The Four Emirs

The Four Emirs
Antara Enzo dan Alea



Lower Manhattan New York


Chris memeriksa jadwal bioskop sore ini dan wajahnya pun menunjukkan bahwa film yang diputar tidak sesuai dengan keinginan.


"Filmnya apa saja Chris?" tanya Alea.


"Horor semua, Lea" ucap Chris.


"Ya sudah, kita nggak usah nonton. Jalan - jalan saja gimana? Atau kita ke Central Park?"


Chris menatap gadis cantik di hadapannya. "Beneran nggak papa? Kita batal nonton?"


Alea tertawa. "Tak apa, Chris. Bisa jalan-jalan saja sudah senang."


Chris tersenyum. Kamu tuh anak Sultan tapi menikmati hal-hal yang sederhana padahal baju, jeans, sepatu dan jeansmu berbranded semua.


"So, kita jalan-jalan lagi?" ajak Chris.


"Of course." Alea tersenyum manis.


***


Silverstone Northamptonshire Inggris


Acara balapan di Silverstone yang biasanya diadakan hari Minggu terpaksa diundur hari Senin karena hari Minggu akan diadakan acara kerajaan Inggris yang dimana semua stasiun tv harus menayangkan acara itu.


Dan kini malam Minggu Enzo memilih tinggal di hotel 'Kazuo's Bed and Breakfast'. Malam ini menunya adalah beef stew and grilled potatoes. Pria itu dengan santainya menikmati acara makan malam di teras belakang hotel itu.



Beberapa tamu sudah datang untuk menginap dan tidak sedikit yang mengenali Enzo lalu meminta foto bersama serta tanda tangan.


Kini Enzo duduk menyendiri di sudut sambil menikmati makan malamnya yang sangat British. Ditemani secangkir hot Earl grey, dua botol air mineral dan semangkuk beef stew, Enzo menatap halaman yang banyak ditumbuhi tanaman yang tertata rapi.



Suara ponselnya berbunyi dan wajah Enzo tersenyum melihat siapa yang menelpon.


"Assalamualaikum mom" sapa Enzo.


"Wa'alaikum salam Enzo" balas Paradina, ibu Enzo yang masih memiliki darah keraton Jogjakarta meskipun berdarah campuran Belanda. Ayah Paradina memang kerabat Sri Sultan Hamengku Buwono sedangkan ibunya masih ada kekerabatan dengan kerajaan Belanda. Bisa dibilang, Enzo berdarah biru karena Reyhan sang Daddy, adalah putra Kai Al Jordan, salah seorang Emir dan Tamara adalah salah seorang putri dari kerajaan Arab Saudi.


"Kamu dimana?"


"Di hotel Kazuo" jawab Enzo santai.


"Lho? Dimana itu?" tanya Paradina.


"Lima belas kilometer dari Silverstone."


"Kok kamu nggak di hotel biasanya?" tanya Paradina bingung kenapa putranya main kabur saja.


"Apaan mom! Jack payah! Masa booking hotel dapat kamar yang kecil! Sudah tahu aku paling tidak bisa kamar yang model studio, keulang lagi. Aku muak dong mom! Sudah berapa kali si Jack gobl*knya seperti itu tapi Marcello meminta agar aku sabar. Tapi ini aku sudah enough!" omel Enzo mengeluarkan uneg-unegnya dengan bahasa Indonesia agar tidak ada yang tahu.


"Sabar anak ganteng. Kamu kok kayak Al dan Benji kalau lagi ngambek?" kekeh Paradina.


"Biarin! Aku kan jengkel mom! Aku tuh nggak pernah minta aneh-aneh seperti pembalap lainnya, hanya kamar besar paling tidak ukuran suite. Itupun nggak bisa! Siapa yang dongkol bin nyolot!"


"Terus disana kamu dapat kamar yang sesuai dengan keinginan kamu?" Paradina sangat hapal dengan sifat putranya yang kalau sudah ngambek bisa lama.


"Dapat mom mana jauh lebih bersih dari hotel sana dan yang punya juga masih muda. Campuran Jepang Inggris."


"Namanya?"


"Georgina Kazuo."


Paradina melongo. "Sayang, kenapa namanya sama dengan istrinya Joey?"


"Mana aku tahu mom. Yang jelas aku memanggilnya Georgi karena panggilan lainnya sudah dikompeni mbak Gina."


