
Manhattan New York
Dua bulan setelah insiden Enzo, kehidupan semua klan Pratomo kembali seperti biasa begitu juga dengan Alea yang semakin disibukkan dengan banyaknya klien perusahaannya yang meminta dirinya sebagai desain interior.
Akibatnya hubungannya dengan Chris pun merenggang karena pria itu pun sibuk dengan pekerjaannya sebagai detektif di SVU. Komunikasi diantara keduanya pun hanya sebatas telepon yang tidak bisa lama dan pesan singkat, membuat Alea mempertanyakan mau dibawa hubungan ini meskipun perasaannya ke Chris belum mendalam tapi bisa dibilang pria itu cinta pertamanya.
Pria diluar keluarganya yang bisa dia tatap langsung tanpa ragu. Rasa galau Alea pun tampak di wajahnya saat makan malam di rumah bersama kedua orangtuanya.
Ezra dan Keia saling berpandangan melihat putrinya makin kehilangan nafsu makan beberapa hari terakhir ini.
"Princess? Kamu sakit?" tanya Ezra pelan.
Alea menggelengkan kepalanya.
"Banyak kerjaan ya?" tanya Ezra lagi.
Alea mengangguk.
"Kei, jangan kamu Bebani Alea dong! Kasihan putri kita" tegur Ezra.
"Eh? Aku tidak membebani. Alea sendiri yang minta" tukas Keia.
"Tapi sayang..."
"Mom, Dad, Alea sudah kenyang. Permisi." Gadis itu pun meninggalkan meja makan setelah menghabiskan makannya membuat keduan orangtuanya melongo.
"Sudah berapa lama Alea tidak bertemu dengan Chris?" Ezra menatap punggung putrinya yang tampak tidak bersemangat.
"Sebulan ini lah kira-kira. Chris jauh lebih sibuk di SVU daripada di patroli." Keia menatap sedih putrinya.
"Apa perlu aku bilang ke komisaris agar si Chris dipindahkan ke bagian yang tidak sesibuk di SVU atau homocide?"
Keia menatap horor ke Ezra. "Nggak usah ikut campur, sayang! Biarkan Alea dan Chris menyelesaikan sendiri karena dengan begini, masing-masing akan tahu perasaan sebenarnya bagaimana."
"Tapi putri kita seperti itu Keia..." Wajah Ezra tampak sendu. Bolehlah orang lain dia bikin darting tapi kelemahannya adalah dia tidak bisa melihat putrinya sedih.
"Ezra, sayangnya Keia, dengar. Ini proses Alea menjadi dewasa karena selama ini kamu, aku, semua kakak-kakaknya, selalu melindungi dia karena dia bontot. Tapi, sudah waktunya Alea berpikir dewasa karena dia mau 20 tahun Minggu depan. Biarkan dia mengajuk perasaannya dan aku yakin Alea bisa menjalaninya." Keia menatap wajah suaminya serius.
"Tapi kalau sampai si Chris membuat dia menangis, jangan halangi aku untuk menghajarnya!" ucap Ezra geram.
***
Di dalam kamarnya, Alea hanya menatap langit-langit ruangannya yang dicat pink lembut. Sudah seminggu ini Chris tidak ada kabar bahkan pesan pun tidak ada. Alea menatap ponselnya yang isinya kebanyakan pesan dari para sepupunya di grup chat.
Enzo memberikan foto dirinya memilih liburan ke Silverstone sebulan ini membantu kekasihnya Georgina. Setelah Reyhan dan Paradina memberikan lampu hijau, Enzo pun mengumumkan bahwa dirinya sudah memiliki seorang kekasih.
Tentu saja berita Enzo sudah tidak menjadi salah satu the most eligible bachelor, membuat trending topik di semua sosial media. Ditambah dengan semua Emir Dubai sudah sold out.
Alea tersenyum tipis membaca pesan semua sepupunya yang mengucapkan selamat buat Enzo dan Georgi. Gadis itu senang melihat kakaknya mendapatkan kekasih yang baik dan tidak materialistis karena di keluarganya, orang matre tidak dapat tempat.
Kamu kemana Chris? Kok tidak ada kabar.
Tiba-tiba ponselnya Alea berbunyi dan tampak di layar nama 'Chris Bradford' disana. Wajah Alea langsung sumringah.
"Assalamualaikum Chris..." sapanya riang.
"Miss Hamilton..." Alea membeku. "Apakah benar ini nomornya Miss Alea Hamilton?"
"Iya. Saya Alea Hamilton... Dimana Chris?" Perasaan Alea sudah tidak enak.
"Saya Samson Tutuola, partner Chris... Maafkan saya. Chris terluka dan sekarang ada di Bellevue..."
