
"Saya tidak mengajarkan Ricky berkata demikian" ucap Inka dengan nada tinggi.
"Benarkah begitu Mrs Sanders?" tanya Kepala Sekolah dengan nada sindiran.
"Benar Sir. Lagian siapa anda berani melawan keluarga Wong. Saya bisa sekali telpon Daddy, anda akan langsung dimutasi!" ancam Inka jumawa.
"Saya tidak takut dengan keluarga anda, Mrs Sanders. Kembali kepada topik, saya sudah menanyakan kepada Ricky secara pribadi dan dia mengatakan bahwa Mr Sanders lah yang mengajarinya untuk mengatakan itu pada Zinnia." Kepala Sekolah itu menatap tajam ke Dennis Sanders.
Mata coklat Ayrton menatap berkilat marah. Beraninya dia!
"Sabar bro" bisik Travis. Pria bermata biru itu bersumpah demi apapun jika ada katana di depan Ayrton, si Dennis sudah habis dicincang!
Mariana pun sama dengan Ayrton. Rasanya dia ingin menghajar pria tidak tahu malu itu.
"Bagaimana Mr Sanders? Apa alasan anda mengajari anak anda berkata demikian. Dan anda tahu, Ricky sendiri tidak paham ucapan unwanted child dan anak haram!"
Wajah Dennis memucat sedangkan Inka hanya terdiam sembari melirik suaminya.
"Mrs Sanders, saya minta anda untuk mendidik attitude tidak hanya anak anda, tapi diri anda sendiri dan suami anda!" Kepala Sekolah itu menatap Mariana dan Ayrton. "Dengan ini tuntutan dari pihak Ricky Sanders, saya nyatakan tidak bisa dilakukan karena justru semua bermula dari mereka. Apakah nyonya Mariana ingin menuntut balik mereka?"
"Tapi Sir, Ricky terluka dan hasil visum juga ada!" eyel Inka.
"Visum Zinnia juga ada. Jadi sama-sama terluka kan? Tapi disini yang paling terluka adalah Zinnia. Apakah anda memikirkan dampak psikologis nya? Tentu tidak! Hanya karena keegoisan anda. Saya tidak tahu kalian ada masalah apa dengan Zinnia atau pun nyonya Mariana tapi saya tidak menolerir pembullyan apalagi yang mengajari adalah orangtuanya sendiri!"
"Boleh saya bicara?" tanya Travis yang menatap seorang pria yang ikut bersama dengan keluarga Sanders.
"Silahkan Mr Blair."
"Apa kabar Jason?" senyum Travis ke pria di sebelah Dennis.
"Kabar baik Travis. Masih saja membela keluargamu?" sindir pria bernama Jason.
"Hahahaha. La Mia Famiglia ( keluargaku ). La familia ayudarse el uno al otro ( keluarga selalu saling membantu ). May I have a word?" Travis pun berdiri. "Lawyer to lawyer?"
Jason pun berdiri. Keduanya pun mengobrol di pojok ruangan dan tampak Travis menyerahkan sebuah amplop coklat dan Jason pun membuka dan membacanya. Wajah pengacara berdarah Chinese itu tampak terkejut dan berbicara dengan sedikit tergagap yang hanya dibalas dengan senyuman smirk Travis.
Kedua pengacara itu pun kembali ke tempat masing-masing.
"Bagaimana Mr Blair? Apakah anda hendak mengajukan tuntutan balik?"
"Oh yeah. Saya sudah ditunjuk oleh Ms Hadiyanto menjadi pengacaranya. So, Mr dan Mrs Sanders, giliran kami." Travis menyeringai.
Ayrton hanya bisa memegang pelipisnya. Mulai deh!
"Mrs. Sanders, apakah anda tahu motif di balik suami anda mendoktrin putra anda mengatakan hal-hal demikian ke keponakan saya?" Travis menatap tajam ke arah Inka Wong. "Saya beritahu ya. Selama suami anda Dinas ke Singapura dari Batam, dia berapa kali menggoda Ms Hadiyanto. Dan apakah anda sering mendapatkan oleh-oleh baju atau parfum bermerk Carolina Herrera? Karena Ms Hadiyanto adalah seorang desainer dari rumah butik itu."
"Apa?" Inka menatap Travis tidak percaya.
"Suami yang anda nikahi adalah tidak lebih seorang pecundang, begitu juga ayah, adik dan keluarganya. Kenapa saya tahu? Karena firma Kamilah yang mengurus kasus legalitas perusahaan Sanders Golden Ekspor beberapa waktu lalu."
"Dan adik ipar anda, Christian sudah kami peringatkan tapi rupanya tidak adik tidak kakak sama saja. Kalau saya menjadi anda, silahkan baca amplop coklat yang dipegang oleh pengacara anda." Travis mengedikkan dagunya ke arah Jason.
Inka pun segera pindah tempat duduk bersebelahan dengan Jason dan segera membuka isi amplop. Wajahnya langsung memucat dan sedetik kemudian memerah karena amarah.
Mariana berbisik ke Ayrton. "Ada apa Ton?"
"Menjawab hukum tabur tuai mu. Supaya kamu bisa mengucapkan kalimat saktimu" balas Ayrton dan Mariana mengangguk.
"Apa benar ini Dennis? APA BENAR?!" Inka melempar berkas ke wajah Dennis.
Mariana dan Ayrton hanya terdiam melihat drama di depan mereka.
"Apa benar kamu memindahkan aset milik aku ke namamu? Apartemen di Batam, Jakarta dan Singapura? Kamu pakai buat apa? BUAT APA?BUAT JAL4NG-JAL4NG MU?"
"Haaah?" bisik Mariana tertahan.
"Mr dan Mrs Sanders, saya minta persoalan pribadi jangan diributkan disini. Silahkan anda semua keluar dari ruangan saya!" ucap Kepala Sekolah dengan nada keras.
Dennis dan Inka hanya menatap Kepala Sekolah itu dan langsung keluar ruang pertemuan sedangkan Jason membereskan berkas-berkas yang berantakan dan mengangguk hormat lalu mengikuti kedua orang itu.
Mariana menatap Travis dan Ayrton bergantian. "Ada apa ini?"
Kedua pria itu hanya tersenyum smirk.
***
"Jadi Inka Wong itu ditipu mentah-mentah oleh Dennis Sanders untuk memindahkan semua asetnya menjadi milik Dennis?" tanya Mariana setelah mereka menyelesaikan permasalahan Zinnia. Ketiganya kini sedang berada di kantin sekolah putri Mariana itu sembari menunggu keluar.
"Pacarnya banyak lho May" ucap Ayrton.
"Dan asal kalian tahu bisnis keluarganya mulai colaps jadi mereka berusaha mencari dana segar untuk tambahan dana tapi ya kebiasaan buruknya tetap dilakukan." Travis tersenyum ke Mariana dan Ayrton.
"Soal Zinnia sudah selesai dan kita hanya menunggu kalau pihak sana mencoba mengganggu kalian terutama kamu dan Zee karena aku yakin, orang seperti Dennis tidak akan tinggal diam setelah aibnya kita bongkar" sambung Travis.
"Aku tunggu kalau dia berani ganggu Mariana dan Zee." Ayrton berkilat marah.
***
Yuhuuuu Up Sore
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Aku lanjut nanti malam ya