Paradina tertawa. "Ya sudah, jangan lama-lama ngambeknya. Tuh lihat, Allah kasih tempat yang lebih bagus jadi have fun saja di hotel punya Georgi. Okay?"


"Okay mom."


"Love you!"


"Love you too mommy."


Enzo mematik ponselnya dan terkejut ketika melihat Georgina sudah berdiri di sebelahnya.


"Maaf mr Al Jordan. Aku hanya ingin bertanya, besok minta dibangunkan jam berapa? Karena anda harus latihan bukan?" Georgina memberikan senyum manis.


"Jam lima pagi, bisa? Saya sih selalu sedia weker sih di ponsel."


"Baik Mr Al Jordan. Besok sekalian saya bawakan sarapan untuk perjalanan anda ke sirkuit."


Enzo tersenyum. "Thanks Georgina."


"Sama-sama Mr Al Jordan." Georgina mengangguk lalu meninggalkan Enzo di halaman belakang.


Gadis yang menarik.


***


Central Park New York.


Chris dan Alea tampak berjalan-jalan di area dalam taman terbesar di kota New York itu. Keduanya tampak asyik mengobrol berbagai macam hal. Chris terkesima dengan cara Alea memaparkan pekerjaannya sebagai desain interior AJ Corp dan PRC group.


"Jadi kamu pegang dua perusahaan?" tanya Chris yang kagum dengan gadis yang masih remaja itu tapi sudah mampu bekerja di dua perusahaan milik keluarganya.


"Iyaaa tapi jangan dikira aku main masuk saja, mommyku sendiri yang menggembleng aku bahkan tidak sungkan menegur aku jika tidak profesional."


"Mommy mu hebat, tetap fair" ucap Chris.


"Kami memang banyak yang meneruskan perusahaan keluarga tapi bukan berarti kami tidak digembleng habis-habisan. Kakakku mas Jendra, itu parah didikannya. Karena dia ingin mengambil alih RR's Meal di Amerika, sama Oom Aidan Blair, mas Jendra digembleng dari bawah bahkan dari pekerjaan yang kasar."


"Rajendra McCloud? Chef terkenal itu?" tanya Chris.


"Iya. Mas Jendra cerita kalau dulu dia harus mengupas kentang sampai lima kilogram lalu bagian cuci piring dan memang tidak memakai nama belakang McCloud jadi tidak ada yang tahu dia anak siapa."


"HEELLLPPP!"


Chris dan Alea terkejut ketika ada suara teriakan minta tolong.


"Ada apa Chris?" tanya Alea sambil celingukan.


"Entah. Aku cari tahu..."


"THIIEEFFF!" teriak seorang wanita dan Chris melihat dua orang berlari ke arah mereka.


"Stop! Police!" teriak Chris berusaha menahan dua orang yang membawa tas.


Pria yang satu langsung menerjang Chris membuat Chris terjatuh namun dengan sigap berhasil menahan pencuri itu sedangkan yang satu hendak melarikan diri namun kepalanya terkena lemparan batu oleh Alea.


Pencuri yang hendak kabur tadi berhenti dan memegang kepalanya yang sedikit pusing lalu menatap Alea.


Chris yang sedang memborgol tangan pencuri yang berhasil ditangkapnya hendak menolong gadis itu tapi Alea memberikan kode untuk menahan si pencuri yang sudah ditahannya.


Beberapa orang menelpon 911 sambil melihat bagaimana gadis tinggi langsing itu hanya berdiri menatap pencuri berbadan besar yang mendatanginya.


"You son of the b1tch! Beraninya melempar batu ke kepalaku!" bentak pencuri berkulit hitam itu.


"Kembalikan tas nyonya itu!" ucap Alea dingin yang melirik seorang ibu-ibu yang lari tergopoh-gopoh.


"Atau apa, hah? Kamu hanya anak orang kaya yang tidak bisa apa-apa! Tampaknya uangmu banyak ya. Aku rampok saja isi tasmu!"


Alea hanya diam saja dan ketika pria itu mendekatinya, gadis itu segera memberikan tendangan sapuan pencak silat yang membuat pria itu tergoyah dan akhirnya jatuh terjerembab.



Setelahnya Alea berdiri dan memberikan pukulan jab ke wajah pria itu. Tak lama polisi taman pun datang langsung memborgol pencuri yang dihajar gadis itu.


Chris yang menyaksikan aksi Alea hanya bisa melongo.


Astaghfirullah!


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaeesss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️