
Kediaman Keluarga Hamilton di Hamptons New York
Chris akhirnya pulang bersama dengan para sepupu pria Alea yang memang menginap di mansion besar milik keluarga Hamilton sekitar pukul lima pagi.
Sesampainya disana, para pria masuk ke dalam kamar masing-masing, begitu juga Chris yang untuk pertama kalinya masuk ke dalam kamar Alea dan tampak istrinya sudah terlelap.
"Anda membutuhkan sesuatu Mr Bradford?" tanya seorang pelayan.
"Oh tidak terima kasih." Chris menatap sayang ke istrinya. "Sekali lagi terima kasih sudah mengantarkan ke kamar Alea."
"Sama-sama Mr Bradford." Pelayan itu pun mengundurkan diri. Chris pun masuk ke dalam kamar mewah Alea dan tersenyum melihat kopernya sudah berada di kamar istrinya.
Chris pun mencari kamar mandi dan tersenyum dengan lagi-lagi bewarna pink. Kamu sangat penggemar warna pink.
Chris mengambil handuk dan mulai mandi. Hasil penggagalan unboxing berakhir dengan bau mesiu dan asap rokok. Dia tidak mau Alea mencium aroma yang membuat hidung tidak nyaman.
***
Alea merasakan seseorang naik ke atas tempat tidurnya dan melirik suaminya sudah berada di sisinya.
"Maap, sayang. Apakah aku membangunkan kamu?" bisik Chris.
"Sedikit karena aku tidak terbiasa ada orang lain di tempat tidurku..." jawab Alea.
"Humaira ku, maaf ya."
"Maaf kenapa?" Alea membalikkan tubuhnya dan berhadapan dengan Chris.
"Aku...tidak seperti kakak-kakak sepupumu yang membiarkan para istrinya khilaf berbelanja. Aku tidak mempunyai black card, kartuku hanya gold, pendapatan aku tidak banyak..." Chris terdiam saat jari lentik Alea menyentuh bibirnya.
"My Rohi, dengar, aku tidak mempermasalahkan itu..."
"Karena kamu sudah kaya dari lahir..."
"Benar. Dan meskipun kakak-kakak ku belanja barang branded, aku tidak ikut belanja. Buat apa? Aku menghormati kamu, Chris. Aku tahu kamu akan merasa tidak nyaman tapi janganlah berpikir kami isinya hanya buang-buang uang. Para wanita di keluarga Pratomo itu boleh dibilang paling pelit keluar uang untuk hal-hal seperti tadi. Sejujurnya baru kali ini kami morotin para suami karena sebal ditinggal pergi..." kekeh Alea.
"Jadi ceritanya marah dengan shopping?"
Alea tersenyum. "Sekali-kali. Salahnya kalian meninggalkan kami."
"Maaf ya belum bisa memberikan gaji pertama."
Alea terbahak. "Ya Allah. Santai saja Chris. Sudah, kita tidur dulu. Pasti kamu lelah karena diajak menembak kan?"
"Kalian punya koleksi mengerikan Alea. Aku dan David sampai tidak bisa berkomentar."
"Bagus kan?"
Chris mencium lembut bibir Alea. "Aku ingin bersamamu sayang tapi mataku ngantuk sekali."
"Masih ada hari esok." Alea menepuk pipi Chris pelan.
"Sini... pelukan."
Alea pun beringsut mendekati Chris dan keduanya tidur sembari berpelukan.
***
Enam Bulan Kemudian
Untuk kedua kalinya dalam enam bulan terakhir ini, keluarga besar Pratomo menghadiri acara pernikahan. Setelah empat bulan sebelumnya Anarghya melangsungkan pernikahan dengan Amaranggana di Jakarta, kali ini mereka menghadiri di sebuah gereja, St Mary the Virgin Church tepatnya.
Pagi ini si bontot Benjiro Smith akan melangsungkan pernikahan dengan gadis pujaannya, Jang Geun-moon. Gadis berdarah Korea Selatan yang merupakan teman sekolah Benji dulu, adalah sahabat yang menjadi kekasih dan sekarang menjadi calon istri.
St Mary the Virgin Church New York
Seperti biasa para pria generasi kelima tampak jahil melihat si bontot yang sedang bersiap di bilik belakang.
