The Four Emirs

The Four Emirs
Ezra dan Chris



Hampton New York


Chris menatap rumah di hadapannya dan tidak munafik jantungnya berdetak kencang. Semalam Alea memberikan alamatnya saat Chris bertugas malam. Awalnya dia hanya menganggap Hampton pinggiran tapi hari ini saat perjalanan menuju rumah Alea, Chris semakin masuk ke komplek perumahan itu semakin banyak rumah mewah disana.



Pria itu memarkirkan motor Triumphnya di depan garasi dan dirinya cukup surprise dibandingkan dengan rumah - rumah sekitarnya, rumah keluarga Ezra Hamilton paling sederhana padahal mereka Keluarga terpandang di Amerika Serikat.


Chris mengecek ulang alamat yang diberikan Alea dan dirinya tetap tidak yakin apakah ini benar karena rumahnya ... kurang mewah. Sangat-sangat tipikal rumah kebanyakan Amerika. Tapi alamatnya bener sih.


Chris menghela nafas panjang berulangkali untuk mempersiapkan mental menghadapi kedua orangtuanya Alea.


Bismillah.


Chris memencet tombol bel yang terdengar merdu di dalam rumah. Dilihatnya ada beberapa CCTV di halaman rumah dan dia yakin orang di dalam sudah tahu dia datang.


Pintu utama pun terbuka dan tampak seorang pria di usia lima puluhan menatap tajam ke arahnya.


"Eh.. assalamualaikum. Maaf Sir, Alea ada? Saya Chris Bradford" ucap Chris memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya namun pria itu hanya menatapnya tidak suka.


"Tidak ada Alea disini" ucap pria itu judes membuat Chris menurunkan tangannya.


"Tapi maaf Sir, Alea memberikan alamatnya disini" bantah Chris dengan nada tenang.


"Kalau saya bilang tidak ada Alea ya tidak ada!" jawab pria itu galak.


"Ezra!" sebuah suara wanita membuat Chris membatalkan untuk membalas ucapan pria itu. "Jangan jahil!"


Seorang wanita dengan tubuh tinggi langsing bagaikan model dan masih cantik di usianya yang tidak lagi muda tersenyum ke arah Chris.


"Kamu pasti Chris. Perkenalkan saya Keia Al Jordan Hamilton, mommy Alea. Dan ini Ezra Hamilton, Daddy Alea" senyum Keia sambil mengulurkan tangannya dan disambut Chris.


"Senang bertemu dengan anda, Mrs Hamilton. Saya Chris" balas Chris sambil tersenyum.


"Ezraaaa" Keia melirik tajam ke arah suaminya. "Kenapa tidak menerima salam dari Chris tadi?"


"Hhmmphh!" Ezra pun ngeloyor masuk ke dalam yang membuat Keia menggelengkan kepalanya.


"Kamu jangan diambil hati ya kelakuan Daddynya Alea. Ayo masuk" ajak Keia.


"Terimakasih Mrs Hamilton. Assalamualaikum."


"Wa'alaikum salam" balas Keia.


Chris melihat bagaimana isi rumah keluarga Hamilton yang tampak pas penataannya dan semua perabot serta aksesoris sangat indah, mahal dan sophisticated. Chris juga melihat dua buah foto yang berisikan keluarga besar di sebuah ruang keluarga.


"Oh itu keluarga Hamilton dan keluarga Pratomo disaat bisa kumpul bersama. Kami memang dari keluarga besar, Chris" papar Keia. Kini keduanya berada di ruang tengah yang berkesan mewah dan Chris bisa melihat dua ekor anjing jenis Husky dan Golden Retriever duduk manis di atas sofa.


"Duduk Chris, biar saya panggilkan Alea." Keia pun pergi meninggalkan Chris bersama dengan dua anjing besar itu.



Melihat kedatangan Chris, kedua anjing itu langsung turun dari sofa dan mulai mengendusnya dan si Husky langsung tiduran diatas kaki pria itu sedangkan si Goldie naik ke sisi kosong tempat Chris duduk dan pria itu mengelus kepala anjing bewarna krem itu.


"Tumben si Flip dan Barney langsung anteng. Biasanya ribut!"


Chris menoleh dan tampak Ezra datang ke ruang tengah. Pria itu duduk di hadapan Chris sambil menyilangkan kakinya dan bersedekap. Mata abu-abunya tampak mengintimidasi Chris.


"Mungkin karena saya juga suka anjing, Mr Hamilton jadi kedua anjing anda langsung anteng dengan saya" jawab Chris.


