The Four Emirs

The Four Emirs
Ezra Panik



Central Park New York


Chris memberikan keterangan kepada koleganya yang datang untuk menahan dua orang penjambret itu sembari mata birunya melirik ke arah Alea yang sedang memeluk ibu-ibu yang dijambret. Tampak gadis itu berusaha menenangkan si ibu yang masih tampak gemetaran.


Harusnya Alea yang gemetaran tapi kenapa malah dia santai-santai saja? Dan sejak kapan dia bisa bela diri?


"Oke Bradford, terimakasih atas keterangannya. Kamu nanti harus ke pusat buat laporan" ucap sersan Harry. "Oh ngomong-ngomong gadismu badass juga padahal langsing gitu badannya."


"Hah?"


"Gadismu Chris! Kamu kan sedang kencan di hari liburmu dan aku melihat aksinya jadi viral dimana-mana. Dia benar-benar cewek tangguh Chris."


Chris menoleh ke arah Alea yang juga menatap dirinya dan memberikan senyuman ke pria itu. Wajah Chris sedikit memerah melihat senyum manis Alea.


"Nanti kami ke pusat untuk membuat laporan" ucap Chris tanpa mengalihkan pandangannya dari Alea.


"Oh you two really a lovebird" kekeh Sersan Harry.


***


PRRRUUTTT!!!


Ezra menyemburkan air putih yang sedang diminumnya ketika melihat berita di tv yang menyiarkan peristiwa viral upaya penjambretan di Central Park.


"Keeeiii! Keeeiiiaaaaa!" teriak Ezra heboh.


"Apa sih?" Keia datang tergopoh-gopoh menghampiri Ezra yang berada di ruang tengah.


"Lihat itu!" Ezra menunjuk ke arah tv.


Keia melongo melihat aksi sang putri. "Wah, keren ya?"


Ezra mendelik tidak percaya mendengar ucapan istrinya. "Apa?"


"Keren lho Alea bisa menjatuhkan orang sebesar itu" puji Keia. "Pasti Chris sekarang lagi kaget melihat bagaimana Alea."


Ezra hanya bisa mengelus dadanya.


***


Aksi viral Alea itu pun menjadi ramai di grup keluarga bahkan semua kakak-kakaknya memberikan pujian berhasil menghajar si penjambret itu.


Kini Alea sedang berada di Polsek Central Park menemani Chris yang harus memberikan laporan. Awalnya Alea juga dimintai keterangan tapi begitu tahu gadis itu adalah putri Ezra Hamilton dari keluarga Hamilton, polisi memutuskan menggunakan nama anonymous karena tidak ingin gadis itu nanti harus berurusan dengan polisi.


Alea sendiri sibuk membalas semua ucapan kakak-kakaknya dan wajah imutnya tersenyum membaca semua pesan yang rata-rata memberikan semangat kepada gadis belia itu.


"Kamu tuh jadi viral lho dik."


Alea mendongakkan kepalanya dan tampak Joey dan Georgina berdiri di hadapannya.


"Bang Joey, mbak Gina" seru Alea bahagia melihat kedua kakaknya datang. Georgina langsung memeluk adiknya.


"Dimana Chris?" tanya Joey sambil celingukan.


"Masih laporan di dalam. Aku disuruh tunggu disini" jawab Alea dengan wajah polos.


"Astagaaa! Anak itu!" Joey main masuk ke dalam kantor polisi itu dan menyapa banyak orang disana.


Georgina sendiri memilih duduk diluar bersama dengan Alea.


"Mbak, ini kalau Daddy tahu apa nggak heboh ya?"


"Paling sudah kebakaran jenggot tuh Oom Ezra" gelak Georgina.


"Duh, alamat nggak boleh pergi sama Chris lagi deh" keluh Alea.


"Lagian kamu pakai acara sleding orang sih" Georgina memeluk adiknya.


"Habis daripada kabur?"


"Chris gimana tadi saat lihat kamu begitu?"


"Shock kayaknya mbak."


***


"Kenapa dokter Bianchi tidak bilang kalau Alea bisa bela diri?" Chris menatap tajam ke Joey yang dengan santainya duduk bersedekap.


Sebagai seorang dokter bedah di Bellevue, nama Joey Bianchi banyak dikenal banyak petugas kepolisian NYPD apalagi dia juga cucu Kapten Ghani Giandra dan Kapten Raymond Ruiz. Joey sendiri juga sering membantu polisi yang mengalami luka tembak atau operasi anggota keluarga NYPD.


