The Four Emirs

The Four Emirs
Bonchap - Benji dan Geun-moon Part 3 ( End )



Honeymoon Suite The Ritz Carlton Hotel New York


"Benjiro Smith!" hardik Geun-moon kesal.


"Yes GM?" Benji mendekati istrinya yang memasang wajah kesal.


"Kamu itu kapan romantisnya sih? Perasaan selama kita pacaran, boleh dibilang pakai jari kamu berbuat romantis!"


"Lho aku tidak pernah lupa tanggal jadian, tanggal ulang tahun kamu, Valentine's Day, ucapan tahun baru... Nggak romantis dari sisi mana? Aku lebih baik daripada bang Joey yang sampai sekarang selalu minta diingatkan kapan mbak Georgina dan anak-anak ulang tahun!"


Geun-moon terkikik. "Kamu memang selalu ingat tanggal tapi sikapmu jauh dari kata romantis, suamiku..."


"Ya Maap jika aku kaku tapi setidaknya, aku sangat mencintaimu, GM. Entah sejak kapan... Apa sejak aku dikeroyok sama musuhnya bang Hideo ya..." gumam Benji yang membuat Geun-moon gemas.


"Kamu gemesin!" Geun-moon lalu mencium bibir Benji dengan sedikit berjinjit. Geun-moon memiliki tinggi 168cm sedangkan Benji 188cm, apalagi wanita berambut hitam panjang tanpa alas kaki.


Benji menyambut bibir istrinya dengan mesra dan ciuman keduanya semakin lama semakin panas. Benji lalu menggendong Geun-moon seperti koala dan membawanya ke atas tempat tidur mereka tanpa melepaskan bibirnya.


Bibir Benji pun lepas menuju rahang Geun-moon yang kemudian turun ke ceruk leher istrinya yang harum.green tea. Tangan Benji pun mulai melepaskan piyama pink yang dipakai Geun-moon dan tampak dibalik kain satin itu istrinya tidak memakai apapun.


Wajah Benji tampak memerah melihat dada istrinya yang membusung dan tampak menantang untuk diisap. Wajah Geun-moon pun memerah hingga ke telinganya karena merasa malu, baru kali ini ada seorang pria melihat tubuh polosnya.


"Ternyata punyamu bentuknya bagus ya GM. Bulat sempur... Aduuuhh!" Benji meringis saat Geun-moon memukul bahunya. "Kok aku dipukul?"


"Jangan vulgar!" bentak Geun-moon malu.


Benji tertawa lalu membuka kaosnya. "Vulgar sama istri sendiri itu wajib. Kalau aku vulgar sama cewek lain, nah itu nggak bener..."


Wajah Geun-moon semakin memerah ketika Benji dengan santainya membuka celana jeans-nya beserta boxer Calvin Klein hitam yang dipakainya.


"Lho...lho...lho... Kok kamu main polosan?" protes Geun-moon sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Astagaaa GM! Memangnya waktu pelajaran s3x education kamu bolos? Kan tahu lah anatomi badan manusia" gelak Benji sambil meloloskan celana piyama pendek istrinya. Kini keduanya sama-sama polos tapi Geun-moon masih memakai piyamanya meskipun dadanya sudah terekspos sempurna.


"Iiiihhh Benji!"


Benji tertawa lalu mulai menciumi tubuh istrinya lembut. Hasil doktrin para sepupu prianya yang sudah menikah, benar-benar dipraktekkan oleh Benji yang membuat Geun-moon tersulut gairahnya.


Suara seksih istrinya yang lolos dari bibirnya, membuat Benji semakin semangat melakukan foreplay. Hoshi, Luca, Joey, Bagas dan Bima masing-masing memberikan tutorial versi mereka tapi intinya sama. Bakalan bikin merem melek. Dan Benji pun melihat sendiri bagaimana Geun-moon semakin bergairah.


Benji sendiri sudah merasakan senut-senut di juniornya, rasanya ingin masuk ke lembah hangat dan basah. Ingat Ben, rasanya itu punyamu kayak dipijat kalau sudah dijepit. Enak banget! Benji penasaran dengan ucapan Bimasena dan ingin merasakannya.


"GM... aku masuk ya..." ijin Benji yang juga sudah memuncak gairahnya.


"I..iya..."


Benji pun mencoba masuk tapi rasanya miliknya terhalang sesuatu. Mata birunya menatap Geun-moon yang tampak tidak nyaman.


"Sakit kah?" tanya Benji.


"Se...sedikit..."


"Tahan ya GM..." Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya juniornya pun menembus penghalang jalan masuk meskipun dirinya merasa bersalah ketika Geun-moon sedikit terpekik ketika halangan itu sobek.


