The Four Emirs

The Four Emirs
Ghibah In The Morning



Indramayu, Jawa Barat


Pagi-pagi Travis dan Benji sarapan di sebuah warung makan dekat guest house. Bukan disana tidak ada sarapan, tapi keduanya sudah terbiasa sarapan ala orang Indonesia jadi dua tangkep roti masih kurang dan setelah check out, keduanya sarapan nasi rames di warteg.


"Mas bule, kok sarapan nya di warteg?" tanya si ibu pemilik warung.


"Apa nggak boleh Bu?" tanya Travis ramah.


"Bukannya nggak boleh, cuma aku tuh kaget ada mas bule makan nasi rames" kekeh ibu gemuk itu.


"Istri saya orang Indonesia, wong jowo jadi biasa lah kami makan seperti ini" senyum Travis.


"Oh Paingan ( pantesan ) si akang santai wae" goda ibu itu. "Kalian teh mau kamana?"


"Mau lihat sawah yang mau dijual, Bu. Boss kami cari sawah yang masih produktif. Apa ibu ada informasi?" Travis menatap si ibu itu.


"Kabarnya sawah yang di sebelah timur itu mau dijual mas tapi jadi atau nggak saya kurang tahu."


"Memangnya punya siapa Bu itu sawahnya?" tanya Benji.


"Punya keluarga Priyatna eh sebenarnya punya anaknya, si Santi Suganda tapi setelah dia menikah dengan Denny Priyatna, jadi diaku-aku punya Priyatna. Pak Suganda teh meni belegug ( Pak Suganda sangat bodoh )! Mau wae ambil si Denny jadi menantu nya !"


"Memang Denny kenapa Bu?" tanya Travis kepo. Lumayan dapat bahan gosip pagi-pagi dan kebetulan warungnya lagi sepi jadi mereka bisa leluasa mengobrol. ( atau ghibah in the morning ya? ). Benji pun bersiap dengan alat rekamnya dan diam-diam si bontot itu merekam pembicaraan mereka.


"Ih si Denny teh cuma modal tampang doang tapi otak busuk!" ucap ibu itu dengan nada berapi-api.


"Kumaha?" tanya Benji kepo.


"Eh si akang teh tiasa basa Sunda?" kekeh ibu itu.


"Enteu. Cuma tahu 'tiasa', 'abdi', 'enteu' sama 'kumaha' doang" cengir Benji.


Ibu itu tertawa lalu duduk di meja sebelah meja Travis dan Benji. "Jadi si Denny itu playboy tapi memang dia Brengse. Eh si Santi teh malah kepincut dan keduanya terpaksa dinikahkan karena si Denny Atos ( sudah ) DP duluan jadinya Indrawan itu. Pak Suganda akhirnya memasukkan Denny masuk jadi pegawai kontrak di kantor kelurahan daripada jadi pengangguran ngabisin duit mertua."


Obrolan ketiganya terhenti ketika ada pengunjung datang minta dibungkuskan makanan. Usai melayani, ibu itu pun duduk kembali dan melanjutkan acara ghibahnya.


"Entah karena beruntung apa licik, Denny ikut ujian CPNS dan lolos menjadi PNS. Kariernya melesat dan sekarang bekerja di Pemkot Bandung. Tapi gayanya... Wuiiddiiihhh... artis kalah! Si Santi teh sarua sama lakinya! Setelah pak Suganda meninggal, beu semua orang jadi tahu sifat aslinya Santi. Sombingnyaaaa amit-amit!"


Travis dan Benji tampak asyik menikmati si ibu pemilik warung yang tampaknya no ghibah no seru.


"Sawahnya gimana Bu? Apa warisan pak Suganda masih ada?" tanya Travis.


"Sudah dijual separo ke juragan Toha. Padahal pak Suganda teh dulu beli dikit-dikit jadi banyak, eh dengan enaknya dijual sama anaknya."


"Anaknya pak Suganda cuma satu?" tanya Benji.


"Ada dua, Santi sama adiknya Sinta tapi si Sinta seperti nggak dianggap. Untungnya Sinta dapat suami baik dan sekarang mereka pindah dari Indonesia ke Jerman. Kayaknya Sinta sudah putus hubungan dengan kakaknya. Siapa juga yang betah punya kakak sama ipar menyebalkan gitu?"


