The Four Emirs

The Four Emirs
Enzo Al Jordan



Silverstone, Northamptonshire Inggris


"ARE YOU F***ING KIDDING ME!" bentak Enzo yang dongkol luar biasa karena hotel yang biasa mereka pakai untuk latihan di Silverstone diborong oleh hampir semua tim balap formula satu sedangkan pihaknya hanya mendapatkan kamar kecil.


Yang benar saja! Gue Enzo Al Jordan, juara dunia dua kali dapat kamar yang sama kamar mandi kamarnya di istana Al Jordan hanya separonya!


"Ini karena banyak pentinggi otomotif..."


"GUE KAGAK BUTUH ALASAN ELU YA, JACK! Sudah! Gue cari sendiri! TIDAK BERGUNA KALIAN!" Semua tim Enzo sudah hapal darah panasan pria itu. Pria itu lalu keluar sambil membanting pintu kamar hotelnya.


Hanya gara-gara tim publikasinya lambat booking, Enzo mendapatkan kamar yang menurutnya sangat sempit dan membuat claustrophobianya muncul. Enzo memang memiliki kelemahan tidak bisa di kamar sempit tapi dia tidak ada masalah jika di lift atau dalam mobil balapnya.


Enzo mengambil mobil Ferrari SF90 yang disiapkan untuknya untuk mencari angin. Dia butuh udara bebas dan mobilnya yang convertible membuat Enzo bisa menghirup udara Inggris yang lembab dengan nyaman.



Ferrari SF90


Pikiran Enzo sedikit bercabang karena Minggu ini dia harus menyelesaikan balapan di Silverstone karena Minggu depan dia harus mengahdiri pesta pernikahan Direndra dan Raana. Enzo satu-satunya Emir yang belum memiliki pasangan meskipun gosip bertebaran bahwa dia berkencan dengan banyak artis dan model.


Enzo menikmati publikasi seperti itu yang membuat popularitas nya naik dan dirinya belum mendapatkan butterfly in my stomach ke para gadis - gadis yang mendekati dirinya.


Pria itu memacu mobilnya dengan kecepatan yang diterapkan aturan lalu lintas Inggris dan dia tidak ingin SIM Internasional nya kena tilang.


Entah sudah berapa lama Enzo menyetir tanpa arah dan dirinya baru sadar kalau dirinya tersesat.


"Lha gue dimana ini?" Enzo celingukan dan mulai membuka google map nya dan baru sadar dirinya berada 30 kilometer dari Silverstone.


Enzo pun memutar balik mobilnya dan setelah beberapa kilometer, dirinya melihat sebuah penginapan yang terdiri dari dua lantai. Bangunan dengan cat putih dan khas penginapan Inggris itu tampak bersih dan nyaman.



Tanpa berpikir dua kali, Enzo membelokkan mobilnya ke dalam halaman hotel itu. Pria itu pun turun dari mobilnya dan masuk ke dalam penginapan itu.


Harum bau masakan membuat cacing dalam perutnya demo dan di ruang tengah penginapan itu hanya ada beberapa orang meskipun ini sudah masuk jam makan siang tapi tampak sepi. Enzo pun berjalan menuju meja resepsionis yang kosong dan pria itu menekan bel.



Ruang makan hotel


Tak lama seorang gadis berdarah Asia dan Enzo yakin berdarah Jepang, keluar dari balik dapur dengan masih mengenakan apron.


"Ya? Mau lunch atau mau menginap?" tanya gadis itu dengan wajah ramah.


"Lunch dulu. Apa menu hari ini?" tanya Enzo asal karena dirinya juga tidak tahu dimana dia.


"Hari ini beef steak, mashed potatoes, veggie dan Greek salad. Maaf jika anda pecinta pork, kami tidak menyediakan karena saya tidak makan pork" papar gadis itu.


"No problem, saya juga tidak makan pork karena tidak boleh" senyum Enzo.


Wajah gadis itu tampak sumringah. "Assalamualaikum."


"Wa'alaikum salam" balas Enzo manis. "Aku mau dong menu makan siangnya."


"Oke, silahkan duduk Mr...?"


"Enzo. Enzo Al Jordan."


Gadis itu terkejut. "Astaghfirullah! Kamu pembalap itu?"


"Busted!" cengir Enzo.


"Silahkan duduk Mr Al Jordan. Pesanan anda akan segera datang" pamit gadis itu.


"Hei, siapa namamu?" tanya Enzo.


"Georgina. Georgina Kazuo."



Introducing Georgina May Kazuo


***


Silverstone Northamptonshire Inggris


Tim Ferrari kebingungan karena pembalap utamanya menghilang akibat ngambek mendapatkan kamar yang menurutnya kecil. Bahkan direktur utama Ferarri pun sampai memarahi semua orang disana.


