
"Benjiiiii!"
Benjiro Smith atau biasa dipanggil Benji si bontot dari generasi kelima klan Pratomo itu hanya menolehkan wajahnya. Remaja yang sudah menjadi pria muda itu menatap layar MacBook nya dengan mata setengah terpejam. Dirinya masih berada di tempat tidur dengan posisi tengkurap. Gara-gara main game online, dia baru terlelap tiga jam.
"Benji... bobok!" gumamnya.
"Ben! Mau duit nggak?"
Mata abu-abu Benji langsung terbuka sempurna. "Berapa?" tanya nya ke orang yang ada dilayar.
"$10,000. Cash! Langsung aku transfer hari ini asal kamu bantuin aku."
Benji langsung terbangun dan mendudukkan tubuhnya lalu menguap lebar-lebar.
"Bau jigong cumiii! Gosok gigi sana biar melek!"
"Memang baunya sampai sana? Haaaaahhh!" Benji mengeluarkan nafasnya dari mulutnya dengan mendekati camera di MacBooknya.
"Astaghfirullah! Dasar adik minus akhlak!" umpat orang itu.
Benji pun nyengir. "Bentar mas, aku mandi dulu!"
"Jangan lama-lama!"
***
"Jadi si nenek minus otak itu mau minta kompensasi dengan alasan melepaskan nama keluarga si laki mantannya mbak Mariana gitu?" tanya Benji yang sudah segar dan rapi. Wajahnya semakin sumringah karena kakaknya sudah mentransfer uang ke rekeningnya.
"Makanya aku minta apa kamu bisa mencari aib keluarga itu meskipun kata bang Travis semua berkas-berkas yang dibuat pada saat kelahiran Zee sudah legit" ucap Ayrton yang menghubungi adik bontotnya.
"Kalau dulu sudah melepas, harusnya nggak ada hak lagi dong! Dih, mentang-mentang si Zee calon bapaknya elu yang super kaya jadi azas pemanfaatan bener!" omel Benji.
"Itu yang membuat kita kesal! Jadi kamu cari aib dan apapun lah sebagai tambahan bukti karena kita tidak tahu langkah apa yang akan diambil keluarga serakah itu. Jadi suatu saat mereka mencoba mengusik, bakal kita lawan dengan bukti-bukti otentik."
"Oke mas. Serahkan pada Benji. Ohya mas, sudah tahu kan mbak Rina habis marahin mas Hoshi?" Benji sendiri sekarang posisinya berada di Jakarta karena ingin liburan Natal bersama keluarga besarnya disana. Di keluarga Pratomo, yang berbeda keyakinan adalah keluarga James Blair dan keluarga Smith namun mereka tetap guyub dengan keluarga lainnya.
"Kenapa si mulut cabe kena amuk mbak Rina?"
"Gara-gara mbak Rina lagi pengen ketan urap pakai bubuk kedelai terus dibelikan mbak Rimbi. Eh, dimakan mas Hoshi. Ngamuklah bumil" gelak Benji bahagia.
"Mati lah! Sudah tahu bumil itu kalau ngamuk melebihi macan masih saja si bapak macan usil" kekeh Ayrton.
"Dihukum tuh pisah ranjang seminggu." Benji semakin durjana tertawa nya.
"Waduuuhhh!" Ayrton tertawa terbahak-bahak.
***
Istana Al Azzam
Alaric berdiri di atas balkon kamarnya sambil merokok. Hatinya benar-benar galau karena barusan dia tidak bisa menghubungi Nura. Ponsel gadis itu mati dan membuat Alaric bingung bukan kepalang. Namun dia selalu berharap gadisnya masih sibuk operasi apalagi akhir Desember ini makin banyak kasus kecelakaan, mabuk dan lain sebagainya yang membuat semua paramedis di rumah sakit harus berjaga-jaga.
Kemana sih si Benben? Rasanya pengen nyusul ke New York deh!
Alaric mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Joey, tapi sama saja. Ponsel pria itu pun tidak dapat dihubungi.
Gemas tidak mendapatkan berita apa-apa, Alaric lalu menelpon kakak iparnya.
"Mbak Gina, bang Joey kemana?" tanya Alaric setelah mengucapkan salam. Gina atau Georgina O'Grady Bianchi adalah istri Joey Bianchi yang merupakan putri Kieran O'Grady sepupu Rhett O'Grady suami Kaia Blair.
