
"Astaghfirullah! Itu siapa Alea? Kok ramai banget?" tanya Chris setelah menetralisir jantungnya mendengar banyak suara wanita di background Alea.
"Itu... kakak-kakak perempuan aku" ucap Alea pelan.
"Chris! Kamu besok Sabtu kami tunggu di RR's Meal Hell's Kitchen!" teriak Aruna dengan cueknya.
"A...apa? RR's Meal?" beo Chris.
"Mbak Runaaa..." rengek Alea kesal karena kakak-kakaknya malah biang heboh.
"Alea? Berapa orang kakak perempuan kamu?"
"Banyak!" jawab Alea.
Oh my God.
***
Alea benar - benar kesal dengan semua kakak perempuannya yang berada satu Yacht dengannya. Dirinya jadi tidak konsen mendengarkan ucapan Chris dan sekarang dia tahu rasanya menjadi Benji.
"Mbak Runa, kok main ajak ketemuan hari Sabtu di RR's Meal?" protes Alea ke kakak iparnya.
"Alea sayang, kita-kita yang di New York juga ingin tahu seperti apa sih pria yang bikin Oom Ezra darting" gelak Aruna tanpa beban. "Lagipula, kamu itu adik kami paling bontot dan masih jomblo pula."
"Mbak Nat juga masih jomblo!" tuding Alea ke Natasha Neville.
"Natasha mah masih nunggu cinta masa kecilnya jadi jangan kamu masukkan" kekeh Reana.
"Lagian anaknya kemana ya itu?" tanya Fayza.
"Nggak tahu juga. Susah kalau hatinya sudah terpatri sama satu orang jadi tidak mau membuka lagi" gumam Safira.
"Tapi bakalan ketemu kok nanti aku sama dia" senyum Natasha.
"Semoga bocahnya nggak lupa saja" gumam Reana. ( Natasha bisa dibaca kisahnya di My Boyfriend is Not A Transgender ).
***
Acara jalan-jalan pakai yacht sendiri semakin ramai ketika para kaum pria memilih untuk berenang dan pasangan mereka yang ikut pun turut berenang.
Raana sendiri memilih tidak ikut berenang karena dirinya memang tidak bisa berenang. Direndra yang naik ke yacht kaum wanita hanya tertawa kecil mendengar alasan istrinya.
"Nanti di istana aku ajarin berenang biar kalau ada acara begini, bisa berenang" ucapnya sambil berlutut di hadapan istrinya yang duduk manis di kursi.
"Iya mas" senyum Raana. Direndra melihat Alea manyun lalu menghampiri adiknya.
"Kamu kenapa dik?"
"Semua kakak yang di New York minta ketemu sama Chris besok Sabtu di RR's Meal Hell's Kitchen. Tadi mbak Runa dan mbak Re udah janjian."
Direndra tertawa melihat adiknya cemberut. "Ya wajar dong kalau mereka ingin tahu. Kan selama ini yang tahu cuma Alaric dan mbak Gina kan?"
"Tapi mas kan kasihan Chris. Dia sama aku tidak ada hubungan apa-apa hanya sekedar teman" protes Alea.
"Nggak papa Lea. Maksud mereka kan baik, ingin mengenal siapa Chris" timpal Raana.
"Sudah, nggak usah manyun. Mbak Runa dan Mbak Re pasti ada alasan tersendiri. Mending kamu berenang dik, biar gosong kulitnya" senyum Direndra.
Alea hanya mengangguk. "Mbak Raana nggak bisa berenang ya? Tapi nanti kan diajari mas Rendra, pasti cepat bisa."
***
Menjelang sore semua rombongan dengan tubuh gosong terpapar sinar matahari pun tiba di dermaga milik keluarga Al Jordan dan Al Azzam.
Para pengawal yang sudah menunggu dengan membawa banyak mobil untuk semua rombongan bergegas membantu membawakan barang bawaan mereka. Sebagaian besar ada yang ke istana Al Jordan, Al Azzam dan ada juga yang menuju hotel.
Besok Senin rencananya semua rombongan akan kembali ke negara masing-masing yang menjadi tempat tinggal mereka menggunakan pesawat pribadi milik keluarga masing-masing.
Raana yang khawatir dengan sikap suaminya ke Bima bisa bernafas lega karena usai acara jotos tadi pagi, Direndra pun sepertinya sudah tidak mengingat kekesalannya. Pria itu pun sudah asyik bercanda dengan Bima dan Benji.
Ketika berada di dalam mobil, Raana memberanikan diri untuk bertanya kepada suaminya tentang insiden pemukulan yang dilakukan oleh Direndra.
