The Four Emirs

The Four Emirs
Rohi dan Humaira



NYPD precinct Manhattan


Ezra Hamilton sekarang berada di dalam ruang interogasi polisi bersama dengan Steven Hamilton, keponakannya yang merangkap menjadi pengacaranya. Travis Blair yang sedang berada di Los Angeles, akan menyusul besok.


"Seriously, Oom. Kalau papa nggak bilang sendiri, aku tidak percaya Oom main terjang si Randy. Secara ya Oom, dia itu atlet football sedangkan Oom udah umur. Nggak ingat kalau bisa encok atau keseleo?" gerutu Steven.


"Bodo amat, Steve. Yang penting Oom sudah hajar!" balas Ezra sambil bersedekap judes.


Steven melirik buku - buku tangan Ezra yang tampak membiru dan dia yakin Oomnya benar-benar ngamuk. Lagian juga, siapa yang tahu kalau Chris Bradford adalah pacar Alea dan kebetulan Alea anak Ezra Hamilton.


"Oom, tangannya udah diperiksa belum? Takutnya ada yang retak" ucap Steven. "Aku telpon Joey ya?"


"Nggak usah, Steve. Joey lagi sibuk urus Chris. Nanti biar aku hub Fuji atau Nathan."


Steven melongo. "Oom, mereka berdua itu dokter jantung..."


"Yang penting dokter kan?" balas Ezra judes.


"Terserah Oom deh..." Suara Steven terhenti ketika dua orang penyidik bersama dengan Sam Tutuola dan Komisaris besar NYPD datang.


"Ezra" sapa Komisaris Tom Wahlberg.


"Tom." Ezra menatap sinis.


Semua anggota kepolisian menyingkir, mempersilahkan komisaris duduk di depan Ezra dan Steven.


"Seriously Ezra? Lupa apa kamu punya darah tinggi?" kekeh Tom yang merupakan sahabat Ezra saat kuliah dulu.


"Yang penting sudah aku hajar!" seringai Ezra.


"Hadeehh... Formalitas. Kamu semalam di sel gimana?" tanya Tom sambil tersenyum.


"Gak masalah. Semalam doang kan? Lumayan aku bisa tidur" jawab Ezra santai.


"Ya ampun, Steve. Bilang sama Keia, suaminya aku pinjam di sel."


Steven tertawa. "Tante Keia mah cuek Oom."


***


Ruang ICU Bellevue


Alea menatap Chris dari balik kaca ruang ICU dengan tatapan sendu. Chris sempat mengalami serangan lagi tadi dan sudah bisa distabilkan oleh Joey dan tim dokter. Menurut Haura efek dari hati nya yang terkena peluru jadi membuat metabolisme nya berantakan.


Fungsi hati bagi tubuh sangatlah penting, mulai dari menghancurkan racun dalam darah hingga membantu proses pencernaan. Bila organ hati tidak berfungsi dengan baik, berbagai kondisi serius dapat muncul. Dan hati Alea pun mencelos mendengar kondisi Chris yang butuh waktu lama untuk pulih.


Setidaknya masih diberikan kesempatan hidup.


"Alea..."


Gadis itu menoleh dan tampak sang mommy dengan wajah manyun.


"Mommy kenapa?"


"Mommy kesal sama Daddymu!" ucap Keia.


"Lho kenapa?"


"Masuk sel malah bahagia!" sungut Keia kesal yang diberitahukan oleh Steven kalau Ezra harus semalam mendekam dalam sel karena kasus penganiayaan.


Alea melongo. "Apa yang Daddy lakukan mom?"


"Well, Benji mendapatkan informasi siapa pelaku penembakan Chris dan langsung mendatangi anaknya. Tanpa pikir panjang langsung main hajar sampai babak belur. Kalau tidak ditarik oleh Oom Richard, Oom Bryan dan Sam, bisa-bisa Daddymu jadi pembunuh."


"Oom Richard? Oom Richard Hamilton? Rektor NYU? Memang apa hubungannya mom?" Alea menatap bingung ke arah Keia.


"Rupanya pelakunya adalah mahasiswa NYU dan masih ada hubungan kekerabatan dengan keluarga Rochester. Terang saja Daddymu sumbut!"


Alea memegang pelipisnya. Kayaknya dulu julid dengan Chris, kok sekarang pasang badan sih Dad?


"Apa benar itu Keia?" suara Aminah yang baru datang dari cafetaria mendengar ucapan Keia. "Ezra ditahan?"


Keia menoleh ke arah Aminah. "Iya, tapi tenang saja. Katanya pindah tidur" kekeh Keia.