"Bang Joey sibuk di rumah sakit Al. Ada kecelakaan karambol di dekat Brooklyn Bridge jadi semua dokter bedah ditarik semua untuk mengobati para korban. Mbak sendiri juga bingung karena bang Joey belum pulang dari kemarin" jawab Georgina dengan nada cemas. "Memangnya kamu tidak lihat berita?"
"Aku lagi malas nonton tv mbak."
"Kalau kamu memikirkan Benazir, dia bersama bang Joey, Al. Kan bang Joey konsulennya jadi mau tidak mau harus ikut kemana bang Joey pergi apalagi ada kasus seperti ini. Kamu tenang saja, Benazir aman kok" papar Georgina.
"Iya mbak Tapi sampai hp mati semua" keluh Alaric.
"Mereka tidak akan sempat nge-charge hp, Al. Karena korbannya juga banyak. Sudah, kamu sabar saja ya, nanti kalau sudah selesai pasti Benazir hubungi kamu" ucap kakak ipar sepupunya itu.
"Iya mbak." Alaric pun ngobrol sejenak dengan Georgina lalu berpamitan.
***
Jakarta Indonesia.
Benji tersenyum puas setelah hampir dua hari berkutat mencari informasi tentang keluarga Priyatna. Dirinya memutuskan untuk menyelidiki sendiri ke lokasi apalagi dia membutuhkan refreshing setelah matanya lumayan pedas di depan layar monitor.
Setelah mandi dan segar, Benji pun keluar kamar dan bertemu dengan Rahajeng, kakak iparnya.
"Pagi mbak Ajeng" sapa Benji yang memang menginap di rumah keluarga Blair. Bryan dan Briana pun menginap disana karena mereka merayakan natal bersama-sama.
"Pagi Benji. Sudah segar kamu? Mau kemana?" tanya Rahajeng yang sedang menyiapkan ASI untuk putranya, Nelson Blair.
"Mau jalan-jalan mbak, pedes mataku mantengi layar monitor. Lho? Pada kemana yang lain?" Benji celingukan karena tidak melihat kedua orangtuanya dan Oom James Blair.
"Daddy dan orang tuamu pergi nyekar, Ben. Jadi cuma ada kita saja disini" senyum Rahajeng.
"Sayang, Nelson minta ASI nya" panggil Travis yang keluar dari kamar putranya.
"Sebentar ya Ben, mbak urus bocil dulu" pamit Rahajeng. "Kalau mau brunch, makan aja."
Benji pun menuju ruang makan yang masih tersedia beberapa sandwich, croissant dan mashed potatoes. Dengan lahap, Benji memakan semuanya. Hari libur begini, area perumahan tempat rumah keluarga Blair tampak sepi dan lengang.
"Rapih amat Ben. Mau kemana?" Tampak Travis yang seperti biasa sudah rapi meskipun di rumah saja sambil duduk di kursi makan untuk mengambil makanannya.
"Mau ke Indramayu, bang."
"Ngapain?" tanya Travis sambil mengolesi croissant nya dengan salted butter.
"Memeriksa sawah punya nenek gayungnya Zee" jawab Benji asal.
Travis terbahak. "Malah dibilang nenek gayung."
"Habis apaan bang? Paling pas itu kan?"
"Ya sudah, habis makan kita kesana yuk? Bang Travis juga butuh healing ini."
"Kenapa bang? Kasus banyak ya?" Benji menatap kakak sepupunya.
"Lumayan sih Ben, apalagi semakin ramai klien dan pada minta ekslusif dengan Abang atau Daddy sendiri. Makanya sejak tanggal 23 Desember sampai besok tanggal 4 Januari, Abang dan Daddy memutuskan untuk libur. Kami juga butuh istirahat otak lah!"
"Terus kasusnya mas Ayrton?"
"Kasusnya Ayrton itu sudah kuat hukumnya apalagi Mariana cerdas membuat surat hitam diatas putih lengkap dengan meterai dan legalisasi dari notaris. Bang Travis sudah menghubungi notarisnya itu dan pengacara Mariana jadi aman lah."
"Tapi aku punya banyak aibnya bang" cengir Benji.
Travis menatap adiknya yang imut itu. "Serius?"
"Jangan panggil aku Benjiro Smith anak Bryan Smith dan cucu Abian Smith kalau tidak bisa membongkar aib orang" ucapnya Jumawa.
"Dibayar berapa kamu?" gelak Travis yang tahu adiknya lumayan tukang malak kakak-kakaknya.
"Cukuplah buat jajan" jawab Benji kalem.
"Buset lu Ben! Sudah kemarin Ducati sekarang duit!"
"Salah siapa nawarin? Samber lah!" cengir Benji.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️