
New York City
Joey mendatangi Alea di kantor AJ Corp bersama dengan Georgina dan Luca serta Emi. Tujuannya adalah menemui adik dan tantenya disana.
"Jadi kalian mau ke Paris?" tanya Keia Al Jordan menatap keempatnya.
"Iya, Abi dan Rama juga. Hideo berhasil mendapatkan Fayza lagi dan hasil penyelidikan Oom Levi, mereka ke Paris dari Seoul. Jadi kami hendak ke London kumpul disana sambil menggodok strategi untuk mendapatkan Fay kembali" jawab Joey.
"Tapi kami mau menitipkan Blaze dan Duo L ke tante dan Alea karena nggak mungkin titipin ke Gandari dan Reana karena mereka juga mengurus Bayu dan Duo R" sambung Georgina.
Keia dan Alea menatap para keponakan dan sepupunya.
"Tidak masalah, titipkan saja di Hampton. Soal sekolah, kan bisa Tante atau Alea antar nanti" ucap Keia.
"Syukurlah Tante dan Alea mau dititipkan anak-anak sebab meskipun kami ada nanny atau pun pengawal, tetap saja lebih nyaman kalau bersama dengan keluarga sendiri." Emi menatap Keia dan Alea dengan tatapan hormat.
Istana Al Jordan Dubai UAE
Direndra memboyong Raana dan putranya Damian ke istana keluarga Daddynya. Hot Daddy itu memilih menitipkan keluarga kecilnya dengan Oom Tante dan Opa Omanya di istana Al Jordan daripada di istananya sendiri.
Sabine dan Paradina sendiri tidak masalah karena mereka senang kedatangan cucu gembulnya dan Zinnia sangat senang kedatangan adiknya.
"Jadi kalian ke London dulu?" tanya Sabine.
"Iya mom. Kumpul di London dulu" jawab Ayrton.
"Opa, Oma, Oom, Tante, Mariana ... Aku titip Raana dan Damian ya" pinta Direndra yang memilih tidak membawa gelarnya kali ini, begitu juga dengan Ayrton dan Alaric.
"Bagaimana dengan peralatan kalian?" tanya Reyhan.
"Kata Mas Rama dan Mas Rajendra, don't worry" jawab Alaric.
"Apa mau pakai koleksi Opa Edward?" tanya Sabine ke Reyhan.
"Aku tidak tahu, Bine" sahut Reyhan. "Tapi aku yakin mereka pasti sudah persiapan."
"Ay, Rendra, Al... Jangan sampai kena tembak. Pertama nyawa bisa melayang, kedua nggak enak!" celetuk Sabine. Karl, suaminya memilih stay di London membantu Arjuna dan Aidan.
"Al Azzam siapa yang pegang, Rendra?" tanya Oma Tamara.
"Ada paman Iqbal disana, Oma."
"Syukurlah, soalnya kalian berdua kan tidak ada di tempat."
***
Silverstone Northamptonshire Inggris
Enzo menatap pesan saudara - saudaranya yang memberikan ucapan selamat menang di Silverstone. Kemarin Enzo memang menjuarai Silverstone lagi dan peringkatnya tetap di nomor satu.
"Kamu mau pulang ke hotel atau ke tempatnya Georgina?" tanya asistennya.
"Aku ke tempat Georgi saja. Hatiku tidak enak" sahut Enzo.
"Memangnya ada apa?"
Enzo hanya tersenyum tipis. "Family business."
***
London, Inggris
Rombongan Dubai pun tiba di Heathrow Airport dan dijemput oleh Rajendra. Keempatnya langsung berpelukan saat mengetahui adik mereka masih hidup.
"Oom Ashley gimana mas?" tanya Alaric.
"Ngamuk yang jelas. Apalagi Fay amnesia, tidak mengenali semuanya! Kata Tante Kristal pas cerita ke mama, Fay hanya cari Hideo." Rama menatap adiknya dari spion.
"Kayaknya benar yang diperkirakan Oom Levi, Fayza jatuh cinta dengan Hideo Kojima Park" gumam Direndra.
"Apa kamu keberatan memiliki ipar mafia Silver Shining?" tanya Rajendra.
"Mas, aku tuh yang penting Fayza masih hidup, diopeni dengan baik oleh Hideo bahkan dinikahi dan sekarang mereka akan memiliki anak. Bagi aku, selama Hideo tidak kurang ajar sama Fay dan mencintai Fay, aku tidak keberatan. Karena jika kita memaksa untuk mereka berpisah, aku tidak yakin itu jalan yang terbaik karena yang memiliki hidup mereka berdua dan yang tahu isi hati masing-masing ya mereka berdua. Hideo pasti sudah tahu konsekuensinya menikahi Fay tanpa ijin Oom Ashley..." Direndra terdiam.
