
Autodrome Dubai Sirkuit
Semua para pria generasi kelima sudah siap di sirkuit Autodrome Dubai, tempat balapan formula satu dilaksanakan tapi kini digunakan untuk mobil-mobil super milik keluarga Sultan Al Jordan dan Al Azzam seperti beberapa bulan lalu.
Karena Benji masih berhutang membetulkan Ford GT milik Alaric, oleh semua kakak-kakaknya dilarang menyetir mobil mewah disana.
"Aku terus pakai mobil apa?" rengeknya.
"Tuh! Sudah aku siapkan!" cengir Alaric.
Benji melongo. "Fiat panda? Are you kidding me bang?"
"Take it or leave it Ben. Gak mau ikut ya berarti duduk di tribun. Gampang kan?" Alaric pun ngeloyor meninggalkan Benji yang manyun.
***
Bima hanya bisa melongo melihat Hoshi sudah duduk manis di Maserati MC20 milik Ayrton. Bapak satu anak itu pun akhirnya memilih Nissan skyline milik Direndra karena tinggal itu yang kencang.
"Eh muka cewek! Elu balas dendam ya?" sindir Bima.
"So? Masalah buat lu, Werkudara?" Hoshi menatap judes. "Kan elu udah pakai nih mobil kemarin pas V lahir."
"Bawa pulang sana! Macam kamu tidak mampu beli!" ledek Bima.
"Siapa bilang aku tidak punya? Elu aja yang kagak tahu!"
"Berarti kalau dah punya ya kagak usah pakai ini dong!"
"Eh Werkudara! Gue udah bilang sama Ayrton kalau Maserati buat aku! Jadi elu kagak usah julid!"
"Kalian berdua itu kalau sampai gegeran di balapan, aku hajar satu satu!" suara bariton Abi membuat dua saudara ipar itu kicep.
Tentu saja semua saudara pria lainnya hanya tertawa mendengar Abi marah. Pawang duo reseh itu memang dikenal tidak segan-segan menghajar Bima dan Hoshi tanpa ampun.
"Awas kalau mobil Ayrton, Alaric, Direndra dan Enzo remuk!" ancam Abi yang segera masuk ke dalam Bugatti nya.
***
Honeymoon Suite Grand Hyatt Dubai
Direndra dan Raana sudah masuk ke dalam kamar honeymoon suite mereka setelah acara resepsi selesai. Direndra bersyukur karena semua saudara sepupunya pada kabur balapan membuat dirinya dan Raana setidaknya aman dari gangguang para durjana yang terkutuk.
"Mas..." panggil Raana.
"Apa sayang?" Direndra sendiri sedang melepaskan jubah dan keffiyeh nya.
"Tolong bantuin lepasin baju ini. Ribet nggak sampai resletingnya aku."
Direndra pun berdiri di belakang istrinya yang mungil itu lalu menarik resleting gaun pengantin mewah itu hingga menampakkan punggung mulus Raana.
"Aku...mandi dulu ya mas" bisik Raana dengan wajah memerah.
Alaric mengirimkan video keributan antara Bima dan Hoshi yang akhirnya keduanya kena keplakan dari Abi.
📩 Direndra : itu kenapa lagi dik?
📩 Alaric : Biasa! Mas Bima nyenggol Maserati yang dipakai mas Hoshi. Ngamuk mas Hoshi jadi ribut deh berdua.
📩 Direndra : Memang sih yang berani hajar mereka berdua cuma mas Abi. 😅😅😅
📩 Alaric : Heran aku mas. Kok ya nggak akur-akur sih mereka itu?
📩 Direndra : Pancen Wis musuhan Ket mbiyen
📩 Alaric : 🤣🤣🤣
Direndra lalu mematikan ponselnya hingga tidak ada yang bisa menghubungi dirinya. Suara pintu kamar mandi terbuka dan tampak Raana mengenakan bathrobe keluar dari sana dengan rambut basah sambil membawa gaun pengantinnya yang berat.
"Sini aku bantu bawa gaunnya" Direndra lalu mengambil gaun yang indah itu. Thara dan Aisyah eyangnya memang tidak main-main dalam mempersiapkan semuanya.
"Mas Rendra mau mandi? Aku siapkan..."
"Nggak usah Raana. Aku urus sendiri bisa kok. Kamu keringkan rambutmu saja, biar tidak pusing dan masuk angin nanti." Direndra mencium kening Raana lembut lalu mengambil barang-barang nya dari dalam koper.
Raana pun duduk di meja rias dan memasang hairdryer lalu mulai mengeringkan rambutnya. Suara gemericik air terdengar menandakan Direndra sedang mandi.
Raana masih mengeringkan rambutnya ketika Direndra keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk besar di bawah pinggangnya dan memamerkan tubuhnya yang tidak sebesar Abi tapi tampak kencang serta perutnya seperti roti sobek.
Wajah Raana tampak memerah melihat suaminya dengan santainya memasukkan baju kotor ke dalam kantong yang sudah disiapkan oleh Raana.
"Masih belum kering rambutnya?" tanya Direndra.
"Dikit lagi kok mas" ucap Raana.
"Ya udah, aku tiduran dulu. Badanku rasanya capek deh! Perasaan kalau berkuda sama Hurricane tidak secapek ini..." Direndra melepaskan handuknya dan melemparnya sembarangan menyisakan celana jeans pendek yang tadi dipakainya lalu merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk sembari menonton televisi.
Raana bergegas menyelesaikan acara mengeringkan rambutnya lalu mengisirnya pelan seperti rutinitasnya. Setelahnya dia mengoleskan krim malam dan body lotion. Dirasa sudah cukup, Raana pun berjalan ke tempat tidur namun betapa terkejutnya dia melihat Direndra sudah tertidur.
Raana tersenyum melihat suaminya tidur dengan nyenyaknya lalu membenarkan posisi tidurnya lalu menarik selimut. Dirinya pun ikut naik ke tempat tidur setelah melepaskan bathrobe nya menyisakan lingerie warna hitam hadiah dari Mariana.
"Owalaahhh mas, ga jadi malam pertama ya?" kekeh Raana. "Wajahnya kok capek banget kayaknya." Raana memberanikan diri mengelus wajah Direndra yang tampak nyenyak tidurnya. "Besok kan masih bisa."
Tak lama Raana pun memejamkan matanya dan ikut tidur bersama Direndra. Pria itu merasakan ada tubuh harum di sebelahnya, reflek mendekatkan tubuhnya dan memeluk Raana.
Malam pertama yang tidak ada gangguan justru tidak terjadi apa-apa karena si manten ngantuk berat.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️