Ya ampun bener kata mas Bima.


Benji mencium bibir Geun-moon sambil memaju mundurkan panggulnya. Suara de*sahan istrinya membuat gairah si bontot semakin meningkat.


Keduanya pun semakin menikmati acara unboxing dengan berbagai gaya yang diajarkan Bagas. Mantan player itu memberikan * **** wanita yang membuatnya semakin bergairah.


Clumsy itu sampai selalu dapat lebih dari dua kali. Semua itu tergantung bagaimana kamu mendapatkan * **** pasangan kamu. Sebenarnya masing-masing punya titik sendiri-sendiri tapi rata-rata di area ini pasti dia klepek-klepek.


Benji sedikit meringis ketika mengingat ajarannya Bagas. Kamu tanya sama mantan player yang sudah melanglang buana di dunia pergspotan, dapat tutorial yang akurat lah!


Benji melihat Geun-moon sudah mendapatkan klimaksnya dan dirinya pun merasakan kedutan di juniornya yang minta dilepaskan.


"GM... rasanya aku...mau keluar..." ucap Benji dengan nafas terengah.


"Aku ... mau dapat lagi... Ben" balas Geun-moon.


"Ya ampun GM... Tadi itu... enak banget!" gumam Benji.


Geun-moon tersenyum. Tubuh Benji memang tidak terlalu six pack seperti sepupunya yang lain tapi Geun-moon merasakan tubuh suaminya sangat kencang dan perutnya yang rata juga keras.


"Aku...berat nggak Ben?" tanya Geun-moon sambil menatap wajah imut suaminya.


"Masih berat hidupku GM yang selalu dibully, dinistain dan dikerjain para kakak-kakakku..." keluh Benji yang membuat Geun-moon terbahak.


***


Dua hari terakhir ini dihabiskan Benji dan Geun-moon di tempat tidur. Benji mempraktekkan semua tutorial versi para kakaknya yang memang terbukti membuat Geun-moon melayang. Kadang malah istrinya yang meminta duluan.


Usai menghabiskan bulan madu di hotel, akhirnya pasangan pengantin baru itu menuju rumah mereka. Keduanya pun memulai hidup sebagai pasangan suami istri yang sesungguhnya.


***


Mansion Hamilton, Hampton New York


Benji dan Geun-moon kini berada di mansion milik Ezra dan Keia Hamilton untuk menghadiri acara empat bulan kehamilan Alea. Para keluarga di New York pun hadir untuk ikut acara pengajian yang diadakan oleh Ezra Hamilton.


Pasangan suami-istri itu tampak sumringah bisa berkumpul lagi dengan para sepupunya setelah mereka disibukkan dengan riset, penelitian dan pendirian perusahaan baru. Ya, Geun-moon membuat perusahaan IT yang berpusat kegiatan spionase bagi para agen intelijen.


Wanita berdarah Korea Selatan itu memang ingin agar para law enforcement bisa mencegah kejahatan lebih awal jika dibekali dengan peralatan canggih berdasarkan pengalaman saat suaminya dikeroyok dulu.


"Gimana Geun-moon? Riset berhasil?" tanya Joey Bianchi.


"Semoga bang. Karena aku kan baru merintis. Masih banyak trial and error tapi setidaknya, aku semangat membuat peralatan spionase nya lebih baik dan sempurna" jawab Geun-moon sambil tersenyum.


"Hebat kamu Moon. Sesuai dengan request si bontot dulu" senyum Abi.


"Apa itu mas Abi?"


"Benji selalu ingin mendapatkan istri yang cerdas, kreatif dan sama-sama gamer jadi tidak diomeli jika dia nge-game. Kamu sendiri masih main game, Moon?"


"Sudah jarang mas. Apalagi aku masih konsentrasi dengan perusahaan ku yang baru aku rintis."


"Kamu bantu Moon kan Ben?" Abi menatap si bontot.


"Sebatas yang GM minta karena aku ingin memberikan kebebasan padanya untuk mengasah kemampuan dan keterampilan dirinya." Benji menatap lembut ke istrinya.


"Kami semua bersyukur kalian memang jodoh satu sama lain" ucap Joey.


"Amin." Benji mencium bibir Geun-moon lembut.


*** END ***



Benjiro Smith



Jang Geun-moon


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Sudah selesai yaaa ...


Terimakasih atas semua support kalian di novel keluarga Emir.


Terimakasih atas semua gift, komentar dan like kalian semua hingga novel ini beneran tamat.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift untuk novel-novel yang masih on going


Tararengkyu ❤️🙂❤️