The Four Emirs

The Four Emirs
After The Wedding



Honeymoon Suite Four Season Hotel Dubai



Ayrton menatap tidak percaya ketika Mariana mengatakan bahwa dirinya sedang mendapatkan periode nya. Istrinya memang tadi masuk kamar duluan karena sudah lelah memakai gaun pengantin yang berat.


"Seriously May? Kamu dapet? Kok nggak bilang?" seru Ayrton kesal.


"Lha baru dapat tadi pagi, Ton. Mau gimana?" ucap Mariana dengan wajah menyesal.


"Aarrgghhhh... kerasnya hidup!" keluh Ayrton sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk di kamarnya. Jas nya sudah dilempar entah ke sofa, begitu juga dengan tuxedonya dan hanya menyisakan kemeja putih yang sudah dibuka dan lengannya sudah digulung hingga ke siku.


Mariana tersenyum. "Maaf ya, juniormu belum bisa unboxing" ucapnya sambil mencium pipi suaminya.


"Hidup itu tidak adil!" keluhnya membuat Mariana terbahak.


"Hidup itu penuh ujian, pak" goda Mariana.


"Bawah belum bisa diapa-apain tapi atas bisa kan?" Ayrton menarik tubuh Mariana yang sudah berganti piyama dan langsung menindihnya. Keduanya saling berpagutan dan tangan Ayrton mulai nakal membuka kancing piyama Mariana dan menyelinap disana.


Keduanya semakin terhanyut ketika suara bel kamar mereka berbunyi tanpa akhlak.


"Damn it! Pasti pasukan durjana kampret!" umpat Ayrton kesal yang kini sudah polosan sedangkan Mariana tampak berantakan di bawahnya.


"Kata Bima, kalian mau balapan di sirkuit. Sudah disewa sama Enzo..." ucap Mariana dengan nafas terengah. Padahal baru prolog saja sudah begini rasanya. Apa kabar kalau unboxing beneran.


"Hah? Balapan?" tanya Ayrton ngelag lalu berjalan menuju pintu.


"Ton!" panggil Mariana.


"Apa?" Ayrton berbalik.


"Pakai baju dulu dan kalau kamu mau pergi sama saudara - saudara kamu, pergi saja. Toh aku tidak bisa dipakai, kasarannya..." Mariana memberikan senyum penyesalan.


"Kan aku dah bilang, atas masih bisa kan?" gelak Ayrton yang menyambar jas nya sedangkan Mariana memilih masuk kamar mandi itu merapikan dirinya yang sudah dibongkar Ayrton.



Pakai baju yang benar Ay...


Ayrton pun membuka pintu suitenya dan tampak disana semua sepupu prianya langsung heboh melihat kondisi pria itu.


"Lu udah unboxing? Luar biyasssaahhhh!" ledek Joey.


"Cepat nya? Masa baru masuk sudah keluar?" gelak Luca durjana.


"Bangkeeee lu pada! Ada apa?"


"Yuk cabut!" Bima menarik Ayrton keluar kamar.


"Mbak Mariana, kita pinjam bang Ayrton Yaaaa!" teriak Benji.


"Pulangin dengan selamat ya!" balas Mariana sambil teriak juga.


"Okeee!" Benji pun menutup pintu sedangkan semua sepupu prianya sudah berjalan duluan.


***


"Serius lu udah unboxing?" tanya Abi penasaran.


"Belum lah!" balas Ayrton manyun. "Mariana lagi dapat."


"HAAAAHH?" Lalu semua pria di dalam mobil tertawa terbahak-bahak. "Kasihaaaannn!"


"Pantas mbak Mariana kasih ijin elu pergi bang. Rupanya lagi nggak bisa dipakai" kekeh Benji.


"Bontot ga usah ikutan. Lu kan masih bocil!" hardik Ayrton kesal. Kini dia sudah memakai baju milik Anarghya karena sebelum pergi mampir ke kamar sepupunya untuk pinjam baju.


Para pria paripurna generasi kelima itu berada dalam satu bis mewah yang sengaja disiapkan Direndra untuk boys night out.


"Ini kita mau kemana?" tanya Bagas.


"Garasi kita" sahut Alaric cuek.


Bis itu tiba di sebuah bangunan rumah dua lantai dekat dengan istana Al Azzam. Semua orang tahu kalau ada banyak penjaga pasti ada yang disimpan disana.


Para ipar generasi kelima hanya terbengong-bengong begitu turun dari bus dan melihat saat Alaric memencet pintu yang memakai password lalu pintu garasi itu pun terbuka tampak banyak mobil mewah super berjejer disana.