"Akhirnya ya Ben" ucap Hoshi.
"Yang lain sudah pada duduk?" tanya Benji.
"Sudahlah! Ayo keluar!" ajak Travis.
Tak lama Benji pun sudah berdiri di depan altar bersama dengan Romo yang akan menikahkan keduanya. Travis Blair yang menjadi best man Benji sudah berdiri di belakang calon pengantin.
"Jangan sampai kayak Abi ya Ben. Kalau jatuh, susah cari cincinnya" bisik Travis yang membuat Benji nyaris terbahak.
"Bang Travis reseh ih!" desis Benji sambil menatap Abi.
"Perasaan gue kok ga enak ya?" gumam Abi saat Benji melihat dirinya.
"Paling juga Bang Travis mengingatkan agar jangan sampai terjadi aib macam aib kau mas" bisik Hoshi durjana yang duduk di belakang Abi.
Cicit Edward Blair itu langsung menoleh judes ke sepupu berwajah cantik bermulut cabe. "Kagak usah diingat-ingat terus kenapa?"
Gandari dan Rina langsung mengusap bahu suami masing-masing agar tidak terjadi keributan di dalam gereja.
"Wis Wis, kalian itu kalau mau ribut, lihat tempat dong!" bisik Bima yang langsung mendapatkan pelototan dari Abi dan Hoshi.
"Sssshhhh!" para sepupu pria lainnya meminta agar cucu Eiji dan Duncan itu diam.
Tak lama suara lagu pernikahan dari organ di dalam gereja itu berkumandang dan tampak Geun-moon di depan pintu masuk bersama sang ayah, Jang Geun-yong. Geun-moon tampak cantik dengan gaun bertabur Swarovski yang membuat semakin bling-bling.
Benji menatap Geun-moon dengan mulut menganga karena tidak menyangka Geun-moon tampak cantik dengan gaun pengantin mewahnya.
Si bontot yang diwanti-wanti jangan sampai gelinding cincinnya
GM nya Benji
"Mulut dikondisikan, Ben!" jawil Travis ke adik sepupunya.
"GM cantik banget bang!" balas Benji tanpa mengalihkan pandangannya dari Geun-moon.
"Punya elu juga!" kekeh Travis.
Tak lama Geun-moon tiba di depan altar dan Benji menyambutnya setelah gadis itu mencium pipi ayahnya yang tampak berkaca-kaca saat menyerahkan putrinya ke pria yang akan menjadi suaminya.
"Benji, Appa serahkan Geun-moon padamu. Sayangi, cintai dan hormati putri appa karena selama bersama Appa, Moon tidak pernah kekurangan cinta dan kasih sayang. Appa minta kamu juga bisa melakukan hal yang sama." Jang Geun-yong menatap serius ke Benji.
"Benji berjanji Appa. GM adalah permata appa dan Benji." Benji memeluk calon ayah mertuanya.
"Jangan sakiti Moon ya Ben."
"No Appa. She's everything for me" ucap Benji tegas.
Jang Geun-yong lalu duduk di kursi yang sudah disediakan bersama dengan Bryan dan Briana Smith disana.
Romo pun mulai acara pernikahan dan keduanya pun melakukan janji di hadapan Tuhan. Setelahnya Benji memasangkan cincin di jari manis Geun-moon, begitu juga sebaliknya.
"Yes! Kagak gelinding dan tidak salah pasang!" cengir si bontot ke arah Abi yang langsung melengos sebal serta membuat para keluarga tertawa mendengar ucapan Benji.
"Benji..." tegur Geun-moon.
"Hehehehe... Maap sayang." Benji lalu mencium bibir Geun-moon lembut yang diiringi sorakan para kakak-kakaknya.
*** END ***
End? Iya lah End. Semua sudah mendapatkan pasangan disini. Kalau soal Adrian, Fathir atau Tristan, aku belum ada rencana buat cerita mereka.
Terimakasih sudah mengikuti cerita empat Emir ditambah bonus duo bontot Alea Hamilton dan Benjiro Smith.
Terimakasih atas semua dukungan, hadiah, komentar dan like nya. Jika ada kekurangan, I'm so sorry.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️