Alea menjerit histeris membuat Ezra dan Keia berlari menuju kamar putrinya.
"Mommy! Mommy! Chris, mommy!" teriak Alea histeris. Keia langsung memeluk putrinya.
Ezra mengambil ponsel putrinya.
"Halo Chris! Apa yang kamu..."
"Mr Hamilton. Saya Samuel Tutuola partner Chris Bradford. Saya minta maaf memberikan kabar duka, Chris terluka dan sekarang di rumah sakit Bellevue..."
"Dia tidak mati kan?" hardik Ezra yang tercekat mendengar kekasih putrinya terluka.
"Baik, kita ke Bellevue sekarang!" Ezra menatap wajah putrinya yang tidak berhenti menangis. "Alea, Chris kuat! Joey yang merawatnya. Kita ke rumah sakit sekarang!"
Alea hanya mengangguk dan berjalan dengan dipapah Keia.
***
Bellevue Hospital
Sam Tutuola melihat keluarga Hamilton datang langsung menghampiri. Ezra yang sudah emosi langsung menarik baju Sam.
"Apa yang terjadi? Hah? Bagaimana Chris bisa terluka? Kamu kan partnernya!" bentak Ezra marah.
"Daddy..." Alea memegang tangan Ezra. "Please. Sam, dimana Chris?"
Ezra melepaskan cengkramannya.
Sam melihat wajah gadis imut itu tampak berantakan dan air matanya tidak berhenti mengalir. "Mari ikut aku Alea..."
Keempatnya pun menuju lantai ruang ICU dan bertemu dengan Joey disana yang sedang berbicara dengan seorang wanita paruh baya berdarah timur tengah mengenakan hijab tampak menangis sesenggukan.
"Bang Joey!" panggil Alea yang langsung menghambur ke kakaknya. Joey langsung memeluk adiknya erat.
"Yang sabar ya Lea. Chris masih belum melewati masa kritis" bisik Joey.
Alea melihat dari kaca tampak Chris berada di tempat tidur dengan berbagai macam kabel dan selang di tubuhnya serta kepalanya diperban.
"Apa yang terjadi bang?" tanya Alea sambil menempelkan wajah dan tangannya di kaca.
"Itu..."
"Alea?" sebuah suara feminin membuat Alea menoleh. "Kamu Alea kan?"
"I...iya. Maaf ibu ... ibu Aminah?" Alea menatap wajah teduh itu. "Ibunya Chris?"
"Iya Alea. Akhirnya ibu bertemu kamu ya nak..." Aminah memeluk Alea dan keduanya saling bertangisan.
Ezra melihat bagaimana keadaan Chris lalu menatap tajam ke Sam Tutuola.
"Sekarang ceritakan apa yang terjadi Sam! Aku ingin cerita selengkapnya!"
Samuel Tutuola menatap kedua orang tua Alea dengan sedikit gemetar.
"Chris sebulan ini menyamar sebagai pengunjung bar sarang narkoba yang menjual ruffie dan Chems3x untuk drug rape keluaran terbaru. Dan selama menyamar itu, dia sudah mendapatkan beberapa sampel obat. Tadi malam saat Chris mendatangi bar itu, terjadi upaya percobaan pemerko*saan di kamar mandi bar. Chris berusaha mengejar pelaku sedangkan aku menggunakan mobilku. Ketika Chris hendak menangkap, pelaku itu menembak Chris di bahu dan sebuah peluru menyerempet kepalanya dan yang paling parah perutnya..."
"Hatinya kena peluru dan sudah aku keluarkan hanya saja, kondisinya sudah banyak kehilangan darah. Dan tadi saja aku sampai meminta bantuan para rekan kerjanya yang punya darah O untuk menyumbangkan darahnya" sambung Joey.
"Apa dia bisa selamat J?" tanya Ezra yang tidak tega melihat putrinya terpuruk seperti itu.
"Honestly, aku tidak tahu Oom. Ini saja Chris belum melewati masa kritisnya." Joey menatap sedih ke arah Alea yang saling berpelukan dengan Aminah.
"Pelakunya sudah tertangkap?" tanya Ezra.
"Belum Sir. Jajaran kami sedang memburunya."
Ezra mengeraskan rahangnya. "Aku hubungi Duo B."
Sam melongo. "Jangan bilang anda menghubungi Bryan dan Benji Smith."
"Tentu saja aku hubungi mereka! Aku sendiri yang akan menghabisi son of the b1tch itu karena dia sudah membuat putriku menangis!" Ezra mengambil ponselnya. "Halo Bry."
Keia menghampiri Aminah dan saling berkenalan.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️