"Silahkan dipilih. Kuncinya disana" cengir Alaric sambil menunjuk lemari kaca yang tergantung banyak kunci-kunci mobil mewah dilengkapi dengan nomor polisi masing-masing. "Bensin masih full tank semua dan di arena balap, Enzo sudah siap dengan Tanki bahan bakar."


Aji dan Haris saling berbisik. "Benar-benar Sultan!" bisik Haris.


"Memang kamu tidak tahu mas?" tanya Aji yang merasa bingung kok bisa Haris sampai tidak tahu secara dia sudah lama ikut Keluarga sultan ini.


"Kalau Keluarga Al Jordan dan Al Azzam aku memang tidak terlalu tahu berapa kekayaannya." Haris menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Kalian mau mobil mana? Ferarri? Bugatti? Lamborghini? Porsche? Skyline? Ford GT?" tanya Alaric ke arah iparnya.


"Jangan tanya Adrian, karena dia bakalan pilih Koenigsegg karena dia sudah diterima magang disana" sahut Anarghya yang melihat sepupunya itu sudah langsung mengambil kunci mobil buatan Swedia itu.


***


Rombongan mobil mewah itu tiba di arena balap Dubai Autodrome dan para pengawal dan kru disana sudah siap dengan semua perlengkapan dan peralatan termasuk mobil pemadam kebakaran, ambulans dan mobil tangki pengisi bahan bakar.


"Untung si mulut cabe tidak ada disini" cengir Bima.


"Kenapa memang?" tanya Abi.


"Dia kan penggemar Maserati. Dan sekarang aku yang pakai" gelak Bima durjana.


"Oh boy!"


"Mas Abi, tolong difotoin dong aku depan Maserati." Bima menyerahkan ponselnya.


"Jangan bilang kamu mau kirim ke Hoshi!" Abi menyipitkan matanya.


"Tentu sajalah!" Wajah Bima tampak begitu menyebalkan. "Sapa suruh anaknya brojol hari ini."


***


Hoshi menatap tidak percaya saat membuka pesan di ponselnya. Malam ini hot Daddy yang bermuka cantik itu masih berjaga di rumah sakit sedangkan Rina sudah terlelap. Untung ponselnya dia vibrate n silent.


Melihat Bima berpose di depan Maserati MC20 dengan wajah menyebalkan membuat emosinya bangkit ditambah tulisan di bawahnya.


Happy Valentine muka cewek. Siapa suruh anakmu brojol hari ini jadi Maserati nya buat aku. 😍😍😍


"Werkudara sialaaaannn!!!"


***


Honeymoon Suite Four Season Hotel Dubai


Mariana membuka matanya dan merasakan sebuah lengan kekar memeluk perutnya dengan penuh posesif. Perlahan dia mengambil ponselnya yang berada di nakas dan terkejut jam di layarnya sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.


Mariana berusaha menyingkirkan tangan Ayrton karena dirinya ingin ke kamar mandi namun tangan suaminya makin erat memeluknya.


"Ton... Ayrton... " Mariana menepuk tangan suaminya pelan.


"Hhhmmm..."


"Lepas bentar, aku kebelet pipis ini" rengek Mariana.


Ayrton melepaskan pelukannya dan Mariana langsung ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi Mariana memutuskan mandi sekalian. Setelahnya wanita itu memakai bathrobe nya dan menuju ruang ganti baju yang sudah dia bereskan semalam dengan meletakkan baju-baju mereka dari koper.


Setelah rapi, Mariana mendekati tempat tidur dan duduk di sebelah suaminya yang tidur tengkurap.


"Pulang jam berapa semalam?" tanya Mariana sambil mengusap rambut tebal suaminya.


"Jam...empat kayaknya" jawab Ayrton dengan nada serak.


"Siapa yang menang?"


"Enzo lah..."


"Aman-aman semua kan Ton? Tidak ada kecelakaan?" Mariana berharap semuanya pulang dengan selamat.


"Ford GT Alaric penyok..."


"Alaric yang nyetir? Dia tidak apa-apa kan?" tanya Mariana panik.


"Nggak ... Al nyetir Lamborghini Aventador. Yang nyetir Ford GT itu Benji..."


"Terus Benji gimana?"


"Benji baik - baik saja cuma kayaknya Ducati yang dikasih Al mau ditarik sebagai jaminan benerin Ford GT nya..." Ayrton terkekeh teringat gegeran semalam bahkan Benji sampai mau mewek dengar Ducatinya dijadiin jaminan.


"Ya ampun kalian itu! Kasihan Benji ah!"


Ayrton membalikkan tubuhnya. "Kita juga ga bakalan setega itu cuman seneng aja godain si bontot" gelaknya durjana.


Mariana hanya menggelengkan kepalanya.



Ford GT nya Alaric yang dipenyokin Benji


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️