"Lha terus uang dari penjualan sawah, apa Sinta dapat?" tanya Travis.


"Boro-boro mas! Kagak dikasih sepeser pun! Malah dipakai acara beli rumah disini, di Bandung sama di Jakarta. Mobilnya tiap tiga tahun ganti! Kita-kita disini mah tahu, mana mungkin pegawai Pemkot bisa seperti itu kalau tidak korupsi terlepas selalu beralasan pendapatan dari sawah!" ucap ibu itu geram.


"Apa ibu tahu soal Indrawan dengan Mareta?" tanya Travis pelan-pelan.


"Tahu lah mas! Kita semua tertawa saja, gak bapak gak anak sama-sama nggak bisa jaga tuh punya barang! Untung Mariana tidak jadi sama Indra, kalau ternyata kelakuannya bejat juga. Sama kakak Mariana juga mau. Lagian mereka berdua sama-sama bejad! Sudah tahu Indra punya Mariana, eh si Mareta main embat juga!"


Travis dan Benji saling berpandangan. Beruntungnya Mariana tidak jadi sama si penjahat hati dan kela*min.


"Kok ibu tahu?" tanya Benji.


"Soalnya ramai di berita gosip. Kan kami semua tahu siapa Mariana karena dia pacar Indrawan dan si Santi sudah heboh bakalan jadi besan dengan keluarga Hadiyanto yang punya bank dan bisnis banyak."


Travis dan Benji hanya manggut-manggut. Pantas tabungannya di banknya si Oom meshum.


"Tapi kan akhirnya beneran besanan dengan keluarga Hadiyanto?" celetuk Travis.


"Apaan mas? Semua orang tahu kalau keluarga Hadiyanto tidak ada yang mendukung pernikahan Indra sama Mareta. Pernikahan dari jalan kagak bener dan niat jelek, gak bakalan berjalan mulus. Kejadian kan? Dua-duanya mokat sebelum tobat!"


"Huss Bu. Jangan gitu" kekeh Benji.


"Tapi setelahnya kan mereka punya anak?" sambung Travis.


"Anaknya kagak diakui mas sebagai cucu Priyatna " ucap si ibu sambil menaik-turunkan jari telunjuk dan tengahnya. "Akhirnya diambil sama Mariana kan? Iiissshhh tuh neng geulis hatinya terbuat dari apa kok kuat ngasuh anak hasil selingkuhan kakak dan tunangannya. Kalau aku, mending ta kasih ke panti asuhan!"


Travis dan Benji tersenyum.


"Eh tapi mas. Mariana kan mau nikah sama orang Dubai terus anaknya mau diadopsi resmi tapi kok saya denger si Santi teh mau minta uang kompensasi ya ke Dubai?" celetuk si ibu itu.


"Kok ibu tahu?"


"Sopirnya si Santi kan makan disini mas terus dia cerita kalau mau minta uang kompensasi pelepasan nama Priyatna di anaknya Indrawan. Kita-kita nih ya pada bingung. Orang dianya yang tidak mengakui kok sekarang kasarannya meras ke calon suami Mariana hanya mentang-mentang dia orang Dubai dan kaya."


"Menurut ibu gimana? Bukannya keluarga Priyatna sudah tidak mengakui?" pancing Travis.


"Orang itu halu dan begok! Aku yakin mas, calonnya Mariana tidak bakalan tinggal diam. Soalnya kelihatan banget dia sayang sama Mariana dan anak itu!"


"Apa Santi orangnya nekad?" tanya Benji.


"Demi uang? Ohya... Dan aku yakin mas, dia bakalan bikin ramai disini dan mencari simpati banyak orang padahal orang juga bakalan ngetawain dia!" kekeh ibu itu.


"Demi cuan Bu" senyum Travis.


"Iya mas. Ohya, mas kalau bisa, bossnya mas ambil saja semua sawah punya pak Suganda daripada dipegang Santi dan Denny."


"Kenapa Bu?"


"Soalnya para pegawainya pada dibayar telat dan duitnya juga dikorupsi sama si Irwan anaknya yang bungsu."


"Astagaaa! Tega kali!" umpat Benji.


Travis melirik ke arah Benji dengan wajah licik dan Benji menyeringai.


Gue suka gaya lu bang!


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️