"Saya tidak perduli! Cari Enzo sampai dapat! Kalian benar-benar tidak becus! Sudah tahu Enzo tidak bisa di kamar ukuran kecil, masih saja kalian tidak bisa mengurus! Padahal permintaan Enzo hanya itu!" bentak Marcello Ferarri.


Semua orang disana pun berbondong-bondong mencari driver utama mereka.


***


Enzo menikmati steak buatan Georgina Kazuo yang menurutnya sangat enak. Meskipun gegara lapar tapi masakannya memang enak! Pria itu melihat sekelilingnya dan tampak Georgina sendiri yang melayani dibantu oleh empat orang pegawainya.



Setelah jam makan siang selesai dan gadis itu membersihkan sisa - sisa kotoran yang berada di ruang makan, Enzo memberanikan diri mendekati Georgina.


"Georgi" panggil Enzo yang membuat gadis itu menoleh.


"Kamu panggil apa?" tanya Georgina sambil tersenyum.


"Georgi. Soalnya tidak mungkin aku memanggil kamu Georgina, George, Gina atau G karena nama itu sudah diborong oleh kakak ipar ku."


"Ohya, dan dia sangat - sangat bar-bar" senyum Enzo.


"Anda tunggu sebentar ya, aku bereskan dulu. Anda mau kopi atau ocha?" tawar Georgina.


"Ocha asli Jepang?"


Georgina mengangguk.


"Ocha saja kalau begitu" ucap Enzo.


"Chotto matte kudasai."


"Douzo ( silahkan )."


***


Enzo dan Georgina duduk berhadapan di meja Enzo sedangkan para pegawainya beristirahat.


"Apakah setiap hari seperti ini?" tanya Enzo.



Enzo Al Jordan


"Maksudnya?"


"Makan siangnya hanya sedikit?" Enzo menatap Georgina sambil menyesap ochanya.


"Sedikit pengunjung maksudnya? Memang sih, apalagi hotel dan tempat makan ini jaraknya lima belas kilometer dari sirkuit Silverstone jadi agak lumayan. Biasanya ramai menjelang balapan tapi itu besok baru pada datang para tamu kami."


"Boleh aku lihat kamarnya?" tanya Enzo.


"Kenapa memangnya Mr Al Jordan?"


"Siapa tahu aku memilih menginap disini."


***


Enzo dan Georgina pun naik ke lantai dua dan satu - satunya kamar yang masih available. Enzo terkesima dengan bagaimana bersih dan rapih nya kamar itu serta ukurannya yang sesuai dengan dirinya.



"Ini masih kosong kan?" tanya Enzo.


"Masih."


"Aku booking ini ya. Sekarang" ucap Enzo penuh penekanan.


"Are you sure, Mr Al Jordan?"


"Kenapa memangnya Georgi?"


"Bukankah agak jauh dari sirkuit?" Georgina menatap pria tinggi itu.


"Tahu nggak, aku dapat kamar yang kecil dan membuat aku tidak nyaman. Aku suka kamar yang luas dan lapang tapi tidak sebesar lapangan sepak bola juga."


Georgina tertawa. "Oke Mr Al Jordan, mari kita selesaikan administrasi nya."


Keduanya pun turun ke lantai satu untuk menyelesaikan administrasi dan pembayaran makan siangnya.


"Anda mau menginap berapa lama, Mr Al Jordan?" tanya Georgina sambil memasukkan data Enzo ke dalam komputer.


"Sampai Senin."


"Enzooo!"


Enzo dan Georgina menoleh dan tampak tiga orang dari Ferrari datang menghampiri mereka berdua.


"Akhirnya kami menemukan kamu! Habis kami dimarahi oleh big boss!" ucap salah satu asistennya.


"Kalian pulang saja! Aku menginap disini!" hardik Enzo.


"Tapi Zo..."


"Bilang sama Marcello, aku menginap disini malam ini dan aku tidak akan datang ke acara pesta karena mood aku sedang jelek sekarang!" pendelik Enzo.


"Enzo, don't be so diva please" pinta asistennya lagi.


Wajah Enzo mengeras. "Dengar, kapan aku bersikap sebagai diva? Baru kali ini saja dan kalian sudah heboh! Bagaimana jika aku seperti Mariah Carey atau Tiger Woods? Kalian akan lebih stress tahu! Aku hanya minta kamar besar saja sudah berapa kali kalian tidak becus? Sudah, aku nginap sini dan aku akan datang besok pagi untuk latihan!"


Ketiga orang itu hanya bisa mematung. Jika Enzo ngambek, bakalan bisa jelek balapan lusa.


Simalakama deh!


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa gaeesss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️