
11th Street Café
Alea menatap Chris dengan sedikit menunduk. "Kenapa memanggilku seperti itu?"
"Seperti apa?" balas Chris bingung.
"My Humaira."
Chris tertawa kecil. "Karena pipimu gampang memerah, Alea. Nama Humaira ini dipercaya sebagai nama panggilan untuk istri Nabi Muhammad SAW, yakni Aisha RA. Aisha dipanggil dengan sebutan ini karena memiliki pipi merah merona. Sama kan dengan dirimu yang mudah bushing."
Alea semakin menunduk dengan pipi merona. "Tapi aku bukan Aisha..."
"Iya kamu bukan Aisha RA tapi kamu Alea Hamilton yang punya pipi sama dengan Aisha. Kalau kamu keberatan aku memanggil begitu, aku tidak akan..."
"Nggak papa tapi jangan di depan keluargaku" potong Alea cepat.
"Kenapa?" tanya Chris.
"Keluargaku julid!" cebik Alea sambil manyun yang hapal dengan kelakuan para sepupunya.
Chris tertawa. "Bagaimana kalau Sabtu depan kita jalan-jalan, Alea."
"Aku tidak bisa Chris."
"Kenapa?"
"Karena aku harus ke Dubai. Kakakku Direndra akan segera menikah disana dan acaranya padat jadi kami semua berada di Dubai seminggu lebih."
Chris pun mengangguk paham. "Atau Sabtu lusa? Ini kan hari Kamis."
Alea hanya menatap bingung. "Ya... yakin?"
"Kenapa tidak. Aku jadwal libur, kamu pun. Aku akan ke rumahmu" jawab Chris tegas.
Alea menggigit bibir bawahnya. Apa kata daddynya kalau tiba-tiba ada pria datang dan mengajaknya jalan naik motor? Bisa - bisa Daddy kebakaran jenggot meskipun tidak punya jenggot.
"A..aku bilang pada mommy dan Daddy dulu ya. Takutnya...mereka kaget."
Chris mengangguk. Memang keluarga Sultan itu berbeda. Apa mereka mau menerima aku yang orang biasa ya?
"Aku... harus kembali ke kantor, Chris. Sudah jam setengah dua." Alea melirik ke pria itu.
"Oh? Ya Allah, maaf kita kelamaan ngobrol padahal kamu masih kerja." Chris menatap Alea dengan tatapan menyesal. "Aku bayar dulu makanan kita."
"Aku yang ba..."
"No Alea. Aku tahu uang kamu banyak, tapi aku laki-laki dan aku yang mengajak kamu makan siang. Bisa dimarahi umi nanti aku kalau membiarkan seorang wanita membayari" potong Chris yang membuat Alea melongo.
Umi? Jadi dia memanggil Bu Aminah dengan panggilan Umi?
Chris pun menuju kasir dan yang melayani adalah David dengan wajah masam. Chris sendiri mengacuhkan apalagi Alea berdiri di sebelahnya membuat David semakin jutek.
"Semuanya $45,88 sudah termasuk tax" jawab David dingin. Chris pun membuka dompetnya dan mengambil selembar $50 lalu diberikan kepada David.
"Ini kembaliannya!" ucapnya sedikit kasar namun sebelum Chris menerima uang itu, sebuah tangan ramping dengan tangan kiri mengambil uang itu.
"Jangan kasar sama konsumen." Alea menatap tajam ke David. "Ayo Chris!"
Chris hanya mengikuti Alea dengan bingung dan melihat wajah David sedikit terperangah melihat sikap Alea.
Setelah di luar café, Alea memberikan uang kembalian itu dengan tangan kanan. "Kembalian kamu."
"Kamu nggak kidal kan?" tanya Chris bingung.
"Tidak tapi dikeluarga kami, meskipun kidal, untuk menerima sesuatu harus memakai tangan kanan. Tangan kiri itu tidak sopan makanya tadi saat David tidak sopan padamu, aku balas saja."
Chris tersenyum. "Alea, meskipun begitu, disini tidak masalah menerima dengan tangan kiri atau kanan."
"Aku tahu tapi aku memang ingin melakukannya" sungut Alea kesal.
"Kamu naik apa ke kantormu?"
"Jalan kaki" jawab Alea santai.
Chris melongo. "Ayo, aku antar."
"Tapi..."
"Ayo Humaira, aku antar" ajak Chris yang sudah naik motor
Alea hanya mengangguk. Duh, alamat pengawal Daddy laporan deh!
