji tidur ya. Ngantuk!" Tanpa basa basi, si bontot langsung merebahkan tubuhnya ke tempat tidur. "Kalau Benji ngorok, ya maap" gumamnya dengan mata terpejam.


Fathir dan Chris hanya menggelengkan kepalanya.


"Kabarnya kamu pacaran dengan Alea?" tanya Fathir sambil meletakkan duffle bag Balenciaga nya.


"Iya. Aku sama Alea."


Fathir membuat hot tea yang memberikan satu cangkir untuk Chris.


"Thanks Fathir" ucap Chris sambil menerima cangkir teh itu.


"Alea itu bontot kami setelah Benji. Oom Ezra dan Tante Keia agak lama untuk mendapatkan Alea jadi wajar kalau kami semua sayang dengan gadis itu." Fathir menyesap tehnya. "Kalau Benji memang bontot cowok generasi kelima."


"Bagaimana Aussie?" tanya Chris.


"Menantang! Aku sejujurnya lebih suka hidup di Queensland. Kamu tahu, uang tabungan aku habis untuk membeli lahan disana demi mewujudkan impian aku memiliki peternakan domba, sapi dan ayam. Dan memang hasilnya belum seberapa karena aku baru mau dua tahun ini beternak."


"Kedua orang tua mu?"


"Daddy ngamuk! Hahahaha. Diharapkan aku bakalan menjadi arsitek malah jadi angon wedhus. Oh, itu bahasa Jawa artinya pengembala kambing." Fathir tergelak. "Tapi aku mau membuktikan bahwa aku bisa! Apalagi Opa ku mendukung pekerjaan aku. Kamu tahu, Opaku Javier, adalah orang paling penting di dunia bisnis milik klan Pratomo tapi beliau sangat open minded dengan keinginan cucunya. Beda sama Daddy yang masih berharap aku meneruskan bisnisnya. Tapi kan selama ini mbak Falisha yang sudah membantu Daddy jadi aku pikir, kenapa tidak aku mewujudkan passion aku."


"Keluarga kalian hebat-hebat Fathir. Tapi apa kalian tidak takut nama kalian tercemar?"


Pria tampan berdarah Turki itu menoleh. "Oom Ezra masuk sel?" gelaknya. "Kami membunuh orang pun pernah!"


Chris melongo. "Hah?"


Fathir menceritakan saat Rain diculik, Alexandra membunuh Martinez dengan scalpel, Kaia meledakkan pembunuh Yuna dan Edward, Aidan dan Arjuna mengobrak-abrik Dubai dan beberapa kegiatan kriminal mereka.


"Apa kamu tahu? Opa-opa kami banyak yang ikut hell week Navy Seals bahkan Opa Javier lolos lima kali. Tante Keia itu hobinya ikut militer lho, Chris. Dia bahkan bisa menyetir tank dan seorang sniper tapi masih kalah sama Tante Sabine ibunya Ayrton. Jadi Chris, soal Oom Ezra dipenjara semalam, bagi kami itu hal yang biasa dan receh. Intinya begini, kami tidak akan mentung kalau tidak dipentung duluan."


Chris melongo mendengar cerita Fathir. "Apa yang aku tidak tahu dari kalian?"


"Kami semua bisa menembak dan bela diri kecuali Anandhita. Dia lebih memilih menembak daripada bela diri karena tidak mau tangannya cidera yang bisa mempengaruhi performa dia menjadi dokter bedah. Oh Chris, Alea itu selain bisa pencak silat, dia bisa eskrima lho."


Chris memegang pelipisnya. Ya Ampun Humaira ku.


***


Tiga hari kemudian para anggota keluarga Pratomo mulai kembali ke negara masing-masing dengan pesawat pribadi. Dan para keluarga di New York pun sudah kembali beraktivitas seperti biasa.


Aminah sudah mewanti-wanti untuk tidak membawa-bawa nama keluarga Hamilton karena tidak mau merepotkan Ezra dan Keia.


"Jangan sombong kamu bakalan jadi menantu keluarga Hamilton, Chris. Karena kita tidak akan tahu ke depannya seperti apa. Tetaplah menjadi Chris yang selama ini Umi didik dan sayang." Aminah memberikan wejangan kepada putra angkatnya.


Dan Chris pun menuruti ucapan Aminah dan dirinya pun bersyukur uminya sudah bisa menerima Alea dan keluarganya dengan tangan terbuka meskipun awalnya agak minder. Tapi kebaikan dan cara Keia mendekati Aminah, membuat wanita berdarah Palestina itu pun bisa menerima keluarga Sultan yang dikenal humble.


***


Dua Bulan Kemudian


Fayza dan Pramana sudah bersiap-siap untuk terbang ke Seoul untuk urusan bisnis disana. Keduanya pun diantarkan oleh Ashley Sky ke bandara JFK. Meskipun sempat tidak setuju keduanya memakai pesawat komersial, tapi Fayza meyakinkan Ashley bahwa mereka baik-baik saja.


Sepasang kekasih yang hendak lamaran itu pun berpamitan dengan Ashley dan Pandu. Dan Ashley dalam hatinya berdoa agar putri dan kekasihnya selamat sampai di Seoul.


***


AJ Corp Building Manhattan New York


Alea sedang menyelesaikan gambar terakhir ketika mendengar berita kecelakaan pesawat Emirates jurusan New York - Seoul, langsung melongo tidak percaya.


"Ya Allah, mbak Fay dan mas Pram" bisiknya dan tak lama Keia pun masuk ke dalam ruangan putrinya.


"Lea! Kakakmu Fay dan Pram kecelakaan!"


Alea langsung lemas.


***


Berita kecelakaan Fayza dan Pramana pun langsung menyebar ke seluruh keluarga besar Klan Pratomo. Semua berharap mendapatkan hasil yang membuat tenang tapi yang ditemukan di lokasi, Marco berhasil mengenali jenazah Pramana. Bryan Smith membantu pencaharian pihak SAR dengan menggunakan alat sonar canggih bersama dengan tim SAR Jepang dan Amerika yang berada di Okinawa.


Ashley dan Kristal yang tiba di Seoul bersama Pandu yang langsung melakukan test DNA membuktikan bahwa benar itu jenazah Pramana, adiknya.


Berita duka itu membuat keluarga Shailendra dan Sky khususnya serta keluarga besar Pratomo umumnya sedih luar biasa. Apalagi Fayza belum ditemukan baik jenazah atau apapun tanda dirinya.


Pandu membawa jenazah adiknya ke Jakarta untuk dimakamkan disana seusai permintaan sang ayah Shailendra yang sudah pensiun.


Ashley dan Kristal tetap tinggal di Seoul sampai semua jenazah ditemukan. Tapi hingga seminggu, putri mereka tetap tidak ada dimana-mana.


Mendung di keluarga Pratomo masih berlanjut ketika mereka mendapatkan kabar bahwa Mamoru Al Jordan meninggal di Den Haag karena penyakitnya.


Alea mendengar kabar opanya meninggal saat makan malam bersama dengan Chris langsung menangis tersedu-sedu di pelukan kekasihnya.


Kisah Fayza berlanjut di Love and Revenge of Mr Mafia


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaa gaeesss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️