The Four Emirs

The Four Emirs
Berkumpul Di RR's Meal



Sabtu, RR's Meal Hell's Kitchen


Alea tampak cemberut ketika datang ke RR's Meal Hell's bersama Chris dan melihat semua kakak-kakaknya yang berada di New York sudah berada disana semua.


Rajendra dan Aruna, Abi dan Gandari, Reana dan Pandu, Fayza dan Pramana ( ini belum kejadian kecelakaan yang di Love and Revenge of Mr Mafia ), Faranisa dan Patrick serta Benji. Alea sedikit bersyukur kakaknya yang mulut cabe sudah minggat ke Jakarta jadi agak aman lah.


"Hai! Naik apa kalian kemari?" tanya Aruna sambil memeluk Alea dan cipika cipiki.


"Tadinya mau naik motor tapi oleh Mr Hamilton dilarang jadi naik mobil Alea" jawab Chris.


"Padahal seru tuh naik motor!" celetuk Benji. "Ohya kenalkan aku Benjiro Smith, bontot di kaum pria, kalau Alea bontot di kaum wanita." Chris pun menerima salam Benji.


"Aku kenalkan ke kakak-kakak durjana dan super reseh aku..." suara Benji terpotong oleh protes Abi dan Rajendra.


"Heeeeiii!!!" seru keduanya sebal.


"Nih aku kenalkan Rajendra McCloud, penguasa RR's Meal area Amerika Serikat dan itu istrinya Aruna. Lalu ini kembar Abi O'Grady dan istrinya Gandari dan kembarannya Reana dan suaminya Pandu. Nah, ini Fayza dan tunangannya Pramana yang adiknya Pandu. Terus ini sebenarnya cuma tua setahun sama Alea, Faranisa dan tunangannya Patrick bukan temannya Spongebob."


"Kamu kok njangkar tho Ben?" cebik Abi. "Manggil nggak pakai embel-embel mas atau mbak!"


"Biar Chris nggak bingung. Pakai embel-embel itu untuk kalangan kita saja. Kalau sudah bisa masuk macam Patrick bukan temannya Spongebob yang ikutan Nisa manggil kalian pakai mas dan mbak, nah baru tuh. Ya nggak Chris?" cengir Benji ke arah Chris yang hanya nyengir.


"Senang bertemu dengan kalian semua, saya Chris..."


"We know!" seru semua kakaknya Alea bersamaan sambil tertawa. "Duduk Chris" ucap Abi.


"Bang Joey dan Mbak Gina nggak datang?" tanya Alea setelah mereka semua duduk.


"Bang Joey ada ops dadakan sedangkan mbak Gina, Oom Kieran datang ke penthouse nya" jawab Reana.


"Chris, maaf ya jika kami agak sedikit high kalau ngobrol tapi highnya seberapa sih ya?" gumam Reana.


"Oh tidak masalah karena tahu keluarga besar Alea siapa jadi saya sudah menyiapkan diri" senyum Chris.


"Whoah Chris! Kamu kalau senyum manis juga" goda Fayza jahil.


"Fay, teganya kamu memuji pria lain di depan tunangan mu sendiri" keluh Pramana yang membuat para pria tertawa kecil.


"Issshh gitu saja manyun" kekeh Fayza.


"Ohya besok Enzo balapan ya?" celetuk Benji.


"Kalau juara di Catalunya, sudah dipastikan dia bakalan juara dunia lagi deh!" senyum Rajendra.


"Enzo?" tanya Chris bingung. "Enzo Al Jordan itu sepupu kalian?"


Semua orang menatap Chris. "Lha kamu kemana saja Chris? Enzo kan saudara sepupu kandung Alea" balas Abi.


"Ooohhh..." Chris hanya ber 'Oh' ria.


"Eh ngomong-ngomong, kamu kapan pindah ke divisi SVU?" tanya Reana.


"Senin besok saya sudah pindah dari precinct patroli Manhattan ke precinct 16 khusus SVU dan homocide" jawab Chris.


"Divisi SVU ( Special Victim Unit ) itu kata Opaku Raymond Ruiz, adalah divisi paling brutal. Disana kamu akan menemukan korban dalam kondisi yang terkadang kamu mempertanyakan sejauh mana tingkat kewarasan otak manusia karena perlakuan si pelaku kepada korban itu beyond dari apa yang bisa kamu bayangkan" ucap Fayza.


"Opa Raymond memang pernah di SVU?" tanya Rajendra.


"Opa hanya sanggup tiga tahun disana terus balik ke homocide dan major crimes. Nggak kuat. Opa Ghani kayaknya malah belum pernah di SVU setahuku dari cerita Opa" jawab Fayza.


