The Four Emirs

The Four Emirs
Alaric Ke New York



RR's Meal Dubai UAE


Alaric meradang ketika mendengar ada seorang polisi mencoba mendekati gadisnya meskipun Joey sudah bilang sudah diselesaikan dan Nura bisa menjaga diri.


"Tapi kan ga bisa gitu bang! Aku kan khawatir! Mana aku dan Benben jauhan pula!" rengek Alaric yang membuat Joey sebal. Nggak Benji, nggak Al... kenapa sih para bontot reseh banget!


"Heh, cumiii! Si Chris itu lagi Abang kenalin ke Alea. Kalau cocok jalan terus kagak ya biar Chris cari yang lain."


"Kenapa nggak si Natasha aja Abang kasih?"


"Apa kamu lupa? Natasha masih menunggu cinta masa kecilnya. Tapi orangnya nggak tahu kemana" sungut Joey. ( *Kisah Natasha ada di My Boyfriend is not a Trans*gender*. )


"Apa si Chris orangnya baik?" tanya Alaric karena dia sendiri tidak rela adik cantiknya akan mendapatkan pasangan yang tidak baik.


"Dia polisi lurus, Al. Bang Joey sudah kenal hampir dua tahun ini dan so far he's a good guy. Oh, bulan depan dia akan naik pangkat dan akan menjadi seorang detektif."


"Dih, kayak Opa Ghani dan Opa Raymond dong" ucap Alaric. "Kok ya keulang lagi dapat wangsit nya."


Joey terbahak. "Sudah, kamu nggak usah ke New York. Nanti malah Benazir bingung."


"Hohohoho tetap ke New York! Aku ingin tahu siapa yang sudah berani mendekati gadisku dan hendak dikenalkan ke adikku!" eyel Alaric.


Joey hanya memegang pelipisnya. "Dasar bontot!"


***


PRC Group Building New York


Joey mendatangi gedung tempat adiknya bekerja sebagai desainer interior disana. Alea Hamilton, putri tunggal Ezra Hamilton dan Keia Al Jordan memang memilih kuliah di bidang yang tidak jauh-jauh dari desain. Gadis berusia 19 tahun dan sebaya dengan Faranisa itu memang dikenal cerdas dan tak heran dirinya sudah menyandang gelar sarjana desain.


Alea anaknya pendiam dan hanya fokus bersekolah saja sejak kecil. Menyandang dua nama besar di belakangnya membuat gadis itu agak susah mendapatkan teman yang benar-benar tulus berteman dengannya tanpa melihat embel-embel keluarganya.


Namun teman yang tulus itu susah didapatkan hingga Alea melampiaskan dengan belajar tekun hingga loncat kelas berapa kali dan menyelesaikan kuliahnya di NYU.


Teman - teman Alea hanyalah para sepupunya yang berada di New York. Semua sepupunya berusaha untuk membuat gadis itu lebih ekstrovert tapi memang pada dasarnya Alea pendiam jadi agak sulit. Reana, Aruna, Fayza dan Georgina selalu mengajak gadis itu jalan-jalan agar tidak terlalu kuper.


Kalau Mamoru bilang, cucunya mirip dengan Rain yang memang pendiam.


"Nona Hamilton sudah menunggu anda, Dokter Bianchi" ucap asisten Keia Al Jordan.


"Thanks Maria." Joey pun masuk ke dalam ruang kerja Alea.


"Bang Joey!" seru gadis cantik berambut coklat itu sambil memeluk Joey.


"Halo cantik" sapa Joey sambil mencium pucuk kepala sepupunya.


"Apa hal Abang kemari?" tanya Alea sambil duduk di sofa bersama Joey.


"Lea, Abang mau tanya boleh? Tapi kamu jangan reject dulu ya."


Alea menatap wajah abangnya dengan tatapan penasaran. "Tanya apa bang?"


"Kamu sudah punya pacar belum? Soalnya Faranisa kan sudah ada si Patrick bukan temannya Spongebob, Natasha masih menunggu cinta pertamanya, dan dari semua adik-adik Abang, kamu yang masih jomblo."


"Lalu?" Wajah Alea masih tanpa ekspresi apapun.


"Kalau Abang kenalin ke teman Abang mau?" tanya Joey hati - hati.


"Siapa bang?"


