
Ruang Rawat Inap Bellevue Hospital
Chris tampak senang melihat bagaimana semua sepupu Alea datang dengan kehebohan dan kerusuhannya tersendiri. Ditambah keponakan Alea, Blaze, Bayu, Nadira pun ikut serta.
"Tahun ini berarti Faranisa dan Patrick duluan ya yang nikah, baru nanti Fay dan Pramana" ucap Abi saat mereka menikmati acara makan-makan di kamar yang tiba-tiba menjadi harum makanan sedap.
"Iya, kami berencana menikah Desember besok karena sekalian merayakan natal dengan keluarga Patrick. Meskipun kami beda tapi tetaplah tradisi untuk keluarga berjalan" ucap Faranisa sambil menatap tunangannya yang tidak pernah lepas memeluk putri Fuji Al Jordan itu.
"Kalian kapan?" tanya Aruna ke Alea dan Chris.
"Kami masih belum menentukan karena aku tidak mau terburu-buru mengikat Alea. Apalagi Alea masih dua puluh tahun dan aku masih membebaskan Alea bekerja" ucap Chris. "Aku ingin Alea menikmati hidupnya sebelum kami menuju jenjang yang lebih serius."
Para sepupu pria Alea menatap respek ke pria yang sedang terdampar di tempat tidur. Mereka merasa bersyukur si bontot mendapatkan pria yang sangat menghargai adik perempuan mereka.
"Untung kamu jawabnya bener, Chris. Kalau kamu jawabnya asal, udah gue keplak!" ujar Abi cuek.
"Mas Abi, jangan dong. Chris kan lagi sakit" pinta Alea ke kakaknya yang memang punya body besar.
"Cieeehhh, dibelain" goda Benji.
"Ada yang seneng tuh dibelain sama Humaira nya" timpal Joey.
"Humaira?" seru semua sepupu Alea.
"Lho kalian nggak tahu? Panggilan sayang Chris ke Alea itu Humaira, kalau Alea ke Chris itu Rohi. Sumpah, gue kalah romantis sama si bontot" gelak Joey.
"Bang Joey mana romantis! Tanggal penting saja lupa" kekeh Benji.
"Apa gunanya kamu buat ingatin aku Ben?" cengir Joey.
"Hah? Jadi selama ini elu jadi agenda berjalannya Joey?" tanya Rajendra.
"Udah aku program di ponselnya tapi tetap saja si dokter mafia itu lupa!" cebik Benji sambil manyun.
"Gunanya punya adik melek IT itu kudu dimanfaatkan semaksimal mungkin!" tawa Joey membahana di ruang rawat itu.
"Tapi bukan jadi kalender berjalan bambaaannggg!" sungut Benji kesal.
Joey hanya memberikan senyuman usil ke adik lelakinya yang paling bontot. Entah kenapa semua kakak lelakinya paling suka menggoda Benji.
"Kamu tuh romantisnya dengan caramu sendiri, Joey..." bela Georgina sambil mencium pipi suaminya. "Kalian tahu, sebelum kami pacaran, Joey sudah minta aku menikah dengannya. Dan selalu menyisipkan memo dengan tulisan 'Will you marry me?' di loker, di kotak kecil bahkan di tas aku. Romantisnya kalau Joey lebih cenderung maksa sih..."
Joey mendelik ke Georgina. "Rasanya kamu tuh tadi muji dan bela aku kok endingnya bikin galau sih G?"
Semua orang di ruangan tertawa melihat interaksi si sulung dari generasi kelima dengan istrinya.
"So, akhir tahun giliran Fara dan Patrick, tahun depan giliran Fay dan Pram. Begitu?" tanya Rama.
"Kayaknya sih begitu mas Rama" ucap Fayza.
***
Menjelang siang para sepupu Alea pulang ke rumah masing-masing dan gadis yang berulang tahun sangat bahagia semua kakak-kakaknya sangat menyukai Chris. Alea sudah khawatir jika mereka membully pria itu karena tahu bagaimana durjananya semua kakak lelakinya.
"Maaf ya Chris, kamu jadi tidak bisa istirahat" senyum Alea ke arah pria tampan itu.
