The Four Emirs

The Four Emirs
Menuntut Balik



Jakarta, Indonesia


Travis pagi ini mendatangi Polda metro jaya guna memberikan pernyataan tentang laporan penculikan cucu Denny dan Santi Priyatna. Pria bule itu dengan santainya datang bersama dengan Bagas Hadiyanto, sepupu Mariana.


Sudah dua Minggu ini keluarga Al Jordan diminta datang ke Polda metro jaya tapi Travis mengatakan akan diwakili oleh dirinya sebagai pengacara keluarga besar.


Keluarga Al Jordan sendiri mengacuhkan undangan polisi karena mereka sibuk untuk mengurus pernikahan Ayrton dan Mariana. Bahkan kapten Kosasih dan AKP Thomas hanya bisa tertawa melihat bagaimana drama keluarga Priyatna berani menuntut ke keluarga Al Jordan.


Ya, dua perwira polisi itu adalah sahabat keluarga besar keluarga Pratomo bahkan AKP Thomas adalah cucu keponakan Jendral Manggala sahabat Nabila Pratomo McGregor dan persahabatan mereka pun menurun hingga beberapa generasi.


Kedua perwira itu secara kebetulan berada di Polda Metro Jaya melihat Travis dan Bagas, lalu menghampiri. Mereka pun tertawa terbahak-bahak dagelan yang dibuat Santi.


"Kalian dianggap bodoh apa ya? Keluarga yang bisa diporotin dan takut nama baik tercoreng. Padahal kalian lebih parah kan?" kekeh AKP Thomas.


"Kita sudah biasa gegeran Pak Thomas, jadi hanya soal kecil begini bukan masalah" senyum Travis.


"Pak Thomas, pak Kosasih, mumpung kita bertemu, sekalian saya berikan undangan pernikahan Ayrton dan Mariana ke anda berdua. Soal akomodasi, tidak usah dipikirkan. Nanti tinggal bawa baju batik, celana hitam, sepatu, udah deh beres!" kekeh Bagas sembari memberikan undangan untuk kedua perwira itu.


"Wah, beneran kalian keluarga Sultan no kaleng kaleng. Terimakasih atas undangannya" senyum Kapten Kosasih.


"Pak Travis, Pak Bagas" panggil seorang petugas.


"Kami ke dalam dulu pak Kosasih, pak Thomas." Travis dan Bagas mengangguk hormat. Karena mereka berada di kantor polisi, keduanya memanggil dengan panggilan formal. Di luar biasanya memanggil dengan Oom Thomas.


"Good luck boys!" kekeh Kapten Kosasih.


***


"Jadi selama ini nyonya Santi Priyatna itu sudah membuat pernyataan palsu, pak Travis?" tanya penyidik itu. "Makanya saya tuh merasa bahwa tidak mungkin keluarga Al Jordan melakukan hal seperti itu."


"Ini copy surat pernyataan bahwa saat Zinnia lahir, keluarga Priyatna langsung melepaskan hak dan tidak mengakui sebagai cucu keluarga Priyatna. Dan ini surat pernyataan dari notaris dan pengacara yang menjadi saksi saat surat ini dibuat. Anda bisa menghubungi keduanya dan mereka pun menyanggupi akan memberikan keterangan jika memang dibutuhkan." Travis memberikan semua berkas dalam map plastik.


Petugas itu pun bersama dengan rekannya mulai membaca semua berkas yang diberikan Travis. Mereka semua hanya bisa tersenyum.


"Pak Travis, Pak Bagas. Sekarang anda berdua maunya bagaimana?" tanya salah seorang petugas.


"Kami akan menuntut pencemaran nama baik." Travis tersenyum licik. "Karena seperti anda lihat, mereka juga melakukan tindakan korupsi dan penggelapan pajak. Itu memang urusan dengan KPK dan anda. Sedangkan di kami selain menuntut pencemaran nama baik, juga perbuatan tidak menyenangkan."


"Anda akan menuntut berapa?"


Travis dan Bagas saling berpandangan dan tersenyum smirk lalu Bagas menyebutkan nominalnya.


"Gilaaaa!" seru para petugas di ruangan itu.


"Salah siapa berani usil dengan kami" seringai Travis.


***


Bandung, Jawa Barat


Santi dan Denny Priyatna terkejut ketika mereka didatangi oleh petugas KPK dan petugas kepolisian yang menangkap Denny Priyatna untuk dugaan kasus korupsi. Semua rekening yang masih atas nama Indrawan pun dibekukan karena termasuk penipuan nasabah karena memalsukan tanda tangan Indrawan ke tiga bank. Bagas sudah memberikan semua datanya yang dari banknya ke kepolisian.


