The Four Emirs

The Four Emirs
Hideo Kojima Park



Precinct Manhattan New York


Chris dan Sam Tutuola menyibukkan diri dengan mencari pelaku pembunuhan yang melakukan kejahatan di dekat gedung perusahaan milik Keia Al Jordan.


Setelah hampir dua Minggu menyelidiki, akhirnya ketekunan dua detektif itu terbayar. Salah satu eksekutif dari AJ Corp menjadi tersangka karena korban adalah salah satu selingkuhan nya dan dia tidak mau orang lain tahu.


Keia memecat langsung pria itu dan istrinya segera memasukkan berkas gugatan cerai ke suaminya. Alea dan Ezra pun bisa bernafas lega setelah Chris memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi.


***


Kediaman Keluarga Hamilton di Hampton New York


"Jadi dia punya banyak selingkuhan?" tanya Ezra ke Chris saat mereka berempat sedang makan malam bersama.


"Iya Sir. Korban adalah salah satunya dan korban sedang hamil delapan Minggu. Dia tidak mau mendapatkan anak lagi karena dengan istrinya sudah mendapatkan dua anak. Tapi korban melanggar perjanjian dan ingin memiliki anak dengan pelaku. Itu yang membuatnya marah" papar Chris.


"Pria ya, sudah dapat enaknya, malah main buang seenaknya! Memang harus dikebiri tuh!" celetuk Keia sambil memotong steaknya dengan emosi membuat Ezra dan Chris merinding.


"Mommy" panggil Alea sambil cekikikan. "Kasihan Daddy dan Chris ini. Melihat mommy potong daging seperti itu, macam mau menyembelih saja..."


"Tapi memang kok!" Keia mengacungkan pisau nya. "Pria, andalannya cuma itu!"


"Sayang, aku tidak begitu lho" bela Ezra.


"Tapi kalau kamu macam-macam, Wassalam!" ancam Keia judes.


"Ya ampun Kei, aku julid sama Chris saja sudah kamu suruh tidur diluar. Apalagi kalau aku macam-macam!" Ezra menatap horor ke Istrinya.


Alea dan Chris melanjutkan makan mereka sambil tersenyum.


"Ingat ya Chris! Macam-macam, habis kau!" Keia menatap judes ke calon menantunya.


Wajah Chris langsung memucat. "Yes, Mrs Hamilton" jawabnya dengan nada tercekik.


Ezra menatap Chris. "Susah Chris kalau punya istri bar-bar..." Ezra merinding saat Keia menoleh galak. "Tapi kita sangat mencintai wanita kita kan?"


"Tentu saja Sir. Alea adalah segalanya bagi saya." Chris memandang gadis yang duduk di sebelahnya dengan tatapan sayang.


"Terimakasih Chris" balas Alea.


"Oooohhh kalian sok sweet banget!" Keia tersenyum melihat interaksi putri dan kekasihnya.


***


AJ Corp Building


Alea sedang berdiskusi dengan anak buahnya ketika ponselnya berbunyi. Tampak nama 'Fayza Sky' disana.


"Assalamualaikum mbak Fay. Ada apa?" tanya Alea setelah menyingkir dari meja pertemuan.


"Wa'alaikum salam. Alea, Benji dikeroyok! Mereka ingin Hideo muncul!"


"Dimana mbak?" Alea menjadi ikutan panik.


"Dekat gedung apartemen aku! Kamu tahu kan ada gang disana, nah Benji dikeroyok di tempat itu!"


"Bang Hideo kesana?"


"Iya sama Jin. Aduuhh, mbak panik ini!"


"Mbak, udah tenang saja. Mbak Fay sama siapa?"


"Sama bibi Mai."


"Biar aku hubungi Chris. Kan masih satu precinct sama divisinya dia. Tenang saja ya mbak."


Alea mematikan panggilannya dan menelpon Chris yang langsung mengangkat nya di deringan kedua.


"Aku akan kesana dengan Sam, Alea. Jangan khawatir, Hideo akan aku lindungi."


"Tolong ya Chris. Mbak Fayza lagi hamil soalnya. Kasihan bang Hideo, baru saja bisa bareng dengan mbak Fay."


"Iya sayang. Sudah ya aku ke sana. Love you Alea."


"Love you too Chris. Hati-hati."


***


Gang Dekat Gedung Apartemen Levi dan Fayza


Chris dan Sam tiba disana dimana sudah banyak polisi berjaga-jaga. Chris melihat sepupu Alea pada berkelahi dengan banyak orang-orang Korea disana.


"Jimmy Choo akuuu!" teriak seorang wanita berambut hitam panjang dengan wajah cantik khas Jepang.


