
Kediaman Arjuna dan Sekar McCloud.
Enzo benar-benar memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan apalagi Georgina menawarkan diri untuk membantu menyuapi dirinya. Tentu saja sepupunya, Alaric menatap judes karena dirinya kesal harus mundur meminang Nura dua tahun lagi.
Aidan dan Thara pun datang ke rumah sepupu mereka itu apalagi mendengar si bontot Blair main terbang ke Barcelona seenaknya sendiri gara-gara habis bertengkar dengan Nura.
Alaric memang sempat bertengkar dengan Nura karena menganggap gadis itu lebih memikirkan kariernya daripada dirinya yang membuat bontot dari Aidan Blair itu memilih cooling down.
Pria tampan itu memang sudah melakukan doa sepertiga malam, begitu juga dengan Naura. Tapi entah kenapa meskipun keduanya mengalami mimpi yang sama, ada saja yang membuat Alaric harus bersabar.
Kayaknya ada ya jodoh dipending lama?
"Kamu kenapa Al?" tanya Sekar.
"Benben. Mundur acara nikahnya."
"Lha kenapa?" tanya Arjuna.
"Benben ditawari pekerjaan dokter beyond Borders dan langsung mengiyakan padahal aku tidak setuju dia ke daerah konflik. Tapi aku kan baru tunangannya belum jadi suaminya, mau bilang apa."
"Al, mungkin Allah punya rencana lain untuk kamu. Apalagi kamu sekarang harus serius bekerjanya, bukan main-main macam dulu. Dan itu yang ingin dilihat Nura, kamu bertanggungjawab atas tugas kamu, tidak seperti sekarang yang seenaknya main pergi sana sini dan tidak ada tanggungjawab nya. Bisa jadi Nura berpikir, apakah kamu bisa menjadi imam yang baik kalau di pekerjaan kamu seenaknya. RR's Meal kamu tinggal, main serahkan ke Abraham. Pembangunan instalasi listrik tenaga Surya juga Direndra dan Ayrton yang sibuk, tapi kamu nggak. Menclok sana, menclok sini macam tupai" tegur Aidan ke putra bontotnya.
"Rasa tanggung jawab kamu yang kurang Al. Mommy tahu kamu masih muda tapi kamu lihat adikmu Benji, meskipun skripsinya harus dibantu Abi, pekerjaan yang diberikan padanya pasti diselesaikan. Atau kamu lihat Alea. Dia masih muda tapi tanggung jawab dengan pekerjaannya. Lha kamu? Tentu saja Nura jadi ragu sama kamu" timpal Thara. "Dikurangilah acara main-mainnya, kalau kamu serius, insyaallah dipercepat halalnya kamu sama Nura. Mommy tahu karena mommy seorang perempuan yang menilai apakah pria ini pantas jadi imam atau tidak."
Semua orang disana hanya terdiam karena memang tahu kalau Alaric dikenal masih seenaknya sendiri. Padahal di Hoshi, Abi, Rama dan Rajendra di usia yang sama dengan Alaric, sudah memegang peranan dalam perusahaan keluarga.
Alaric menunduk karena yang diucapkan mommy dan Daddynya adalah kenyataannya. Dirinya masih seenaknya sendiri tidak mau membantu Direndra yang sekarang bekerja sendiri kasarannya dibantu oleh Ayrton.
"Mommy dan Daddy bilang begini itu demi kebaikan kamu. Mana ada orang tua menjerumuskan anaknya? Biar kamu sadar bahwa Nura pun ingin melihat sisi dewasa kamu yang dalam hal ini adalah pola pikir" ucap Sekar sambil memeluk Alaric.
"Don't worry Al, Nura itu mencintai kamu tapi dia itu ingin mengekspresikan dirinya sebelum menjadi seorang istri seorang Emir" ucap Enzo.
"Bagaimana kamu tahu?" tanya Alaric yang meletakkan kepalanya di bahu Thara.
"Nura bilang sama Safira dan Anandhita kalau dia tidak bisa lepas darimu mau bagaimana jauhnya karena hanya kamu yang di hatinya pas dua adik kita yang jadi dokter itu mengobrol." Enzo menatap ke Georgina. "Kapan-kapan aku kenalkan ke kakak dan adik perempuan ku."
"Lho memang Georgina belum ketemu siapa-siapa?" tanya Arjuna.
"Baru bertemu Alea via video call" jawab Enzo.
***
Enzo mengajak Georgina jalan-jalan di halaman belakang setelah acara makan malam yang melow karena Alaric tampak down.
