
Dubai UAE
Para anggota keluarga klan Pratomo sudah mulai berdatangan ke Dubai untuk pernikahan Direndra dan Raana. Senna dan Kai sudah mempersiapkan kamar-kamar bagi para keluarganya dan sebagian ditempatkan di hotel Grand Hyatt tempat acara resepsi dilaksanakan.
Sebelum ke hotel, semua orang memilih berkumpul di istana Al Jordan. Zinnia adalah yang paling bahagia karena sepupunya semua datang, si kembar Luke dan Leia, Nadira, Bayu, Blaze dan si kembar Raveena dan Radeva yang masih batita.
Mariana yang melihat putrinya langsung akrab dengan duo L, Blaze, Bayu dan Nadira, bersyukur karena tidak ada rasa canggung atau apapun.
"Mar, santai saja. Luke, Leia dan Blaze tampak kompak kok sama anakmu. Lihat saja Nadira juga bertindak sebagai kakak perempuan" senyum Aruna ke Mariana.
"Iya mbak Runa."
"Kamu belum isi?" tanya Aruna.
"Belum mbak. Kata Ayrton, biar pacaran dulu tapi bukan kami menunda, bukan. Memang belum dikasih saja" senyum Mariana.
"Dibuat santai saja Mar. Tante Sabine dan Oom Karl nggak ribut kan? Tante Ayu juga nggak kan?" tanya Aruna.
"Alhamdulillah kedua mertua dan ibuku tidak meributkan, mungkin karena kami baru beberapa bulan menikah dan sudah ada Zee jadi belum ada anak dari kami, mereka santai saja."
Aruna menepuk bahu Mariana. "Keluarga kita bukan tipe harus punya anak karena ada juga yang tidak memiliki anak karena anak itu rejeki. Kalau belum diberi, masa iya mau ngehujat sama yang kasih hidup?"
"Woo ya jangan mbak. Allah pasti tahu yang terbaik buat hamba-nya dan pasti akan memberikan di waktu yang tepat."
Aruna tersenyum. "That's right!"
***
Istana Al Azzam Dubai UAE
Alaric tersenyum lebar melihat siapa yang datang ke istana Al Azzam. Sebenarnya Nura sudah datang bersama dengan Joey Bianchi kemarin tapi gadis itu memilih untuk kembali ke rumahnya menemui sang ibu.
Dan kini, sesuai dengan janjinya ke Alaric, gadis itu datang ke istana yang sudah sibuk dimana-mana.
"Benbeeen!" seru Alaric sambil memeluk gadis cantik itu.
"Alarriiiccc! Tidak boleh!" teriak Thara melihat si bontot main peluk - peluk anak gadis orang meskipun sudah berpacaran.
"Issshh, mommy nggak asyik!" cebik Alaric sambil manyun.
Nura tersenyum melihat kekasihnya si Gedhe Ambek manyun. "Aku menyapa mommy Thara dulu Al. Nggak sopan ah!"
"Iya tapi jangan lama-lama, nanti balik sama aku lagi ya?" pinta Alaric dengan wajah sok imut.
"Iisshh gemesiiinnn banget sih si bontot tukang Gedhe Ambek ini!" ucap Nura gemas sambil mencubit kedua pipi Alaric. Pria tinggi itu tersenyum melihat bagaimana gadisnya gemas dengan dirinya.
"Kapan elu lulus sih? Ga sabar halalin, tahu!"
"Yeeee, tahun depan lulus tapi harus magang lagi enam bulan di rumah sakit baru habis itu bisa di halalkan."
Alaric langsung manyun. "Aaaaaahhhh kenapa sih kamu jadi dokter???"
Aidan dan Thara yang sedang mengecek segala sesuatunya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat dua orang yang heboh sendiri.
"Kayaknya Nura baru bisa diikat Alaric dua tahunan lagi Thara" ucap Aidan.
"Kok kamu tahu Ai?"
"Joey yang cerita kalau Nura mendapatkan tawaran bekerja di Bellevue dan kemungkinan gadis itu menerimanya."
"Tapi kan Al bisa menikah dulu dengan Nura baru setelah itu dipikirkan, Al ikut ke New York atau LDR dengan Nura." Thara menatap suaminya.
"Biar mereka bicarakan tapi aku yakin, Alaric bakalan ngambek mendengar Nura baru mau diikat dua tahun lagi."
***
Istana Al Jordan Dubai UAE
"Enzooo!" panggil Hoshi ke adik sepupunya.
