
New York
Chris menyetir mobil Mini Cooper milik Alea dengan membawa ketiga keponakan calon istrinya. Alea sendiri tampak heboh dengan ketiganya dengan melakukan tebak-tebakan. Chris tersenyum melalui kaca spion melihat Leia dan Luke ribut tidak jelas.
"Oom Chris" panggil Blaze.
"Ya Blaze?"
"Oom Chris nggak ngejar penjahat?"
"Nggak Blaze dan hari ini Oom cuma membuat laporan saja."
"Memang kenapa Bee?" tanya Leia ke adiknya.
"Soalnya aku lihat di tv, polisi selalu mengejar penjahat" jawab Blaze.
"Tidak selalu, Blaze" ucap Alea. "Terkadang Oom Chris cuma di kantor doang."
***
London Inggris
Ayrton hanya menatap foto-foto hasil satelit saat Fayza diambil Levi dan Bryan ditambah foto - foto saat Fayza dan Hideo kabur ke bandara pribadi.
"Do you think what I'm thinking, Ay?" tanya Direndra yang sedang mengambil salad.
"Fay beneran jatuh cinta dengan Hideo."
Direndra mengangguk. "Aku rasa juga begitu dan Hideo pun jatuh cinta dengan Fayza."
"Mbak Fay, beneran amnesia kayaknya deh mas" ucap Anandhita.
"Meskipun begitu, Hideo tetap membuat Fay bahagia, Dhita. Lihat, tidak ada rasa tertekan di wajah mbakmu" balas Direndra yang memperlihatkan foto Fayza dan Hideo di restauran Korea.
"Guys, disuruh kumpul sama Oom Levi." Alaric masuk ke ruang makan tempat Direndra, Anandhita dan Ayrton sedang makan disana.
"Oke."
***
"Turin?" seru semua orang di sana.
"Lho bukan ke Paris?" tanya Bima. "Kan Oom sendiri yang dikasih tahu sama petugasnya kalau mereka ke Paris."
"Petugasnya memberikan kode ke Paris memang tapi Kota lain pun bisa dibilang Paris. Seperti Bandung Paris Van Java atau Turin..." ucapan Levi terhenti ketika...
"Parisnya Italia" potong Abi.
"Nah, itu yang dimaksud. Karena mereka takut dengan Silver Shining jadi memberikan kode Paris tapi Paris yang salah." Levi menatap sepupu dan keponakannya.
"Mas Hoshi tahu dari siapa Oom?" tanya Alaric.
"Jendra yang menemui petugas bandara Charles de Gaulle dan membaca manifest penerbangan. Tidak ditemukan pesawat yang membawa Fayza dan Hideo disana. Dan petugas disana memberikan kota Turin yang dimaksud."
Joey dan Luca saling berpandangan. "Kami punya keluarga di Turin." Joey menatap ke semua anggota keluarganya.
"Aku akan menghubungi Daddy" Luca langsung mengambil ponselnya.
***
New York Dua Minggu Kemudian
Semua anggota keluarga Alea sudah pulang ke negara masing-masing dengan kondisi berhasil membawa pulang Fayza tapi dengan korban Ayrton dan Rama yang terkena luka tembak. Semua anggota keluarga Pratomo dilarang keras masuk Italia selama enam bulan kecuali Bagas Hadiyanto yang masih ada urusan dengan pihak Juventus.
Alea dan Chris sendiri mendatangi apartemen Rama dan Astuti untuk membesuk pria tampan yang mirip dengan Opa Elangnya.
***
Apartemen Rama dan Astuti
"Jadi mbak Astuti, hamil, pakai Stiletto tujuh Senti, membanting Hideo?" Alea menatap tidak percaya ke arah kakak iparnya yang hanya tersenyum manis.
"Aku tidak ingat kalau aku hamil, Lea" cengir Astuti sedangkan Rama dan Chris hanya mengusap wajah mereka dengan kasar.
"Untung janinnya tidak kenapa-kenapa, mbak" komentar Chris yang tidak habis pikir kenapa semua wanita yang memang anggota keluarga Pratomo dan menantunya semua bar-bar.
"Alhamdulillah Chris. Mungkin tahu ibunya lagi emosi?" kekeh Astuti tanpa beban.
"Fine kok. Dhita memang pintar jadi kaki mas sudah tertolong dengan segera. Kemarin diperiksa bang Joey juga sudah bagus semuanya." Rama menatap adik bontotnya.
"Alhamdulillah. Mbak Fayza gimana mas?"