Aminah beristighfar. "Kalian itu kenapa santai sekali? Apa kata pers kalau mendengar anggota keluarga Hamilton ditahan?"


Keia tertawa. "Tenang saja. Kami sudah biasa."


Aminah menatap Alea yang hanya mengangguk.


Ya Allah Chris... Keluarga Alea ini keluarga apa sih sebenarnya? Kenapa mereka tenang-tenang saja?


***


Semalam berada di sel dan Ezra bisa tidur dengan tenang sampai mengorok menurut para penjaga, membuat pria itu merasa segar. Steven dan sekretarisnya datang untuk membawakan baju ganti dan kopi membuat mood Ezra membaik.


Siang ini Ezra menuju rumah sakit dengan diikuti para wartawan yang mendengar berita itu namun pihak sekretaris dan keamanan sudah mengantisipasi agar tidak membuat ulah di rumah sakit.


Pria itu pun mendatangi ruang ICU dan melihat istri dan putrinya disana.


"Bagaimana? Enak tidur di sel?" ledek Keia.


"Meskipun keras tempatnya tapi aku bisa ngorok tuh Kei" kekeh Ezra cuek.


"Efek kamu tidak tidur di tempatnya Bryan soalnya sayang" senyum Keia sambil menyambut suaminya dengan peluk cium seperti biasanya.


"Bagaimana Chris?" tanya Ezra usai rutinitas bersama Keia.


"Masih belum stabil Daddy" jawab Alea sambil memeluk Ezra.


"Soalnya kena di hatinya ya jadi masih penyesuaian..." gumam Ezra. "Aminah kemana?"


"Sholat di ruangannya Joey. Tadi aku dan Alea sudah tapi tahu sendiri kan ruangannya Joey sempit untuk sholat jadi bergantian."


Ezra pun duduk bersama dengan istri dan anaknya.


"Kamu tahu, Daddy baru merasakan pegal dan capek luar biasa saat di sel. Makanya langsung ngorok."


"Menghajar orang capek ya sayang?" kekeh Keia.


"Tampaknya aku lupa kalau aku sudah kepala lima" gelak Ezra. "Tapi saat menghajar tidak ingat aku tuh!"


Keia menepuk dada Ezra pelan. "Sampun njih pak. Sampun tuwir..."


Ezra melongo. "Kei, jangan bahasa Jawa please. Aku gak hapal-hapal."


Alea tertawa. "Daddy sudah tua kata mommy."


"Eh! Siapa bilang! Daddy masih kuat sama mommymu!"


Keia dan Alea kompak memukul bahu kiri kanan Ezra. "Meshum!"


"Addduuuhhh! Kuat jalan sama mommymu Aleaaa... Iiihhh ngeres semua deh pikirannya dua wanitaku!" elak Ezra.


Joey menghampiri ketiga keluarga Hamilton itu dengan wajah usil. "Enak Oom di sel?"


"Hahahaha, J. Yang jelas aku bisa molor!"


"Oh astaga. Bagaimana Oom? Masuk pengadilan?" tanya Joey.


"Nggak, bayar jaminan saja dan sudah diurus Steven dan kayaknya Travis juga datang untuk menuntut Randy atas nama NYPD dan Chris."


Joey mengangguk. "Baguslah! Rap sheet kriminalnya dia banyak banget itu. Percobaan perko*Saan, percobaan pembunuhan ke detektif NYPD yang menyamar dan narkoba. Panjang tuh daftar hukumannya."


"Kamu tahu dari siapa Joey?"


"Benji lah Oom. Tuh anak kan langsung laporan di grup."


"Bang, kapan aku boleh menengok Chris?" tanya Alea.


"Kamu mau menengok Chris?" Alea mengangguk. "Steril lengkap ya." Alea mengangguk lagi.


Joey mengajak adiknya untuk memakai baju steril lengkap dengan cap dan masker karena tubuh Chris masih rentan dengan kuman dan bakteri.


"Sudah siap Lea?" tanya Joey yang juga memakai baju steril lengkap.


"Siap bang."


"Yuk kita masuk." Joey membuka ruang ICU itu dan menghela gadis itu masuk.


Chris yang melihat Alea masuk dengan baju steril lengkap tersenyum.


"Alea... Humairaku..." senyum Chris.


"Chris... My Rohi ( belahan jiwaku )" balas Alea sambil memegang tangan Chris.


Joey melongo melihat dua anak manusia di hadapannya.


Oh my God! Adikku sudah dewasa!


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️