
Kazuo's Bed and Breakfast Silverstone Northamptonshire Inggris
Georgina membuatkan secangkir teh chamomile agar hati Enzo lebih tenang. Keduanya kini berada di halaman belakang, tempat favorit Enzo selama dulu menginap disini.
"Chamomile?" tanya Enzo saat mencicipi teh buatan Georgina.
"Iya, biar mood kamu baik lagi." Georgina tersenyum ke arah Enzo. "Aku tidak tahu permasalahan kamu Mr Al Jordan, tapi jika disini bisa membuat kamu tenang, silahkan saja."
"Georgi..."
"Ya?"
"Panggil Enzo saja, jangan Mr Al Jordan."
Georgina tersenyum. "Okay... Enzo. Kamu disini dulu ya, aku hendak menyiapkan makan siang." Gadis itu pun berdiri untuk berjalan masuk ke dalam hotel.
"Georgi..."
Georgina berhenti dan menoleh ke arah Enzo. "Ya Enzo?"
Enzo menatap Georgina. "Terima kasih."
Georgina tersenyum. "You're very welcome." Gadis itu lalu masuk ke dalam dan Enzo menikmati pemandangan halaman belakang penginapan sambil menikmati teh dan beberapa camilan yang disediakan.
Yang butuh healing...
***
Catalunya Spanyol
Marcello memaki-maki Jack habis-habisan karena sesungguhnya dia lebih kesal kehilangan Enzo daripada asisten bloonnya ini. Hanya karena Marcello berjanji dengan kakeknya untuk memberikan pekerjaan buat cucu angkatnya, dia tidak bisa memecat Jack.
"Kamu ikut dengan Enzo sudah berapa lama?" bentak Marcello. "Berapa lama?"
"Hampir...empat tahun" bisik Jack.
"Harusnya kamu sudah hapal kemauan Enzo! Selama empat tahun Enzo disini, di Ferrari, sudah dua kali juara dunia! Dan dia bukan king of drama, bukan diva, Jack! Permintaannya tidak ada yang aneh-aneh! Tapi berapa kali kamu mengecewakan Enzo? Hampir setiap saat! Dan ini yang fatal, benar-benar fatal! Aku tidak mau tahu ya Jack, koper Enzo harus ketemu! Apapun caranya!" omel Marcello.
Dibandingkan dengan pembalap lainnya yang baru naik daun sedikit sudah sok diva, Marcello bersyukur Enzo bukan tipe orang yang sok rewel. Dia hanya meminta kamar besar di setiap menginap di hotel dan makanan halal. Tidak pernah minta aneh-aneh karena mungkin karena dia adalah seorang Emir di Dubai yang sudah biasa hidup mewah.
Semalam Enzo bertengkar hebat dengan Marcello yang sudah tidak tahan dengan kecerobohan Jack. Dan Marcello berada di persimpangan hingga dia memilih salah satu.
"Jika Enzo musim depan tidak mau di Ferarri, aku salahkan kamu sebagai biang pindah nya Enzo. For God's sake, Jack! Kita sebentar lagi juara dunia lagi, dan McLaren serta Petronas sudah mengincar Enzo lama. Bisa-bisa dia pindah setelah juara besok dan semua itu gara-gara kamu! Dan mulai detik ini, kamu tidak menjadi asistennya Enzo lagi! Kamu aku tempatkan di bagian logistik kru lainnya. Tidak ada kamu bersama Enzo!"
Jack hanya menunduk. Enzo memang jarang marah tapi memang kecerobohan dirinya kali ini sangat fatal.
"Sekarang... Enzo kemana, Mr Ferarri?"
"Minggat! Entah kemana ! Katanya mau cooling down!" Marcello mengusap kepalanya kasar. Bahkan aku pun tidak tahu anak itu kemana!
***
Kazuo's Bed and Breakfast Silverstone Northamptonshire Inggris
Enzo duduk bersama dengan Georgina di depan perapian. Meskipun masuk musim panas, tapi cuaca Inggris sering membagongkan apalagi malam ini terasa dingin.
Georgina membuatkan hot Choco untuk Enzo dan keduanya berada di ruang tengah yang bergaya sangat Inggris.
"Jadi koper bajumu hilang gara-gara asistenmu?" tanya Georgina sambil menatap Enzo.
Malam ini tidak banyak tamu jadi Georgina dan pegawainya bisa selesai cepat. Jam di dinding menunjukkan pukul sembilan malam dan penginapan pun sudah tutup operasional.