Selain itu, semua rekening yang menggunakan nama Indrawan dan Irwan pun diblokir atas permintaan KPK dan kejaksaan. Belum berakhir, keluarga Al Jordan pun menuntut keluarga Priyatna untuk pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan.


Nominal yang diminta oleh keluarga Al Jordan tidak main-main hingga membuat Santi Priyatna lemas seketika. Dan satu-satunya jalan adalah menjual semua sawahnya serta rumah di Indramayu, Bandung dan Jakarta. Belum dengan kewajiban Denny Priyatna mengembalikan uang negara yang diambilnya.


***


Benji datang dengan percaya diri ke Indramayu bersama dengan Travis dan Hoshi. Mendengar Santi menjual sawahnya, membuat mereka berencana melakukan hal yang lebih licik lagi.


Hoshi yang baru kali ini melihat sawah sebesar itu tersenyum ke arah Benji.


"Ben, kayaknya kalau nih sawah kita kelola dengan benar, banyak keuntungannya. Kita bisa membeli beberapa hektar tanah lagi, jadi juragan beras deh!" kekeh Hoshi.


"Iya mas. Makanya kemarin pas kita runding, bener juga ya usul Opa Javier dan Opa Duncan."


"Modyar...modyar deh! Salah siapa usil sama kita. Ngadi-ngadi nya keterlaluan!" sungut Hoshi kesal.


Mereka memang sedang menunggu kedatangan pengacara dan notaris serta Santi Priyatna sendiri. Semalam semua keluarga berunding tentang langkah yang bakalan mereka ambil. Dan semua sepakat dengan usul Javier dan Duncan.


Tak lama sebuah mobil Alphard pun datang ke rumah yang juga sebagai rumah pengawas sawah dan kantor. Selain itu juga datang para petugas kepolisian untuk mendokumentasikan penyelesaian kasus pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan.


Hoshi yang baru kali ini melihat langsung Santi Priyatna dan Irwan Priyatna hanya tersenyum smirk.


"Eh anak songong, ketemu lagi kita" ledek Benji yang tidak tahan ingin mengejeknya.


"Benji" tegur Travis yang melihat bagaimana ibu dan anak itu tampak menua dalam waktu dua Minggu saja. Travis memang diberikan amanah oleh keluarga besarnya untuk segera menyelesaikan sebelum acara pernikahan Ayrton dan Mariana.


Semua orang duduk di meja kantor yang biasa dipakai untuk pertemuan dan wajah Santi serta Irwan Priyatna tampak marah dan ingin melabrak tapi tidak mampu. Benji memilih duduk di bangku yang berada di pojok sambil mengamati situasi.


"Jadi keluarga Al Jordan menuntut $5 juta kepada keluarga Priyatna?" tanya pengacara keluarga Priyatna.


"Mereka menuntut kami $2,5 juta jadi wajar dong kami menuntut dua kali lipat?" jawab Travis tenang.


"Tidak bisa begitu Pak Travis..."


"Tentu saja bisa karena memang dari awal ibu Santi bertujuan untuk memeras keluarga Al Jordan padahal dia sendiri yang memutuskan semuanya yang berhubungan dengan Zinnia. Apa anda lupa, anda dengan sombongnya langsung memanggil pengacara dan notaris ke rumah sakit dan meminta Mariana membuat surat tersebut. Dan untungnya Mariana cerdas, dia juga memakai jasa pengacara dan notaris jadi surat legal. Disana sudah disebutkan kalau Zinnia bukan keturunan Priyatna. Jadi secara hukum, Zinnia sudah tidak ada hubungannya dengan keluarga anda bahkan nama belakangnya pun memakai nama Hadiyanto sesuai dengan akta kelahirannya. Lalu, anda mengetahui Mariana hendak menikah dengan sepupu saya yang kebetulan adalah seorang Emir di Dubai, dan anda hendak memaksakan sepupu saya mengeluarkan uang sebagai kompensasi. Are you waras?" Travis menatap Santi dan Irwan bergantian. "Apa uang hasil penjualan separo sawah anda yang tidak dibagi ke adik anda ,Sinta, dan hasil korupsi masih kurang?"


"Pak Travis. Apa maunya keluarga Al Jordan?" tanya notaris yang dibawa Santi Priyatna.


"Keluarga Al Jordan sudah mengetahui nilai sawah anda sebesar $5 juta. Jadi agar anda tidak harus membayar sebanyak itu, lepaskan hak anda di sawah milik keluarga Suganda untuk dibalik namakan ke Zinnia Hadiyanto Al Jordan Schumacher." Travis memberikan bom.


"TIDAAAAKKK!" teriak Santi Priyatna.



Bontot, anteng Yaaaa


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️