The Four Emirs

The Four Emirs
After Reception



Honeymoon Suite Grand Hyatt Dubai


Direndra mengerjapkan matanya dan melihat masih gelap di luar jendela kamarnya. Perlahan dia mengambil jam Zenith nya dan melihat pukul tiga pagi. Sebuah gerakan di dadanya membuat Direndra menoleh dan tampak Raana memeluk dirinya macam koala membuat jiwa lelakinya bergejolak.


Seumur - umur baru kali ini seorang wanita memeluk dirinya dengan posisi polos begini dan membuat Direndra mengelus rambut coklat itu dengan sayang. Istriku. Sejurus kemudian Direndra melongo. Lha semalam gak jadi unboxing ya? Malah ketiduran. Kalau unboxing sekarang, Raana marah nggak ya?


Direndra lalu berusaha melepaskan pelukannya Raana dan membuat gadis itu tidur terlentang. Lha dia sudah pakai lingerie?


Putra Aidan dan Thara Blair itu lalu mencium kening Raana lalu turun ke pipi, bibirnya sekilas lalu ke ceruk leher Raana yang harum lavender.


Merasa ada yang mengusik tidurnya, Raana membuka matanya dan tampak Direndra sudah berada diatas tubuhnya sedang mencumbu tubuhnya.


"Udah...bangun mas?" bisik Raana yang merasa geli dengan permainan bibir Direndra.


"Udah. Malah ketiduran ya kita?" senyum Direndra.


"Mas Rendra mau ngapain?" tanya Raana polos atau masih ngebug ya?


"Unboxing kamu lah!" kekeh Direndra.


"Oohhh..." Raana hanya mengangguk. "Haaaaahhh? Sekarang?"


"Nggak! Tahun depan!" jawab Direndra asal. "Ya sekarang lah, Raana. Mumpung kaum durjana pada balapan mobil."


Direndra meloloskan underwear milik Raana yang berenda warna hitam lalu melepaskan celana jeans nya beserta boxer Calvin Klein nya.


"Mumpung ya mas..." kekeh Raana guna menghilangkan rasa gugupnya melihat milik Direndra yang sudah tegak sempurna.


"Iyalah! Kamu tidak tahu bagaimana durjananya saudara - saudaraku, sayang" bisik Direndra sambil melepaskan lingerie Raana ke atas tubuh wanita itu.


Keduanya sudah sama-sama polos dan berbekal insting serta ajaran Ayrton sebelum Direndra ijab, pria itu mulai mencumbu dan menyentuh semua tubuh istrinya membuat Raana menge*rang dan mele*nguh nikmat.


Foreplay mu harus benar, Ndra. Soalnya kalau pas, punya istrimu bakalan basah dan itu lebih mengurangi lecet nanti. Kayak ada pelumasnya. Pesan Ayrton saat dirinya bersiap di kamarnya sebelum ijab. Direndra meraba inti Raana yang sudah basah. Bener nih foreplay gue.


Direndra lalu berusaha memasukkan miliknya ke inti Raana tapi teori ternyata tidak sesuai dengan praktek. Meskipun sudah basah, tetap saja Direndra kesulitan menembus jantung pertahanan Raana.


Dilihatnya Raana mendesis tidak nyaman sembari menggigit bibir bawahnya tapi kepalang tanggung, Direndra pun menghu*jam miliknya hingga Raana menjerit tertahan.


"Maaf... maaf" ucap Direndra. "Nanti bakalan enak kok!"


Raana hanya mengangguk saja karena rasanya saat milik Direndra masuk, dia nyaris tidak bisa bernafas saking terkejut dan penuh di dalam intinya.


Direndra pun perlahan mulai menggoyangkan pinggulnya dan keduanya pun mulai menikmati acara unboxing yang sempat tertunda akibat aji sirep yang nongol tanpa permisi.


Entah berapa kali mereka berusaha saling memberi dan mencoba mendapatkan sensasi dsn kenikmatan yang berbeda hingga akhirnya keduanya sama-sama ambruk kelelahan tapi mendapatkan kenikmatan yang luar biasa.


"Terimakasih istriku" bisik Direndra yang entah sudah berapa kali dia ucapkan.


Raana hanya mengangguk dan badannya terasa lelah sangat. "Aku ... tidur dulu mas. Capek!"


"Tapi enak kan?" goda Direndra yang membuat wajah Raana merona.


"Enak sih."


"Tidur dulu, nanti mandi bareng" ucap Direndra santai karena dirinya pun merasa ngantuk.


"Hhhmmm..." sahut Raana sambil terpejam.