Gadis itu pun naik ke motor milik Chris yang benar-benar maskulin dan gadis itu memegang bahu pria itu.
"Alea, pegang itu pinggang bukan bahu" kekeh Chris dari balik helmnya.
"Eh? Tapi aku tidak pakai helm?" Alea lalu menurunkan tangannya di pinggang Chris.
"Kan cuma satu blok? Nggak masalah." Chris menoleh ke Alea. "Sudah siap?"
Alea mengangguk. Chris pun memegang tangan Alea dengan tangan kiri agar memeluknya membuat gadis itu merona.
"Pegangan ya Alea." Chris pun menjalankan motornya membuat Alea memeluk erat pinggang pria itu.
***
Ezra menatap tidak percaya putrinya naik motor dengan seorang pria asing dan tanpa helm! Pria berumur 50an itu langsung menelpon istrinya.
"Kei! Kamu tahu nggak?"
"Tahu apa Ezra?" balas Keia di seberang.
"Alea naik motor tanpa helm!"
"Sama siapa? Oh, paling sama Chris. Tadi Alea sudah ijin sih sama aku kalau diajak makan siang sama..."
"Chris siapaaaa Kei?"
"Oh namanya Chris Bradford, officer NYPD temannya Joey" jawab Keia santai.
"Sayangku, kenapa kamu tidak cerita?" Ezra mengusap wajahnya kasar.
"Lha tadi malam yang aku ajak cerita tapi langsung ngorok siapa?" kekeh Keia.
"Kamu hutang cerita sayangku" ucap Ezra penuh penekanan.
"Iya iya, nanti aku cerita" gelak Keia.
Setelah menelpon Keia, Ezra lalu menelpon seseorang.
"Bry, kamu ada waktu?"
"Pasti cari aib" gelak orang di seberang.
"Bingo!"
"Siapa kali ini Zra?" tanya Bryan Smith.
"Officer Chris Bradford. Polisi NYPD."
"Tumben. Ada apa Ezra sampai kamu tanya officer? Apa alasan kamu?"
"Alea diboncengi dia tanpa helm!" jawab Ezra judes.
"Haaaaahhh?"
***
AJ Corp Building
Alea tiba di gedung kantornya dengan wajah berseri-seri bisa naik motor. Daddynya selalu melarang dirinya berboncengan dengan para sepupu prianya karena takut tergores sedikitpun meskipun itu hanya alasan tidak masuk akal.
"Terima kasih Chris" ucap Alea dengan sumringah.
"Sama-sama Alea. Sabtu pagi aku ke rumahmu ya. Oh, bisa minta alamatmu?" Chris bersiap dengan notes di tangan.
Alea terbahak. "Chris, kamu tidak sedang menangani kasus. Nanti aku kirim lokasinya."
Chris pun nyengir. "Kebiasaan. Aku pulang dulu my Humaira. Assalamualaikum."
"Wa'alaikum salam. Hati-hati" senyum Alea. Chris pun mengangguk dan menjalankan motornya masuk ke jalan padat area Manhattan.
"Senang naik motornya?"
Alea berbalik dan tampak Alaric disana.
"Bang Al!" seru Alea sambil merangkul siku kakak sepupunya. "Senang soalnya aku sudah lama ingin naik motor tapi nggak dikasih Daddy."
"Besok kalau ke Dubai, Abang bonceng kamu naik Ducati. Gak usah bilang Oom Ezra. Nanti kita ramai - ramai saja, kan stok motor banyak di garasi." Keduanya pun masuk ke dalam gedung AJ Corp dan menuju lift khusus milik Keia Al Jordan.
"Iya iya yang Sultan. Koleksi sampai berjibun. Ngomong-ngomong, Benji udah ganti Ford GT Abang yang penyok belum?"
Alaric menepuk jidatnya. "Untung kamu ingatkan! Abang lupa dan mana dia sok bikin skripsi pula!" Alaric mengambil ponselnya dan langsung menelpon si bontot. Sengaja di loud speaker panggilannya.
"Apa bang Al? Benji lagi pusing ini!"
"Eh Benjiro Smith! Kapan elu mau benerin Ford GT aku? Udah hampir tiga bulan ini!" hardik Alaric galak.
"Haaaaahhh? Kok ya masih diingat sih?" gumam Benji.
"Benjiiiii!"
"Benji sibuk! Bye !" Benji pun langsung mematikan panggilan Alaric.
"Lha ? Cumi satu itu malah matiin? Kampret!" omel Alaric sedangkan Alea tertawa terbahak-bahak.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️