"Kenapa mas?" tanya Alaric.
"Aku takut Oom Ashley sendiri yang akan menghabisi Hideo." Direndra menatap ke ketiga sepupunya dengan wajah memucat.
"Kayaknya nggak sampai segitunya, Rendra. Aku yakin, Opa Javier pasti tidak akan tinggal diam jika sampai Oom Ashley akan mencabut nyawa Hideo. Dan Fayza sendiri bisa membenci Oom Ashley jika sampai membunuh suami dan calon ayah dari bayinya" ucap Ayrton.
"Nanti biar mas bilang sama Daddy dan Oom Aidan agar bisa mengawal dan mengawasi Oom Ashley agar tidak kebablasan." Rajendra menoleh ke arah adik-adiknya.
***
Rombongan Dubai tiba di mansion Blair dan disambut para sepupu mereka lainnya yang sudah tiba terlebih dahulu.
"Raana dan Damian dimana Rendra?" tanya Abi setelah para Emir itu menyapa Hoshi, Rama dan Astuti.
"Di istana Al Jordan. Aku titipkan ke Mariana, Oom Reyhan, Tante Paradina dan Tante Sabine. Bukan apa-apa, mas daripada di istana sendirian bersama eyang Aisyah" jawab Direndra.
"Eyang Aisyah kamu bawa ke Al Jordan juga?"
"Tadinya sih ta ajak gitu tapi eyang tidak mau jadi tinggal di istana bersama dokter Ghauth dan paman Iqbal. Semenjak Eyang Kakung mangkat, eyang putri memang tidak mau jauh-jauh perginya."
Abi mengangguk. "Tahu lah gimana. Wong Opa Duncan saja sekarang kalau Om Rhea sibuk di dapur, nggak mau jauh-jauh padahal biasanya duduk di ruang tengah tapi sejak kesehatannya menurun, tidak mau jauh."
"Mbak Gandari nggak ikut?" tanya Alaric.
"Lha Bayu gimana?"
"Eh iya yaaaa" cengir Alaric.
"Nura gimana Al? Sekarang di negara mana?" tanya Abi yang tahu tunangan Alaric setelah menyelesaikan studinya dan menjadi dokter bedah, memilih ikut Doctors without Borders.
"Terakhir sih ke Bangladesh" jawab Alaric.
"Tetap ada pengawal kan?" tanya Abi.
"Tetap mas. Dua pengawal wanita yang merangkap sebagai asistennya. Aku tidak mau Benben kenapa-kenapa di daerah konflik dan medannya kita tidak tahu."
Abi memepuk bahu adiknya. "Insyaallah kalian akan segera menuju halal."
"Aamiin."
***
New York
Chris baru saja menyelesaikan laporannya ketika ponselnya berbunyi dan tampak nama 'My Humaira' di layar.
"Assalamualaikum Alea" sapa Chris.
"Wa'alaikum salam. Chris, masih ada pekerjaan tidak?" tanya Alea lembut seperti biasanya.
"Sudah selesai Alea. Ini aku sudah selesai membuat laporan. Bagaimana?"
"Bisa jemput aku? Aku hendak menjemput tiga keponakan aku di rumahnya."
"Certainly. Aku sampai di kantor mu setengah jam lagi."
"Thanks Chris."
***
Kediaman Al Jordan - Bianchi
Chris dan Alea tiba di sebuah apartemen yang terletak dekat dengan Central Park West area.
Keduanya pun masuk setelah penjaga membukakan pintu berdasarkan permintaan Blaze Bianchi. Chris dan Alea tiba di sebuah pintu apartemen di lantai lima.
Blaze tersenyum melihat siapa yang datang setelah seorang pengawal membukakan pintunya.
"Tante Alea, Oom Chris" sapa gadis berusia tujuh tahun itu. "Leia! Luke! Ayo ke Hampton!"
"Memang orang tua Bee dan duo L kemana Alea?" tanya Chris sambil berbisik. Tadi dia tidak menanyakan sebab dipikir Chris, mereka hanya akan datang berkunjung.
"Pergi ke London, semuanya."
"Ada acara apa di London?"
Alea menatap Chris. "Membawa mbak Fay pulang."
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️