Chris melongo melihat sepatu wanita itu menancap di dada pria yang ditendang nya dan langsung kena dadanya. Tentu saja pria itu pun langsung terkapar.


Chris menghampiri Levi Reeves.


"Permisi Mr Reeves. Apa tidak sebaiknya kita membantu semua sepupunya Alea?"


"Biarkan saja Chris. Anggap saja mereka olahraga" sahut Levi cuek.


Chris semakin mendelik melihat Emi dengan cueknya melempar sepatu Stiletto nya ke punggung orang yang hendak menghajar seorang pria Asia.


"Apakah itu bang Hideo?" tanya Chris ke Levi.


"Yang menatap Emi itu? Ya dia Hideo."


Pertarungan itu pun dimenangkan oleh sepupu Alea dan para polisi mulai menangkapi orang-orang yang terkapar. Chris mendekati tempat itu dan melihat Hideo masih berkelahi dengan seorang pria Korea yang diduga sebagai pemimpinnya.


Joey, Abi dan Luca mengompori Hideo untuk bisa memenangkan pertandingan.



"Come on Hideo!" teriak Joey dan Abi semangat.


Pria campuran Korea Jepang itu pun berhasil mengalahkan musuhnya dengan bantingan judo meskipun Chris tahu tenaga Hideo sudah habis.


Usai membanting, Hideo pun berjalan pelan menuju ke sepupu iparnya. Namun Chris melihat pria yang dibanting oleh Hideo mengambil pistol dari balik punggungnya dan hendak menembak suami Fayza itu.


Chris tanpa ragu langsung mengambil Glocknya dan menembak orang itu tepat di kepala membuat semua orang terkejut termasuk Hideo yang menoleh ke arah belakang. Pria itu melihat seorang polisi dengan tenangnya menembak orang yang baru saja dikalahkannya.


"Dia mencoba menembak anda, Sir" ucap Chris tenang.


Hideo tersenyum tipis. "Terimakasih."


Joey, Abi, Luca dan Emi melongo tidak percaya siapa yang sudah menyelamatkan nyawa Hideo.


"Chris??!!" seru mereka berempat.


Hideo menatap bingung ke arah iparnya.


"Chris, Hideo. Hideo, Chris. Sudah ya aku mau memeriksa si bontot!" Joey bergegas menuju Benji yang terkapar bersama dengan Abi.


"Maksudnya gimana?" tanya Hideo bingung.


"Hideo Kojima Park, perkenalkan ini Chris Bradford, kekasih Alea adik kami. Chris, ini Hideo suami Fayza" ucap Luca memperkenalkan keduanya.


"Terimakasih sudah menyelamatkan nyawa saya" ucap Hideo sambil mengulurkan tangannya ke Chris. "Dan senang bertemu dengan kekasih Alea."


"Saya hanya menjalankan tugas dan lagipula saya sudah berjanji dengan Humairaku untuk melindungi anda, Mr Park" balas Chris sambil membalas jabatan tangan Hideo.


"Humaira?" Hideo menatap Chris dan Luca bingung.


"Panggilan kesayangan Chris ke Alea" sahut Emi.


"Thanks Chris tapi panggil saja Hideo tidak usah formal" senyum pria itu dengan nafas masih berantakan.


"Eeerrr Mrs Bianchi." Sam Tutuola menghampiri Emi dan Luca.


"Gimana officer?" tanya Emi.


"Maaf tapi pria yang anda tendang dengan sepatu anda, tidak selamat. Hak runcing Stiletto anda menembus jantung pria itu" ucap Sam Tutuola dengan wajah serius. Ya ampun nyonya Yakuza ini benar-benar wajahnya dingin.


"Jadi dia mati nih?" tanya Emi cuek. "Saya harus ditahan?"


"Sudah sepatutnya anda kami tahan karena melakukan pembunuhan tidak disengaja."


"Mbak Emi..." Hideo menatap Emi tidak enak karena gara-garanya, istri Luca Bianchi itu sampai membunuh orang.


"Santai saja Hideo, aku pernah lebih dari ini kok kasusnya" senyum Emi santai yang membuat semua orang disana melongo. Luca hanya memegang pelipisnya karena memang istrinya suka lupa diri kalau sedang mode bar-bar.


"Aku akan menemani kamu ke kantor polisi." Luca dan Emi pun mengikuti detektif bagian pembunuhan.


"Aku harus melaporkan pada Alea kalau anda selamat, Hideo." Chris pun mengambil ponselnya.


Levi Reeves menghampiri Hideo dan Jin. "Sekarang kalian pulang, kasihan Fayza menunggu."


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa gaeesss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote gift and comment


Tararengkyu ❤️🙂❤️