"Iya mas?" Enzo pun menghampiri kakaknya yang memiliki wajah cantik tapi bermulut pedas.
"Lu kagak bawa cewek lu?" tanya Hoshi tanpa basa-basi.
Enzo melongo. "Cewek mana lagi mas?"
"Lha, tiang listrik satu ini kagak ngeh! Ya cewek yang lagi digosipkan sama kamu lah! Yang namanya sama dengan mbak Gina!"
"Haaaaahhh? Georgina maksudnya? Yaelah mas Hoshi tuh gimana sih? Georgi dan aku tidak ada hubungan lagiii!" ucap Enzo gemas. Heran kok pada heboh dengan Georgi ya. Pas dulu aku digosipkan dengan model Victoria's Secret atau aktris Hollywood, nggak ada yang reseh.
Enzo hanya memegang pelipisnya. "Mas, aku tuh..."
"Lu jemput dia sekarang! Mumpung masih ada waktu dan pesawat gue nganggur tuh! Gih sana!" kompor Hoshi.
"Nggak ya mas. Kan aku sudah bilang, aku dan Georgi tidak ada hubungan."
"Belum! Ya sudah, gue harap besok pas Faranisa nikah, elu dah bawa tuh cewek!" Hoshi pun berlalu meninggalkan Enzo yang terbengong-bengong.
Si mulut cabe kenapa sih? Sejak punya si V kok jadi kacau gitu otaknya?
***
Ezra harus menghadapi para sepupu durjananya yang menatapnya dengan kekepoan tingkat tinggi.
"So, kamu sudah kasih ijin Alea dengan Chris?" tanya Arjuna sambil nyengir.
"Baru kasih ijin penjajagan tapi belum kasih ijin pacaran" ucap Ezra.
"Kalian tahu, Chris itu orang paling transparan yang pernah aku screening dan cari aibnya" sahut Bryan.
"Tapi aksi Alea kemarin itu memang savage. Benar-benar anaknya Kei" kekeh Kris Sky.
"Tunggu dulu, tidak mungkin Chris tidak punya aib, Bry" sanggah Levi. "Kita saja punya aib banyak."
"Kalau elu mah aibnya segudang!" balas Bara.
"Eh Bara kalau ngomong suka bener deh!" cengir Levi.
"Tapi beneran kok, Chris itu bersih dan bulan depan, dia sudah pindah ke divisi Special Victim Unit sebagai detektif" sahut Bryan.
"Gitu Ezra sok Julid sama Chris" gelak Fuji yang mendapatkan tatapan tajam dari Ezra.
"Ji, kalau soal perjulidan, kita mah biangnya" gelak Levi.
"Elu mah pakarnya Vi" balas Arjuna.
"Dan gue nggak malu ngakuin" ucap Levi dengan gaya songong.
"Gue kagak kebayang anaknya Hoshi bakalan macam apa ya? Secara Opanya Opa Eiji, tambah elu Vi belum Hoshi sendiri. Kacau pasti." Arjuna menatap salah satu anggota trio durjananya.
"Kalian itu apa lupa, Arkananta apa kabar?" keluh Bara yang membuat semua sepupunya menoleh.
"Aaaaaahhhh, Arka pasti parah ya Bar?" seringai Rhett.
"Kalian tidak tahu saja! Astaghfirullah cucuku satu itu plek ketiplek babehnya! Aku sampai sempat bilang dengan Arimbi, kenapa tidak ada yang ngikut dirinya yang kalem atau macam aku atau mommy dan Daddy." Bara memegang pelipisnya.
"Bar, apa kamu lupa? Arum apa kabar?" gelak Arya.
"Lha bininya Bara ajah selengean, menantunya juga, wajar dong cucunya nurun dengan sangat sempurna!" Levi tertawa terbahak-bahak.
"Brengsek lu pada!" umpat Bara. "Percuma curhat sama kalian kalau endingnya malah aku ketambahan dongkol!"
"Lu kan tahu Bar, kita tuh serius kalau soal kerjaan tapi soal istri, anak, menantu, cucu, semakin elu curhat, semakin kita durjana komentarnya!" gelak Marco.
"Keluarga durjana memang!" sungut Bara.
"Tapi kita lebih yahud daripada keluarga Cemara" cengir Bryan.
Semua orang menoleh ke bontot generasi ke empat. "Kagak ada yang lain Bry?" pendelik Fuji.
"Kagak ada. Yang keinget itu doang sih..." senyum Bryan
Keluarga Cemara Bry?
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️