"Memangnya gadisnya Alaric siapa Zo?" tanya Georgina.
"Namanya Benazir Nura Jaziri, dulu dia dokter pribadi eyang Alaric. Sebenarnya sih Nura itu satu angkatan dengan Direndra kakak kandung Al. Mereka itu bersahabat di Harvard hanya saja baik Direndra atau Nura tidak ada chemistry. Malah Al yang jatuh cinta dengan gadis itu sejak usia 16 tahun. Nura lebih tua dua tahun dari Al."
"Lalu dia sekarang di Amerika?" tanya Georgina.
"Iya, dia ambil spesialis bedah yang kebetulan konsulennya adalah kakak sepupuku yang juga dokter bedah bernama Joey Bianchi."
"Tapi Nura hebat lho Zo. Berani ambil keputusan ikut Dokter beyond Borders karena melanglang buana kemana-mana" ucap Georgina. "Aku tahu karena dulu sempat ada tamu yang bekerja seperti itu."
"So, kita mau kencan kemana Georgi?" tanya Enzo sambil mengajak gadis itu duduk di kursi taman.
"Terserah padamu kan kamu yang menentukan tempat tapi jangan yang terlalu mahal."
Enzo melongo. "Mahal maksudnya gimana? Ke Maldives gitu? Atau ke Raja Ampat?"
Enzo memegang pelipisnya dengan tangannya yang diperban. "Itu bukan kencan namanya Georgi! Tapi pindah British Raya! Sudah nanti kamu tinggal tahu beres saja Georgi."
Suara notifikasi ponsel Georgina berbunyi membuat gadis itu mengambil ponselnya dan kemudian tertawa melihat gambar disana.
"Apaan Georgi?"
Georgina memperlihatkan layar ponselnya. "Lihat! Jimmy akhirnya mendapatkan £1000 nya!"
Enzo tertawa. "Oh Astagaaa!"
***
Di kamar, Alaric berusaha menghubungi Nura karena dirinya tidak mau tidur dengan perasaan mengganjal. Benar apa yang diucapkan oleh kedua orangtuanya kalau dirinya lebih banyak bermain, seenaknya sendiri dan tidak ada tanggungjawab.
Alaric memang berbeda dengan Direndra yang merupakan tipikal anak sulung yang selalu serius jika diberikan tanggung jawab. Dirinya? Suka-suka gue!
Mungkin itu juga yang membuat Nura berpikir ulang tentang hubungan mereka. Nura memiliki pola pikir lebih dewasa darinya dan Alaric sering merasakan adanya gap percakapan. Nura serius, Alaric slengean. Tapi kalau serius terus kan cepat tua ya?
Setelah deringan ketiga, Nura pun menerima panggilan Alaric.
"Assalamualaikum Al" sapa Nura.
"Wa'alaikum salam Benben. Aku...mau minta maaf kalau omong aku kemarin membuat kamu dongkol dan sakit hati. Maunya sih aku ucapin langsung ke di hadapan kamu tapi aku tidak boleh ke New York lagi."
Naura menggantikan panggilannya menjadi video.
"Ulangi Al" pinta Nura manis.
Benben
Al-al
"Aku minta maaf sayang karena gara-gara aku, kita jadi berantem padahal aku tidak mau. Nyesek tahu Benben. Apalagi kita LDR sudah pasti banyak kerikil tajamnya. Dan aku berjanji untuk lebih mengontrol emosi aku, Benben."
Nura menatap lembut ke pria yang suka membuatnya darting tapi tetap ngangenin. "Aku mencintaimu, Al. Dan itu tidak akan berubah sampai kapan pun tapi tolong berikan aku space untuk aku berkembang karena kalau aku menikah dengan mu, otomatis aku tidak bisa pergi seenaknya karena ada suami yang harus aku patuhi. Jadi sebelum aku menjadi milikmu, Al, berikan kesempatan agar aku bisa mengamalkan ilmuku ke orang banyak. Dan jika saatnya tiba, aku akan menjadi milikmu seutuhnya, aku akan mengabdikan hidupku dengan mu, Alaric, sebagai suamiku."
Alaric menatap wajah cantik di layar ponselnya dan tanpa disadari matanya memerah menahan haru. "Aku sangat mencintaimu Benben, dan aku tidak ingin kehilanganmu."
"Aku akan kembali padamu Al. Don't worry. Lagian pria macam kamu itu hanya satu blueprint nya!" gelak Nura.
"Issshh! Benben!"
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Alhamdulillah agak mendingan jadi bisa up
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️