"It's okay. Aku suka. Seru keluargamu." Chris tersenyum membalas senyum gadisnya.
"Kamu baru bertemu sebagian kecil, belum semuanya."
Chris mendelik. "Belum semuanya?" Kalau baru sebagian kecil saja sudah rusuh begitu, apa kabar kalau semuanya?
"Ohya, masih banyak yang berada di Dubai, Inggris, Indonesia dan Jepang. Jadi, aku harap setelah hatimu sehat, harus dikuatkan karena bertemu dengan semua keluarga besarku membutuhkan kekuatan iman dan imun."
Chris tertawa. "Humairaku, aku seorang detektif, polisi NYPD. Tidak ada kata takut di kamusku."
Astaghfirullah. Keluarga mu memang tiada duanya, Alea.
***
Istana Al Azzam, Dubai UAE
Bulan Desember...
Raana memuntahkan semua isi perutnya usai makan siang bersama dengan Direndra, Thara dan kedua eyangnya. Direndra dengan telaten mengusap tengkuknya. Sudah sebulan ini Raana merasakan mual dan lemas. Semua orang di istana tahu jika calon Emir itu sedang menantikan calon bayi.
Ya, Raana sedang hamil dua bulan dan sekarang fase-fase mual yang luar biasa. Thara, sang mommy mertua datang untuk memberikan support untuk menantunya.
"Aduh mas, aku rasanya lemas banget" ucap Raana pelan yang sekarang digendong oleh Direndra menuju tempat tidur mereka.
"Maaf ya membuat kamu hamil... Addduuuhhh!" Direndra kesakitan ketika bahunya dipukul keras oleh Raana.
"Namanya fase hamil itu ya begini mas! Aku juga senang punya anak tapi kenapa mas Rendra minta maaf sih!" pendelik Raana.
"Tuh kan, makin galak saja" kekeh Direndra sambil meletakkan istrinya perlahan di tempat tidur.
"Aku kok makin judes sama kamu ya mas?" tanya Raana bingung.
"Kata mommy, bawaan orok. Biasanya mood swing banget dan sifatmu banyak yang berbeda dan aku merasakan, Raana. Kamu memang makin cantik tapi makin judes..." senyum Direndra sambil mencium pipi Raana yang makin berisi.
"Kita nggak jadi datang ke pesta pernikahan Faranisa dan Patrick dong mas. Padahal aku sudah janjian sama saudara - saudara sepupumu pakai baju warna apa" ucap Raana sambil manyun.
"Kata dokter Ghauth kan kandungan kamu termasuk lemah jadi tidak boleh perjalanan jauh pakai pesawat. Tak apa, sayang. Keluarga aku pasti maklum kok kenapa kita tidak datang ke New York." Direndra menggenggam tangan Raana. "Lagipula, kan sudah ada Daddy, mommy dan Alaric disana. Sudah ada yang mewakili."
***
Harvard Medical School
Alaric menjadi pria paling bahagia di Harvard karena gadisnya, Benazir Nura Jaziri, sebentar lagi akan menyelesaikan studinya di spesialis bedah. Kurang setengah tahun lagi, Nura akan resmi menyandang dokter spesialis bedah dan meskipun begitu, mereka belum bisa melangsungkan pernikahan karena Alaric mengijinkan Nura mengikuti program doctors without Borders.
Alaric rupanya tahu bahwa Oma dan Opa buyutnya, Nabila Pratomo McGregor dan Mike Cahill McGregor dulunya juga melakukan hal yang sama. Alaric seperti Napak tilas melihat Nura seperti opa dan Oma buyutnya.
Dan kini pria tampan itu menunggu Nura keluar dari ruang operasi karena dia akan membawanya ke New York untuk menghadiri pernikahan Faranisa dan Patrick.
Alaric menunggu Nura di kursi taman sambil bermain ponselnya sampai tiba-tiba seseorang duduk di sebelahnya.
"Assalamualaikum, Al-al" sapanya lembut.
Alaric menoleh dan tersenyum manis. "Wa'alaikum salam Benben."
Cantiknya jodoh si Alaric
Manisnya bontotnya Aidan
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa gaeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️