"Aku mungkin tidak memikirkan barang-barang yang di dalam karena bisa beli lagi tapi cerobohnya itu yang membuat aku jengkel! Dia jauh lebih ceroboh dari adik sepupuku, Safira."
Georgina tersenyum. "Adikmu juga ceroboh?"
"Ohya malah pernah ditahan di pihak keamanan bandara setelah di dalam tas Hermès nya terdapat scalpel."
"Yup. Dia kan anak kedokteran dan entah gimana caranya scalpel itu masuk ke dalam tasnya membuat kita semua tepok jidat. Kakak sepupuku, Hoshi, habis marahin Safira sampai nangis kejer" kekeh Enzo.
"Ya ampun kasihan. Lalu Safira gimana sekarang? Apa masih ceroboh?"
"Untungnya sudah mulai berkurang setelah menikah dengan Bagas. Suaminya benar - benar mengontrol semua perilakunya agar tidak ceroboh."
"Syukurlah."
"Kamu sendiri? Cerita dong tentang siapa dirimu" pinta Enzo sambil menyesap hot Choconya.
"Ayahku, Kenta, adalah orang Jepang yang jatuh cinta dengan Inggris saat dirinya kuliah di Oxford. Disana dia bertemu dengan ibuku, Shanna yang keturunan Malaysia dan keduanya menikah secara Islam setelah ayah mualaf. Dan mereka jatuh cinta dengan penginapan ini yang dulunya sangat sangat bobrok. Akhirnya mereka bisa membelinya dengan harga murah lalu merenovasi sedikit demi sedikit.
Dan penginapan kami menjadi seperti sekarang. Aku lahir dua tahun setelah mereka menikah dan aku pun mengambil kuliah jurusan perhotelan di London. Disaat aku hendak wisuda, kedua orangtuaku perjalanan ke London tapi seorang pemabuk mengemudi sembarangan membuat kecelakaan di jalan tol mengakibatkan empat mobil tabrakan dan lima orang meninggal termasuk kedua orangtuaku."
Enzo menggenggam tangan Georgina seolah memberikan kekuatan untuk gadis itu.
"Si pemabuk gimana?"
"Tewas di tempat kejadian."
Enzo hanya menghela nafas panjang. "Lalu kamu memutuskan untuk meneruskan usaha orang tuamu?"
"Iya, ini kan warisan mereka dan aku besar disini. Aku baru keluar dari sini saat kuliah."
"Apakah pendapatan kamu cukup Georgi?"
"Alhamdulillah. Aku masih bisa menabung dan bisa menggaji para pegawai serta membayar tagihan. Kami memang tidak ramai tapi setiap hari ada yang makan disini."
Enzo mengangguk. Dan memang penginapan Georgina selalu ramai setiap makan malam. Enzo tahu pada saat menginap sebelumnya apalagi masakan Georgina memang lezat dan setiap hari berganti menu meskipun dalam seminggu temanya sama. Misal Minggu ini temanya daging, menunya akan mengandung daging dengan masakan yang berbeda.
"Tapi kamu tidak apa disini? Bagaimana jika kamu akhirnya menikah?" tanya Enzo.
Georgina tersenyum. "Aku baru 23, Enzo. Dan soal menikah masih jauh dari pemikiran aku. Andaikata aku menikah, tentu saja aku ikut suamiku dan penginapan ini tetap aku awasi via online."
Enzo mengangguk.
"Oh aku mau tanya Zo."
"Ta jawab."
Georgina tersenyum mendengar ucapan Enzo. "Kamu kenapa memeluk aku tadi pagi? Bahkan bilang 'Tadaima'?"
"Karena aku merasa seperti pulang ke rumah disini dan kamu adalah rumah tujuanku" jawab Enzo gamblang.
Georgina melongo. "Hah?"
"Georgina, mungkin kita baru sebentar bertemu tapi aku sudah nyaman bersamamu. Dan aku rasa kita sudah sama-sama dewasa jadi kamu paham kan maksudku?"
Gadis itu semakin melongo. "Enzo... tolong jelaskan agar aku tidak salah persepsi."
"Aku menyukaimu dan mungkin mulai mencintaimu karena aku merasa nyaman saat tadi memelukmu. Kamu boleh bilang aku gombal atau mengada-ada tapi aku bukan tipe pria basa basi, apa adanya. So, mau kan kamu jadi kekasihku?"
Georgina hanya bisa menatap Enzo dengan wajah bingung.
"Kamu menggemaskan Enzo!" ucapnya sambil tertawa namun wajahnya memerah.
"Haaaaahhh?"
Mbak Georgi, kalau gugup ngomongnya jadi ngaco. Otak dan mulut jadi gak sinkron
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️