The Four Emirs

The Four Emirs
Modus Enzo



Hospital de Barcelona


"Dad, katanya datang besok. Kok malam ini sudah datang?" tanya Enzo bingung.


"Mommymu yang ribut pengen lihat Georgina, tidak sabar nunggu besok" jawab Reyhan kalem.


"Oom dan Tante menginap dimana memangnya?" tanya Alaric.


"Hotel Sofia Barcelona. Kamu?" Reyhan menatap keponakannya yang sering seenaknya sendiri.


"Sama lah Oom. Nanti kita barengan saja, biar pembalap manja ini ditunggui oleh Georgina."


Tak lama kemudian Paradina datang bersama Georgina membawakan kopi dan makanan buat mereka yang berada di kamar rawat inap Enzo.


Dokter yang melakukan visite pun mengatakan jika besok siang Enzo sudah boleh pulang karena luka-lukanya tidak terlalu berat dan hanya rajin diberikan salep serta tidak terkena air.


"So Son, kamu mau pulang kemana? Jangan bilang kamu mau ke Silverstone!" Reyhan menatap tajam ke arah putranya yang langsung manyun.


"Iya lho Zo. Kasihan Georgina kamu repotin! Sudah pulang ke Dubai atau ke New York sekalian biar dirawat sama Joey. Gimana?" timpal Paradina.


"Pulang ke Dubai saja. Tapi Georgina gimana?" Enzo menatap gadis itu.


"Pesawat kita nanti ke London dulu antar Georgina, baru kita kembali ke Dubai. Gampang kan?" ucap Reyhan santai. "Dan kamu Alaric, ikut pulang!"


Alaric yang sedang chat dengan Nura hanya mengangguk. "Iya Oom."


***


New York


Chris dan Samson Tutuola atau Sat, sedang menangani kasus seorang mahasiswi yang diper*kosa oleh teman sekamarnya. Yang membuat Chris mengehela nafas panjang, pelakunya adalah seorang gadis.


Astaghfirullah! Chris beristighfar dalam hati. Dunia semakin mengerikan. Melihat usia korban yang sebaya dengan Alea, membuat Chris teringat dengan gadis itu.


Beruntung Alea memiliki ayah yang sangat over protective seperti Ezra Hamilton hingga saat dia kuliah, tidak terjadi peristiwa apa-apa. Chris lalu mencatat pernyataan korban.


"Kamu kaget ya Chris" ucap Sat.


"Sejujurnya iya. Karena dia mengingatkan dengan gadisku" ucap Chris.


"Oh, gadis yang viral denganmu?" senyum Sat.


"Rupanya gosip sudah kemana-mana" senyum Chris.


"Look pal, gosip di semua divisi NYPD itu lebih cepat dari kecepatan cahaya bahkan dari pesan WhatsApp sekalipun atau TikTok."


Chris menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Apakah kamu akan berhenti menjadi polisi jika menikah dengan gadis kaya itu?"


"No, karena menjadi polisi adalah passionku. Dan kami belum berpikir kesana karena kami ingin menikmati pekerjaan kami masing-masing." Chris dan Sat pun masuk ke dalam mobil.


"Sekarang apa yang akan kita lakukan Sat?" tanya Chris.


"Menginterogasi, membuat kasus dan kita serahkan kepada jaksa penuntut umum."


Chris mengangguk lalu menstater mobilnya.


***


Hospital de Barcelona


Georgina membenarkan selimut Enzo lalu dirinya naik ke tempat tidur lipat yang disiapkan atas permintaan Enzo.


Sebelumnya Enzo memberitahukan kepada Marcello Ferrari bahwa dirinya akan off balapan selama dua Minggu yang berarti balapan di Mexico dia tidak bisa ikut. Tapi balapan terakhir di Bahrain, dia bisa ikut.


"Tadi kamu ngobrol apa sama mommyku?" tanya Enzo sambil terpejam.


"Hanya bertanya apa yang aku suka darimu" jawab Georgina.


"Aku jawab aku suka kamu karena kamu humble dan childish."


Mata coklat Enzo terbuka lebar. "Apa?" Pria itu memiringkan tubuhnya dan menatap gadis itu dengan tatapan judes. "Aku childish?"


Georgina menoleh ke arah Enzo. "Lho iya Zo. Kamu childish kalau bersama dengan keluargamu tapi di orang lain, kamu itu dewasa dan cool. Itu yang membuat aku suka padamu. Kamu tidak berpura-pura dengan keluarga mu karena kamu berada di zona nyaman dimana kamu menjadi diri sendiri."


"Miss Georgina Kazuo. Sejak kapan kamu menjadi ahli psikoanalisa?" goda Enzo.


"Sejak aku bekerja menjadi pemilik penginapan, aku jadi bisa menilai seseorang."


***


Heathrow Airport London


Sore ini pesawat pribadi milik keluarga Al Jordan mendarat di London dan Arjuna tampak menjemput keluarga Emir itu.


"Rey, apa kabar?" sapa Arjuna sambil memeluk Reyhan.


"Alhamdulillah baik" balas Reyhan.


"Dina" sapa Arjuna sambil mencium pipi iparnya.


"Junjun. Mana Sekar?" tanya Paradina mencari istri Arjuna.


"Di rumah lah. Masak buat kalian." Arjuna menatap kedua keponakannya. "Enzo! Bagaimana tanganmu? Kakimu?"


"Alhamdulillah baik, Oom" jawab Enzo. "Hanya luka ringan."


"Alaric? Masih kesana kemari seenaknya?" goda Arjuna.


"Issshh Oom Juna" sungut Alaric.


"Dan ini pasti Georgina yang membuat Rama harus menjemput ya?" Arjuna mengulurkan tangannya yang disambut Georgina. "Saya Arjuna, ayahnya Rama."


"Senang bertemu dengan anda, Mr McCloud" balas Georgina ramah.


"Yuk kita makan malam dulu baru nanti terserah langsung antar Georgina ke Silverstone atau menunggu besok" ajak Arjuna.


***


Kediaman Arjuna dan Sekar McCloud


"Dinaaaa!" seru Sekar sambil memeluk iparnya.


"Apa kabar Sekar. Makin cantik saja" senyum Paradina.


"Iiissshhh udah Oma ini" gelak Sekar.


"Kita kan Oma cantik" kekeh Paradina.


"Yuk kita makan dulu. Enzo, bisa makan dengan tangan diperban gitu?" tanya Sekar prihatin.


"Saya suapkan saja Tante. Kasihan Enzo tangannya masih seperti itu" ucap Georgina yang membuat Enzo tersenyum penuh kemenangan.


"Duasar!" umpat Alaric.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️