The Four Emirs

The Four Emirs
Bertemu Reyhan dan Paradina



Staten Island New York


Semua keluarga Blair yang menyaksikan balapan formula satu, merasa lega setelah mendapatkan kabar dari Travis kalau Enzo baik-baik saja dan semakin rewel.


Levi dan Yanti, Pandu dan Reana beserta si kembar Raveena dan Radeva, Kaia dan Rhett, Abi bersama Gandari dan putranya Bayu memang berada di mansion Blair untuk nobar Enzo.


Rhea dan Yanti sampai berteriak heboh melihat mobil cucunya meledak dan tampak Enzo berhasil dikeluarkan dengan lemas sedangkan yang lain hanya bisa termangu.


Agak lama mereka menanti berita tentang kondisi Enzo hingga akhirnya mendapatkan kabar dari rumah sakit yang menyatakan Enzo hanya mengalami luka bakar di tangan dan kaki tapi overall semuanya aman karena baju balap yang dipakainya membantunya menahan api membakar dirinya.


"Ini Travis bilang yang dicari pertama adalah Georgina" kekeh Abi membaca pesan dari sepupunya.


"Georgina istrinya Joey?" tanya Rhea.


"Bukan Oma, tapi cewek yang ditemui Enzo di Silverstone. Kebetulan namanya sama hanya saja nama belakangnya berbeda" jawab Reana.


"Oh yang gadis Jepang itu ya?" celetuk Yanti.


"Iya Tante" jawab Gandari.


"Ini lagi dijemput Rama si Georgina nya mau dibawa ke Barcelona" ucap Pandu di grup chat para sepupu pria generasi kelima.


"Astagaaa segitunya!" gelak Rhett.


"Macam kamu tidak pernah seperti itu saja Rhett" goda Duncan.


"Hahahaha... kena deh sama Daddy" gelak Rhett.


***


Precinct 16 New York


Chris datang ke kantor barunya dengan semangat baru dan ternyata ekpektasi nya berbeda jauh. Disana sudah terjadi kehebohan dengan banyaknya detektif yang mengurus kasus.


"Hei! Kamu! Kamu anak baru kan?" sapa seorang pria berkulit hitam dengan rambut model dreadlock dengan wajah dingin.


"Iya. Aku Chris Bradford" sapa Chris.


"Aku Samson Tutuola but you can call me Sat buat lebih singkat. I'm your new partner" Sat mengulurkan tangannya yang disambut Chris.


"Nice to meet you Sat."


"Kamu laporan dulu sama kapten Jenkins baru aku tunjukkan mana mejamu."


***


AJ Corp Building New York


Alea membaca pesan dari Chris yang mengatakan sudah mulai bekerja dan mendapatkan partner.


📩 My Humaira : Selamat bekerja Chris. Semangat 💪💪💪


📩 Chris Bradford : Thanks darling. Love you My Humaira


Wajah Alea memerah saat membaca pesan Chris. Sederhana tapi damage nya.


Suara ponselnya berbunyi dan tampak di layar nama 'Alaric Blair' disana melakukan panggilan video. Alea pun menggeser tombol hijau.


"Assalamualaikum" sapa Alea.


"Wa'alaikum salam. Lihat siapa yang terdampar!" Alaric menunjukkan Enzo yang masih tiduran di tempat tidur. "Sebenarnya Alea, abangmu satu itu hanya luka ringan tapi gara-gara Georgina datang, langsung dilama-lamain sakitnya. Addduuuhhh!" Sebuah bantal melayang ke kepala Alaric.


"Wah, itu mbak Georgina? Cantik lho!" puji Alea.


"G, kenalkan itu adikku yang paling bontot namanya Alea. Dia tinggal di New York bersama dengan gadisku yang jadi dokter bedah" ucap Alaric sambil memperlihatkan Georgina ke Alea.


"Wah Alea, kamu imut sekali" puji Georgina.


"Mbak Georgi juga cantik. Aku panggil mbak Georgi saja ya ikutan bang Enzo soalnya kalau mbak Gina, sudah dipakai mbak Georgina istrinya bang Joey" ucap Alea.


"Alaric! Pulang kamu!" teriak Enzo. "Kamu tuh seenaknya main pergi sana sini. Nggak kasihan tuh Rendra sendirian urus pekerjaan Al Azzam!"


"Dih, sewot! Baru juga sampai sudah disuruh pulang!" eyel Alaric. "Lagian aku tuh mewakili Oom Reyhan dan Tante Paradina yang baru datang besok!"


"Al, boleh pinjam ponselnya? Aku ingin ngobrol dengan Alea" pinta Georgina.


"Sana ngobrol sama Alea, aku mau ribut sama si tukang bohong ini" ucap Alaric cuek.