Rama dan Astuti saling berpandangan. "Tertekan jelas, Lea. Karena Hideo menutupi segalanya dari Fayza dan ketika Fay tahu semuanya, tentu saja dia merasa kecewa teramat sangat. Kamu tahu sendiri kan bagaimana kamu sudah mencintai seseorang itu secara mendalam, dan kamu hendak memiliki anak bersama orang itu, tapi ternyata orang itu membohongi kamu? Nyesek kan rasanya" papar Rama.
"Apakah Fayza akan berpisah dengan Hideo?" tanya Chris.
"Itu yang kita tidak tahu Chris karena semua tergantung dengan isi hati Fayza. Banyak pertimbangan disana." Rama menatap ke kekasih adiknya.
"Semoga diberikan jalan terbaik buat keduanya karena yang jadi korban tidak hanya mereka berdua, tapi juga bayi yang dikandung mbak Fayza" ucap Alea.
"You're right Alea. Oh, mas dapat berita, Enzo akan menikah dua Minggu lagi."
Alea melongo. "Kok cepet? Bukannya mau ditunda dulu?"
"Entah tapi begitu tahu Fayza sudah kembali ke rumah Oom Ashley, Enzo langsung ingin segera meresmikan hubungan dengan Georgina." Rama tersenyum. "Udah nggak sabar itu pembalap minta nikah."
***
Istana Al Jordan Dubai UAE
"Kamu yakin hanya keluarga saja yang datang?" tanya Paradina ke putranya Enzo saat meminta ijin ke kedua orangtuanya untuk menikah dengan Georgina.
"Keluarga saja Mom. Dan aku tidak memaksa semua harus datang karena kita semua kan baru saja mengobrak-abrik Turin." Enzo menatap serius ke Reyhan dan Paradina.
"Opa setuju Zo, karena hemat Opa yang penting ijab kabul nya bukan pestanya dan kumpul keluarga di saat kita sudah lega Fayza bisa kembali dan kumpul dengan selamat, itu berkah yang tidak ternilai" timpal Kai Al Jordan.
"Tapi Dad, ada kemungkinan Ashley dan Kristal tidak datang karena mereka memilih bersama Fayza" ucap Reyhan ke Kai.
"Tidak masalah! Kan bisa dari streaming mereka melihat acaranya Enzo" senyum Kai.
"Kapan Georgina akan datang kemari Zo? Apa kamu ambil cuti balapan?" tanya Paradina.
"Lusa Georgina akan datang kemari dan soal balapan, kan libur mom" kekeh Enzo. "Jadi aku rasa ada baiknya aku memanfaatkan situasi yang ada untuk segera meresmikan hubungan aku dan Georgi karena kami sendiri sudah lama pacarannya."
Reyhan menatap Paradina dan kedua orangtuanya. "Kayaknya Enzo tidak mau acara pesta pernikahan yang mewah macam Direndra dan Ayrton."
"You're right Dad. Timingnya tidak pas."
***
Dhaka Bangladesh
Alaric datang ke kota Dhaka Bangladesh dan langsung menuju Birdem General Hospital untuk menemui Nura, kekasihnya. Entah kenapa setelah melihat Fayza dan Hideo seperti itu, Alaric merasa dirinya harus menemui kekasihnya. Apalagi dia hendak memberitahukan bahwa Enzo akan menikah.
"Anda mencari dokter Benazir Nura Jaziri?" tanya petugas resepsionis itu sambil menatap Alaric dengan tatapan kagum.
"Iya, apakah ada dokter Jaziri?" tanya Alaric sopan.
"Saya cek dulu Sir, karena tidak hapal dengan jadwal semua dokter." Petugas resepsionis itu pun memeriksa semua jadwal dokter di komputer nya. "Sir, dokter Jaziri ada jadwal operasi dua jam lalu dan tampaknya sudah selesai. Apa anda hendak menunggu sampai saya bisa menghubungi dokter Jaziri untuk menemui anda?"
"Boleh. Saya tunggu saja." Alaric pun menuju kursi di ruang tunggu itu. Sepuluh menit kemudian pria itu berjalan ke sebuah hiasan dinding rumah sakit itu dan berbalik saat seseorang menepuk bahunya.
"Assalamualaikum Benben" sapanya sambil tersenyum lebar.
"Wa'alaikum salam Al-al" balas Nura.
Alaric langsung memeluk gadis itu. "Miss you so much!"
"Alhamdulillah kalian bisa pulang dengan selamat dari Turin" bisik Nura penuh haru.
Al-alnya Benben
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift comment
Tararengkyu ❤️🙂❤️