"Semoga kamu kuat Chris disana. Tapi setahuku, jika kamu bisa bertahan, kamu bisa ke bagian major crimes" timpal Patrick.


Chris tersenyum ke arah pria yang tampak santai sambil memeluk tunangannya, Faranisa. "Thanks Mr Rogers."


"Whoah! Kamu tahu nama belakangnya Patrick?" tanya Benji. "Padahal tadi aku memperkenalkan Patrick bukan temannya Spongebob."


Chris terbahak. "Partnerku, Trey, adalah gamer dan dia pernah mengajak aku ke acara game di New Jersey. Disana aku melihat Mr Rogers memperkenalkan game terbaru dari perusahaannya dan aku lumayan gampang hapal wajah dan nama orang. Jadi pas Benji memperkenalkan, aku tahu siapa anda."


"Kalau kita disini, tidak usah sok formal Chris. Panggil saja nama atau pakai embel-embel mas atau mbak ke mas Abi, mas Rajendra, mbak Runa, mbak Gandari, mbak Reana dan mas Pandu karena mereka jauh lebih tua dari kita" senyum Alea.


"Tua apanya Lea? Cuma selisih delapan - sembilan tahun juga" cebik Abi.


"Saya 25 tahun."


"Waaahhh, ada lagi nih yang pacaran sama anak di bawah umur" gelak Abi. "Kamu tahu kan Alea masih 19 tahun?"


"Tahu...mas."


"So, kamu harus menjaga adikku satu ini kalau memang kamu tertarik. Kami semua sengaja mengundang kamu kemari karena ingin tahu seperti apa sih pria yang membuat adik kami viral" senyum Rajendra.


"Kamu insecure tidak dengan kami-kami?" tanya Faranisa.


"Saya tahu keluarga Alea adalah keluarga yang memang sudah terkenal Sultan tapi setelah mengenal Alea dan ternyata dia gadis yang humble, fase insecure saya mulai terkikis sedikit demi sedikit."


"Dengar Chris, kami memang beruntung dilahirkan di keluarga Sultan tapi jika kamu nanti bergabung di keluarga kami, kamu akan tahu bagaimana bobroknya keluarga kami" seringai Abi.


"Bobrok gimana maksudnya?" tanya Chris bingung.


"Ini baru sebagian saja yang kamu kenal dan belum ada apa-apanya karena biang keroknya sedang ada di Jakarta. Bobrok yang dimaksud kami itu adalah, kami tidak ada jaim-jaimnya kalau sudah kumpul" ucap Rajendra.


"Kamu lihat sendiri kan, kami kalau kumpul malah tidak membicarakan barang mewah karena buat apa?" senyum Reana.


"Kami lebih suka membahas keluarga kami sendiri" timpal Aruna. "So, Chris. Do you like our sister?"


"Sejujurnya saya menyukai Alea dan Mr Hamilton sudah memberikan ijin saya penjajagan. Tapi saya belum tahu bagaimana perasaan Alea ke saya."


"Pelan-pelan Chris" sahut Pandu. "Aku pun dulu begitu saat mendekati Reana."


"Mas Pandu malahan sampai dikirim Tante Kaia ke Surabaya buat dites" gelak Benji.


"Ohya, apa alasan Oom Ezra memberikan lampu hijau ke kamu, Chris?" tanya Abi penasaran karena dia tahu, Oomnya satu itu kalau sudah ikutan Julid seperti Fuji dan Levi memang parah.


Chris menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Alea yang sedari tadi diam mendengarkan kehebohan kakak-kakaknya pun penasaran. "Memang Daddy ngomong apa ke kamu?" tanyanya ke Chris.


"Katanya ... demi perdamaian dunia persilatan."


Semua orang disana terdiam dan melongo namun sejurus kemudian Rajendra, Abi, Pandu dan Patrick tertawa terbahak-bahak sedangkan Benji menatap para kakaknya bingung.


"Ya ampun Tante Keiaaaa!" gelak Abi.


"Memangnya apaan?" tanya Gandari ke suaminya.


"Gara-gara Oom Ezra Julid ke Chris, Tante Keia nyuruh Oom Ezra tidur di luar!" gelak Rajendra.


"Oh Astagaaa!" seru lainnya.


Chris hanya melongo melihat semua kakak Alea tertawa terbahak-bahak sedangkan Alea tertawa kecil.


"Kalian kok malah santai saja?" tanya Chris bingung.


"Ya iyalah! Soalnya kami senang Oom Ezra kalah sama kamu!" ucap Abi dan Rajendra bersamaan.



Gak usah bingung bang, mereka memang keluarga durjana



Yang lega kakak-kakaknya menerima Chris


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️