"Lha kalau aku cerita kan nggak seru, Chris" gelak Joey. "Sersan Harry, gimana adik saya Alea? Apa perlu diajukan sebagai saksi?"


"Tidak perlu dokter Bianchi. Keterangan dari Chris dan banyak saksi disana sudah cukup tapi saya tidak bisa mentake down rekaman viral miss Hamilton menendang sapu penjahat itu" ucap Sersan Harry.


"Tidak dokter Bianchi. Ini sudah selesai."


"Kamu bawa pulang adikku dan kalau Oom Ezra heboh, acuhkan saja" seringai Joey.


***


Istana Al Jordan Dubai UAE


Nama Alea Hamilton mendadak menjadi trending topik hingga Keluarga di Dubai langsung heboh. Ayrton menatap tidak percaya adiknya bisa melakukan hal seperti itu sedangkan Paradina, Mariana, Tamara dan Fatimah hanya bisa tersenyum melihat gadis imut itu bisa membuat pria berbadan besar itu jatuh.


Dubai sendiri sudah pagi dan semua anggota keluarga sedang sarapan jam tujuh.


"Alamat Alea bakalan dikejar paparazi ini gara-gara savage" kekeh Senna.


"Ezra langsung kelabakan" gelak Kai.


"New York heboh deh!" sambung Reyhan.


***


Hampton New York


Chris baru bisa mengantarkan Alea jam 11 malam karena Kapten NYPD meminta untuk bertemu dengan putri keluarga Hamilton itu.


Ezra yang melihat kedatangan putrinya dan Chris langsung membuka pintu rumah. Begitu melihat Alea, Ezra langsung memeluk putri semata wayangnya.


"Kamu nggak papa kan sayang?" tanya Ezra sambil memindai putrinya.


Alea tertawa melihat daddynya heboh. "I'm fine Dad."


Ezra lalu berpaling ke arah Chris. "Kamu tuh gimana sih? Bisa nangkap penjahat nggak? Hampir saja putriku celaka!"


"Saya minta maaf Mr Hamilton. Kejadian tadi memang salah sa...."


"Memang salah kamu!" bentak Ezra galak..


"Saya minta maaf Sir..." Chris pun menunduk.


"Sudah kamu pulang saja! Tidak ada acara jalan-jalan lagi!" Ezra menarik putrinya dan menutup pintu rumahnya keras di hadapan Chris.


Pria tampan itu hanya menghela nafas panjang. Ya tidak bisa disalahkan kalau Mr Hamilton panik.


Chris pun berbalik dan bahunya tampak turun. Bahkan berpamitan dengan Alea pun tidak sempat. Chris berjalan menuju motornya ketika pintu rumah Hamilton terbuka dan tampak Alea bersama Keia Al Jordan keluar.


"Chris, terima kasih ya sudah membawa pulang Alea dengan selamat" ucap Keia ramah.


"Sama-sama Mrs Hamilton. Maaf jika tadi ada kejadian tidak mengenakan dan membuat Alea viral. Sungguh saya tidak bermaksud..."


"Sudah tidak apa-apa, sudah kejadian juga. Alea, mommy tinggal dulu. Jangan lama-lama nanti Daddymu cukur brewok" kekeh Keia yang membuat Alea cekikikan. "Saya tinggal dulu ya Chris. Pintu rumah kami terbuka kok buat kamu. Jangan hiraukan daddynya Alea." Keia pun masuk ke dalam rumah.


Alea menatap Chris dengan senyum manisnya.


"Makasih ya Chris. Acara jalan-jalan yang anti mainstream" ucap Alea.


"Maaf harus lama di kantor polisi" balas Chris sambil tersenyum kikuk.


"Nggak papa. Aku senang kok."


"Aku pulang dulu Alea. Terimakasih menemani aku jalan-jalan."


"Hei, aku yang mau juga" tawa Alea.


Chris memberanikan diri untuk mendekati gadis itu lalu mengambil tangan kanan Alea dan mencium punggung tangannya.


"Have a nice dream, Humaira." Chris mengangguk ke Alea sambil tersenyum.


Wajah Alea tampak merah padam.


"Apa maksudmu cium-cium punggung tangan Alea?" sebuah suara bariton membuat Alea memejamkan matanya.


Duh Daddy!


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️