Georgina lalu membawa ponsel Alaric ke sofa. "Alea, apakah mereka kalau bertemu selalu ribut?"


Alea terbahak. "Itu belum seberapa mbak. Kalau kumpul semua, lebih rusuh!"


"Kemarin mbak Astuti juga bilang begitu."


"Mbak Georgi sudah ketemu dengan mas Rama dan mbak Astuti?"


"Dengan bang Travis juga. Tapi mereka bertiga sudah kembali ke New York dan Jakarta tadi pagi" sahut Georgina yang hanya menggelengkan kepalanya melihat keributan antara Alaric dan Enzo.


"Ternyata benar kata bang Travis."


"Apaan mbak?" tanya Alea.


Alea terbahak.


***


Hospital de Barcelona


Malam harinya Reyhan Al Jordan dan Paradina, kedua orang tua Enzo datang dan Paradina langsung suka melihat Georgina disana.


"Akhirnya ketemu juga denganmu Georgina" ucap Paradina sambil memeluk gadis itu.


"Rupanya ini cewek yang bikin Enzo minggat dari Catalunya" kekeh Reyhan. "Perkenalkan kami orang tua Enzo. Kamu bisa panggil Oom Reyhan dan Tante Dina."


"Senang bertemu dengan anda berdua... Oom Reyhan dan Tante Dina ... " jawab Georgina ragu-ragu.


"Udah santai saja! Seperti aku nih lho! Ya nggak Oom? Tante?" celetuk Alaric sambil mencium punggung tangan Oom dan Tantenya.


"Kamu mah parah!" cebik Paradina. "Kamu kapan balik ke Dubai? Kasihan Direndra lho!"


"Nah bener tuh mom! Marahi saja Emir nggak jelas itu!" kompor Enzo.


"Lha elu malah asyik balapan!" balas Alaric.


"Kan masih ada Opa Senna dan Opa Kai! Wek!"


Georgina memegang pelipisnya dan sedikit terkejut ketika Paradina merangkulnya dan membawanya keluar kamar Enzo.


"Temani Tante beli kopi yuk" ajak Paradina.


"Mom! Georgi mau dibawa kemana?" protes Enzo.


"Pinjam sebentar! Pelit amat kamu!" balas Paradina judes. "Kamu ngobrol sama Daddy dan Alaric saja!"


"Iiissshhh! Mommy nyebelin!"


***


Paradina dan Georgina sekarang duduk di sebuah cafe 24 jam yang terletak sebelah rumah sakit. Georgina kagum dengan wanita blasteran indo itu yang fasih berbahasa Spanyol jadi mereka bisa cepat memesan kopinya.


"Tante hebat lho bisa banyak bahasa, seperti Enzo. Saya sendiri hanya bisa bahasa Jepang dan sedikit Melayu" puji Georgina.


"Sebenarnya Tante nggak hebat tapi karena keadaan lah yang membuat Tante belajar. Pekerjaan Oom Reyhan membuat kita harus bertemu banyak orang dari berbagai negara jadi kita harus mempelajari bahasanya paling tidak yang standard agar tahu apa yang mereka bicarakan." Paradina menyesap cappucino nya. "So, kamu itu blasteran Jepang, Inggris dan Malaysia?"


"Iya Tante. Papa saya orang Jepang, mama saya Inggris Malaysia tapi pasport saya Inggris."


"Dan sekarang kamu mengurus penginapan warisan kedua orang tua kamu di Silverstone?"


"Iya Tante" jawab Georgina.


"Apa yang kamu suka dari anak saya?" tanya Paradina tajam.


Georgina tersenyum manis. "Humble dan childish nya."


Paradina melongo. "Hah? Humble dan Childish?"


"Iya Tante. Enzo itu mau lho mengantarkan saya ke pasar, membantu saya di dapur, mengobrol dengan para pengunjung bahkan dia tidak sungkan ikut melayani. Dan dua hari ini saya melihat sisi childish nya yang menggemaskan."


Paradina tertawa terbahak-bahak.


"Memangnya ada yang salah, Tante ?"


"Ya ampun, Georginaaaa. Baru kali ini ada cewek yang dekat dengan Enzo mempunyai alasan yang diluar ekspektasi aku!"


"Hah?" kali ini Georgina yang bingung.


"Fix! Tante suka kamu!" senyum Paradina. "Tolong jaga dan sayangi Enzo ya."


"I...iya Tante. Memang kenapa Tante? Saya ada salah bicara?"


"No Georgina, kamu satu-satunya cewek yang tidak silau dengan hartanya Enzo."


Georgina menggaruk kepalanya. "Memang kekayaan Enzo dari balapan banyak ya Tante?"


Paradina tertawa terbahak-bahak lagi.



Nggak usah dihitung Neng duitnya bang Enzo


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaeesss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️