"Mas Bima tahu kalau salah jadi sudah tahu aku bakalan ngamuk jadi dah pasrah dia" senyum Direndra. "Kenapa? Kamu takut ya?"
Raana mengangguk. "Kalian kan bersaudara nanti takutnya ada dendam."
Direndra terbahak. "Rugi kalau ada dendam diantara kita, sayang. Asal kamu tahu, mas Hoshi dan mas Bima bahkan sudah gelut dari jaman mas Bima masih SMA. Malahan mereka berdua sudah berapa kali adu jotos."
Raana melongo. "Kalian tidak apa-apa?"
"Hei, namanya anak laki itu ya gitu. Kadang lebih suka menyelesaikan dengan otot. Apalagi kami semua bisa beladiri jadi sudah tahu lah konsekuensinya kalau bikin perkara" gelak Direndra. "Tapi kalau sudah ya sudah. Yang penting sudah lega menyampaikan kekesalan dengan jotosan."
"Astagaaa! Pria tuh ya!" Raana tersenyum kecut mendengar analogi kaum pria.
"So, bagaimana tadi dengan kakak dan adik perempuan aku?"
"Mereka juga sama saja, heboh! Tapi aku suka dengan keluarga kamu. Tidak ada jaimnya dan tampak saling care satu sama lain meskipun dengan caranya sendiri."
"Aku kasih tahu ya, mereka itu semua rata-rata bar-bar apalagi mbak Gina dan mbak Emi yang masih ada darah Mafia Irlandia dan Yakuza Jepang tapi kamu tidak perlu ikutan bar-bar seperti mereka karena aku suka kamu yang aku kenal awal dulu. Just be yourself tapi kalau kamu kelamaan kumpul dengan mereka dan ketularan bar-bar... Yaaaa, nasib" kekeh Direndra.
"Memang bisa ketularan mas?"
"Mbak Gandari tuh ketularan panasan mas Abi, mbak Mariana juga mulai kebawa tuh..."
Raana hanya mengangguk. Kayaknya bukan gaya aku deh yang bar-bar macam mereka.
"Nanti kita ngobrol sama eyang dulu ya sebelum tidur."
"Iya mas. Eyang Aisyah pasti kepo kita ngapain saja hari ini."
***
Kazuo's Bed and Breakfast Silverstone Northamptonshire Inggris
Enzo datang ke penginapan milik Georgina karena dirinya butuh istirahat setelah sebelumnya di Catalunya sempat bertengkar dengan Marcello karena masih mempertahankan Jack sebagai asistennya.
Memang Enzo mendapatkan kamar yang sesuai dengan dirinya di Barcelona tapi sekali lagi Jack bikin masalah karena kopernya tertinggal di bandara Barcelona. Tentu saja Jack harus kembali lagi mencari koper Enzo yang sudah lenyap dicuri.
Tidak ada barang berharga di dalam kopernya hanya beberapa baju dan alat mandi tapi yang membuat Enzo dongkol adalah saat dia bertanya apakah bawaannya sudah semua, dijawab oleh Jack sudah semua tapi Enzo tidak mendapatkan kopernya.
Dan bagi Enzo ini adalah puncak kekesalan dirinya ke Jack hingga dirinya memilih langsung menemui Marcello Ferrari untuk memecat Jack tapi jawaban petinggi Ferrari itu membuat Enzo naik pitam. Akhirnya Enzo memilih terbang ke London dan akan kembali dua hari sebelum pertandingan.
Tempat yang dituju Enzo adalah penginapan yang tenang dan tidak banyak pengunjung. Disana Enzo bisa relaks, healing dan mengembalikan emosinya yang berantakan.
Georgina sedang membersihkan meja resepsionis ketika melihat Enzo berdiri di depan pintu masuk dengan wajah kusut sambil membawa duffle bag nya.
"Mr Al Jordan? Kenapa anda disini? Bukannya harusnya balapan di Catalunya Spanyol?" tanya Georgina bingung.
Tanpa berkata apapun, Enzo langsung memeluk Georgina membuat gadis itu berdiri kaku.
"Tolong, Georgi. Biarkanlah begini dulu. Aku butuh healing" bisik Enzo di sisi telinga Georgina.
Georgina hanya bisa termangu dirinya dipeluk pembalap yang menjadi the most eligible bachelor di dunia dan perlahan kedua tangannya pun memeluk tubuh Enzo.
"Tadaima ( aku pulang )" ucap Enzo penuh perasaan.
"Okaerinasai ( selamat datang di rumah )" senyum Georgina.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️