"Namanya Chris Bradford, polisi NYPD dan bulan depan sudah naik menjadi detektif."


"Seperti Opa Ghani dan Opa Raymond?" tanya Alea.


"Iya. Dia teman Abang sih Lea, seiman jangan khawatir. Dia cari calon istri sebenarnya... Abang tahu kamu masih muda tapi kalau sekedar kenalan kan nggak papa tho?"


"Umur berapa bang? Anak mana?"


"Chris usia 25 tahun, anak yatim-piatu, asli Brooklyn dan sekarang tinggal sama ibu angkatnya."


"Tapi ini cuma kenalan kan bang?" Wajah Alea tampak cemas.


"Cuma kenalan saja kok Lea dan soal gimana ke depannya, itu terserah kamu dan Chris nanti."


Alea hanya menunduk. "Tapi aku kan bukan cewek yang ramai macam mbak Freya atau mbak Fayza."


"Lea, dengarkan Abang. Kalian semua punya kelebihan masing-masing, punya inner beauty masing-masing dan Abang yakin kamu itu akan membuat orang lain tertarik padamu. Tante Keia saja mengakui kemampuan kamu mendesain rumah dengan artistik dan membuat para klien senang. See, jiwa seni kamu itu yang orang lain tidak punya."


Alea memeluk Joey, Abang yang selalu ada disaat dirinya membutuhkan ketenangan jiwa selain Abi dan Rajendra.


"Kalau Alea dan Chris nanti tidak cocok, Abang jangan kecewa ya?" Alea mendongakkan wajahnya ke Joey.


"Contoh mommy dan Daddy. Sama-sama ditolak dan menolak, malah jadian" kekeh Alea.


"Nah tuh tahu" senyum Joey.


***


JFK International Airport New York USA


Alaric datang ke New York setelah ribut dengan Joey namun akhirnya pria berdarah Italia itu mengijinkan adiknya itu menemui Nura dan ikut pada saat Alea akan dikenalkan ke Chris.


Dan kini Alaric menunggu jemputan dari Joey yang tak lama datang bersama dengan Alea dan Nura.


"Bang Al!" seru Alea yang turun dari mobil untuk memeluk Alaric.


"Astaghfirullah Lea! Lu kok tinggi banget!" celetuk Alaric sambil memeluk adiknya. "Mas Hoshi sama kan tingginya sama kamu?"


"Nggak, masih tinggi mas Hoshi lima Senti" senyum Alea.


"Yuk masuk! Al kamu duduk sama aku apa Benazir di belakang?"


"Sama Benben lah! Dah, Lea kamu di depan sama bang Joey." Alaric pun duduk di belakang bersama Nura. Di dalam Alaric langsung mencium jari Nura yang tersemat cincin tunangannya.


"Elu udah lamar Benazir resmi?" tanya Joey.


"Resmi bareng Daddy dan mommy belum tapi aku sudah ngomong langsung sama ibunya Benben." Alaric memeluk Nura erat. "I miss you baby."


Nura hanya mengelus pipi Alaric. "Me too."


"No kissing yaaa!" hardik Joey.


"Issshh! Eh mbak Gina mana?" tanya Alaric.


"Ada tindakan di rumah sakit" jawab Joey sambil konsentrasi mengemudi.


"Semoga kasih biusnya nggak brutal" gelak Alaric yang diikuti Nura dan Alea.


"Benar-benar deh istriku satu itu" keluh Joey.


***


Starbucks Manhattan


Rombongan sepupu itu pun tiba di Starbucks Manhattan dan Joey mengedarkan pandangannya hingga mata coklatnya melihat obyek yang dicari.


"Itu yang namanya Chris" ucap Joey sambil menunjuk ke Alea, Alaric dan Nura. "Chris!" panggil Joey yang membuat pria itu menoleh.



Chris Bradford


"Dokter Bianchi" senyum Chris sambil berdiri menyambut rombongan Joey.


"Perkenalkan ini adik ku kekasih Benazir, Alaric."


"Aku minta maaf, Al jika mengganggu tunangan mu" ucap Chris sambil mengulurkan tangannya yang disambut oleh Al ramah.


"It's okay, kan kamu tidak tahu" balas Alaric santai.


"Nah, ini adikku, Alea Hamilton. Lea ini Chris Bradford."


Chris tampak melongo. Cantik sekali.


"Chris."


"Alea."



***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️