
Indramayu, Jawa Barat
"Sangkutan apa ya pak?" tanya Travis dengan nada tenang.
"Mas nya nggak tahu? Katanya si orang Arab atau Dubai itu punya hutang atau apalah itu ke nyonya Santi dan kalau tidak mau bayar, akan diviralkan lalu dibawa ke ranah hukum."
Travis dan Benji berusaha keras untuk menahan tawa mereka mendengar ucapan halu si nenek kebayan. Bahkan Benji memilih untuk menyeberang dan masuk ke dalam mobil untuk tertawa terbahak-bahak disana.
Travis berusaha menetralisir emosinya yang hendak tertawa. "Ehem, apa bapak percaya? Maaf nama bapak siapa?"
"Nama saya Ujang, saya pengawas sawah juragan Toha. Sejujurnya mas Travis, saya kok meragukan tapi kok gayanya meyakinkan."
"Oke pak Ujang, apa yang bapak ketahui tentang keluarga Santi Priyatna?"
"Mereka keluarga sombong. Apalagi anaknya yang bungsu. Setelah kakaknya meninggal..."
"Indrawan?" tanya Travis.
"Iya. Mas Travis pernah bertemu?"
"Bertemu langsung, tidak tapi saya pernah mendengar namanya."
"Adiknya bernama Irwan. Sama saja dengan ibu dan kakaknya, sombongnya selangit, gayanya seperti orang paling kaya saja. Padahal biasanya kalau orang sudah kaya dari lahir, dia akan biasa-biasa saja gayanya."
"Bagaimana pak Ujang tahu kalau orang yang sudah kaya itu biasa-biasa saja?" tanya Travis sambil melirik ke arah Benji yang sudah kenyang tertawa.
"Juragan Toha itu juragan beras turun temurun tapi baik dia dan anak-anaknya semua santun pak. Mereka anak-anaknya semua bekerja di perkantoran meskipun sebenarnya tidak usah bekerja mereka sudah kaya tapi mereka tetap bekerja. Setiap mereka memeriksa sawah, pasti memberlakukan kami para pekerja dengan baik."
"Bagaimana seorang anak itu tergantung bagaimana si ibu mendidiknya. Bukan berarti bapak tidak ikut mendidik tapi anak biasanya 24 jam bersama sang ibu sejak lahir dan lima tahun pertama adalah basic terbentuknya karakter anak" gumam Benji.
Travis menoleh ke arah Benji. "Tumben bicara soal parenting." Si bontot hanya tersenyum. "Kembali ke keluarga Priyatna. Memang adiknya Indrawan kenapa pak?" Travis menatap pak Ujang yang tampaknya lagi hobi ghibah.
"Kasar, sombong, suka ganggu para pekerja yang muda-muda. Kan kalau panen raya, para anak muda ikutan panen. Nah itu suka jahil sama anak gadis - gadis."
"Bah, akhlak nya bobrok juga" kekeh Benji.
"Sssttt!" Travis mendelik ke arah Benji.
"Juragan Toha tadinya juga mau ambil sawah punya nyonya Santi tapi tidak jadi karena dibilang tidak dijual."
"Jadi mereka akan meminta uang pada orang Arab itu ya?" tanya Travis.
"Iya mas."
Travis dan Benji pun berpamitan karena hari sudah mulai senja dan mereka akan melanjutkan besok, siapa tahu mendapatkan info dari pengawas sawah milik Santi Priyatna.
***
Benji membuka laptopnya dan mulai mencari informasi tentang Indrawan dan Irwan yang sempat terlewatkan dari penyelidikannya sebab fokusnya hanya ke Denny dan Santi.
Travis yang melihat adiknya sibuk hanya memperhatikan dari tempat tidur di sebelahnya.
"Kamu nggak cari soal anak-anaknya, Ben?"
"Ndak, soalnya aku cari kakek bangkotan dan nenek kebayan doang. Oh crap! Aku kok begok ya? Aduuuhh aku lewatkan hal yang penting!" omel Benji sambil mengacak - acak rambutnya.
"Apa Ben?" tanya Travis.
Keduanya kini memang sudah berada di kamar guest house yang disewa setelah tadi pulang dari sawah dan membeli nasi Padang untuk makan malam. Setelah mandi dan membersihkan diri, keduanya makan malam dan Benji kembali berkutat dengan laptopnya.
"Tahu nggak kemana uang malak proyek ditransfer?" Benji menatap kakaknya.
"Dimana?"
"Di rekening Indrawan dan Irwan."
"Tapi Indrawan sudah meninggal."
Benji tersenyum smirk. "Selama kamu tahu nomor pin dan tanda tangan, aman dah. So, kalau mau diperiksa KPK, paling hanya korupsi receh itu tapi yang besar kan tidak atas namanya. Jadi untuk membuktikan apakah uang itu uang hasil korupsinya atau tidak, agak sedikit sulit."
Travis tersenyum melihat daftar rekening yang dimiliki Indrawan dan Irwan.
"Dua bank pemerintah dan satu bank swasta. Kamu lihat nggak nama bank swasta nya?"
Benji nyengir. "Mari kita ajak ghibah Oom meshum itu."
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Lanjut lagi karena harus ke solo.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️