"So, kamu yang kemarin memboncengkan anak saya tanpa helm? "


"Maafkan saya Mr Hamilton. Saya tidak tahu jika Alea berjalan kaki dari gedung AJ Corp menuju 11th Street Café. Jika saya tahu, saya pasti membawa helm tambahan."


"Alea bisa saja naik Uber atau taksi!"


"Saya yang tidak tega, Sir. Saya yang mengajak makan siang tapi saya membiarkan Alea naik taksi atau Uber? Saya bisa dicap pria tidak gentleman."


"Apakah kamu gentleman?" selidik Ezra.


"Insyaallah, Sir."


"Apa tujuan kamu datang kemari?"


"Tidak boleh!" potong Ezra cepat.


Percakapan keduanya terhenti ketika seorang pelayan membawakan minuman dan camilan. Setelah pelayan itu meletakkan semuanya diatas meja dan mengundurkan diri, Ezra merubah posisi duduknya dengan memajukan tubuhnya.


"Dengar Chris, saya tidak pernah mengijinkan putri saya naik motor meskipun dengan kakak - kakak sepupunya sekalipun. Apalagi kamu!"


"Tapi Sir, jika saya mengajak Alea jalan-jalan dengan motor saya, tentu saja keselamatan Alea paling utama."


"Kamu pikir semua kakak-kakaknya Alea tidak memikirkan itu? Mereka pasti akan melindungi Alea! Tapi saya dan mommynya tetap tidak mengijinkan kalian pergi dengan naik motor!"


"Dad!!" Ezra dan Chris menoleh ke arah suara itu. Tampak Alea mengenakan jaket kotak-kotak dan tas pergi dengan rambut diikat sederhana. "Daddy itu kok sukanya bikin darting sih!"



Keia yang berada di belakang Alea hanya tersenyum simpul melihat Ezra dimarahi oleh putrinya.


"Tapi baby, Daddy tidak mau kamu kenapa-kenapa" ucap Ezra memelas.


"Aku tidak bakalan kenapa-kenapa karena Chris akan menjaga ku, begitu juga dengan abang-abang aku tapi Daddy saja yang parno!" omel Alea


"Sayang... tapi..."


"Dad, aku tuh sudah mau 20 tahun. Mau sampai kapan aku dianggap seperti anak TK?" Alea menatap Ezra dengan wajah judes.


"Tapi kamu kan memang masih kecil.... Aduh!" Ezra mengusap bahunya yang dipukul Keia.


"For God's sake, Ezra. Alea sudah sarjana, sudah kerja juga!" cebik Keia. "Chris, rencana mau jalan-jalan kemana?"


"Er... kami hanya menikmati kota New York dan mungkin nonton film nanti di bioskop" jawab Chris sambil bergantian menatap Keia dan Alea.


"Asal tidak horor movie, aku mau!" sambar Alea bahagia. Kapan lagi dia bisa jalan-jalan seperti remaja lainnya dan mumpung ada yang menemaninya apalagi kata Oom Bryan, Chris orang paling transparan dan tidak menemukan aib yang berarti.


"Kamu kan bisa nonton disini! Buat apa Daddy membuat home movie theater pribadi?" sergah Ezra yang tetap masih tidak rela putrinya mulai berteman dengan lawan jenis diluar lingkungan keluarga dan pekerjaan.


"Tapi sensasinya berbeda Dad. Sudah, Alea pergi dulu bersama Chris." Alea mencium pipi Ezra dan Keia bergantian. "Ayo Chris, nanti kamu lama-lama capek menghadapi Daddy." Alea pun berjalan mendahului Chris yang masih berpamitan ke Ezra dan Keia.


"Saya permisi dulu Mr dan Mrs Hamilton. Saya akan menjaga Alea dan memulangkan dengan selamat. Assalamualaikum" pamitnya.


"Wa'alaikum salam Chris" balas Keia sedangkan Ezra hanya cemberut.


"Awas kalau putriku terluka sedikitpun!" ancam Ezra.


Chris mengangguk hormat lalu menyusul Alea.


"Ezra ...." Keia melirik ke arah suaminya.


"Kei... ternyata begini ya yang dirasakan Nathan saat Safira menikah..." keluh Ezra. "Aku masih belum ikhlas Alea bersama Chris."


"Astaghfirullah! Mereka hanya jalan-jalan bukan menikah!" Keia memeluk Ezra yang melow.


***


"Sudah siap Alea?" tanya Chris sambil memberikan helm baru ke gadis itu.


"Sudah." Alea pun naik ke atas motor Chris dan memeluk pinggang pria itu. Setelahnya mereka pergi meninggalkan Hampton menuju Manhattan.



Yang ngajak jalan Alea


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️