***


FH Custom and Repair Dubai


Kareem Hassan hanya bisa memegang pelipisnya melihat bagaimana Maserati milik Ayrton dan Nissan Skyline milik Direndra babak bunyak gara-gara keponakannya Hoshi dan Bima.


Ya betul dia baru membuka cabang disini bekerja sama dengan Enzo tapi klien pertama keponakannya sendiri kan membuatnya gemas. Ditambah dengan Ford GT milik Alaric yang dipenyokkan oleh Benji.


"Kalian bertiga itu gimana sih nyetirnya? Oom tahu resiko balapan pakai super car itu memang ada karena Oom pernah menjadi pembalap Paris Dakkar tapi nggak separah ini!" Kareem memeriksa masing - masing mobil yang tidak murah itu.


"Udah Oom Kareem, aku percayakan semuanya ke Oom. Soal biaya tidak usah dipikirkan" cengir Hoshi.


"Bukan begitu Hoshi tapi kan sayang ini... Direndra tahu nggak Skyline nya begini rusaknya?"


"Manten baru masih asyik ngadon dua hari ini. Paling dia baru tahu besok weekend pas kita mau berlayar pakai Yacht nya Opa Senna" sahut Hoshi cuek.


"Oom Kareem, tolong yaaa ... Bang Al udah ngancem mau tarik Ducati aku kalau nggak segera dibenerin" rengek Benji.


"Aku kan lebih mementingkan skripsi ku dong. Sekarang sudah selesai baru fokus ke mobilnya bang Al" cengir Benji.


"Astaga Gusti!" ucap Hoshi dan Bima bersamaan.


"Tumben kompak?" goda Benji.


"Kamu memang minta digibet deh Ben!" Hoshi pun langsung memiting leher Benji tidak peduli adiknya lebih tinggi darinya. Hoshi 180cm sedangkan Benji 188cm.


"Maaaasss! Jangan tho! Mooommmyyyy!" rengek si bontot itu mendrama.


"Sudah, sudah! Oom benerin semua. Hitung-hitung sekalian promo bengkel apalagi baru buka sebulan juga" kekeh Kareem melihat keributan keponakannya. "Ngomong - ngomong yang menang siapa tadi malam?"


"Enzo lah!" ucap Bima dan Hoshi bersamaan lagi.


"Cieeehhh kompakan lagi!" ledek Benji yang langsung mendapat acak-acak rambutnya oleh Hoshi.



Udah tahu mas Hoshi mu judes, masih saja nekad!



Yang miting plus acak-acak rambutnya bontot


***


Weekend at Beach


Para generasi kelima klan Pratomo memutuskan untuk berlayar memakai dua Yacht milik Senna Al Jordan dan Hasyim Al Azzam yang sengaja membeli Yacht milik Senna yang sempat jadi gegeran dengan Fatimah.


Aji dan Haris memutuskan untuk tidak ikut karena Falisha dan Freya sibuk dengan anak masing-masing, Radyta dan si kembar Gemintang dan Gemini jadi mereka memutuskan untuk tinggal di mansion Al Jordan.


Rina dan Arimbi pun memilih tidak ikut karena takut Arka dan Valentino mabuk laut nantinya. Alaric pun manyun karena Nura harus kembali ke New York hingga memutuskan untuk mengantarkan sendiri gadisnya kesana. Tentu saja Alaric mendapatkan Omelan dari Aidan dan Reyhan Al Jordan karena seenaknya sendiri tapi Alaric is Alaric.


Para generasi kelima itu lalu naik ke Yacht yang sudah disediakan dan mereka pun dengan santainya membuka pakaian memamerkan tubuh terawat mereka.


Pasangan pengantin baru pun tampak malu-malu saat diledek oleh para sepupunya. Raana sendiri langsung menyembunyikan wajahnya di balik punggung polos Direndra karena malu digodain.


"Udah dong! Jangan digodain istriku, kasihan malu dia" pinta Direndra sambil memegang tangan Raana.


"Mbak, ikut kita-kita saja, dijamin aman dari pria - pria menyebalkan!" ajak Faranisa dan Safira.


"Udah kamu ikut Fara dan Fira sana" senyum Direndra.


"Nggak papa mas?" tanya Raana.


"Nggak papa." Raana pun bergabung dengan Faranisa, Safira dan Alea yang berada di Yacht milik Hasyim.


Setelah melihat istrinya bersama dengan adik - adik perempuannya, Direndra lalu menatap sepupu prianya dengan wajah judes.


"Siapa yang merusakkan Skyline aku?"


Semua langsung menunjuk ke Bima. "Dia!"


Bima hanya nyengir.



Yacht nya Senna



Yang jutek mobilnya rusak.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️