
Istana Al Azzam Dubai UAE
Direndra melongo ketika kedua orang tuanya sudah datang dari London. Aidan dan Thara memang sudah berencana dua Minggu sebelum acara, mereka akan datang ke Dubai.
"Mom? Dad? Kok sudah datang?" tanya Direndra bingung.
"Ya sudah lah! Memangnya mau datang kapan? Acara kamu itu padat lho. Mana eyangmu maunya pakai adat Arab nanti yang berarti ada acara Fatihah, Midodareni malam pacar, Jalsah Gahwa, Tari resepsi dan acar musik. Kamu kira itu tidak dipersiapkan jauh-jauh hari apa?" omel Thara.
"Mom, bisakah simpel ala Ayrton? Atau ala mbak Rimbi dan mas Bima?" rengek Direndra dengan wajah lemas.
"No, Direndra. Kamu itu salah satu pewaris gelar Emir Al Azzam dan jika kami tidak melakukan hal itu, nama eyang kamu jadi taruhan" jawab Aidan.
"Sudah, kamu tenang saja. Mommy yang urus sama Tante Sabine, para omamu dan Raana dibantu para ibu-ibu di Al Shiba." Thara pun mengambil ponselnya untuk menelpon Sabine.
"Mau nikah ribet amat ya!" gerutu Direndra.
"Setidaknya kamu nikah karena memang mau kamu, tidak ditodong seperti Daddy" kekeh Aidan.
"Kalau nggak gitu, aku dan Alaric nggak brojol Dad" gelak Direndra.
***
Manhattan New York USA
Alea tampak menikmati acara jalan-jalan nya bersama Chris bahkan dirinya sudah tidak canggung lagi untuk menempelkan tubuhnya di punggung kekar pria itu.
"Mau makan dimana Alea?" tanya Chris dari balik helmnya.
"Pizza!" seru Alea semangat.
"Oke!" Chris pun mengarahkan motornya menuju area Lower Manhattan. Disana terdapat kedai pizza bernama Rubirosa.
Chris memarkirkan motornya dan Alea pun melihat kedai pizza itu. Chris lalu menoleh ke arah gadis imut itu yang masih melihat area disana.
"Kenapa Alea? Tidak suka disini?" tanya Chris yang melihat Alea masih memakai helmnya.
"Bukan. Aku belum pernah kemari" jawab Alea jujur. "Apakah enak?"
"Aku akan pesankan double side yang kamu pasti suka. Oh by the way, itu helm dibuka dulu, Humaira" kekeh Chris melihat Alea hendak masuk ke dalam kedai pizza.
Wajah Alea memerah tersipu karena lupa melepaskan helmnya. "Aku bantu sini" ucap Chris sambil melepaskan kaitan helm Alea.
Setelahnya Chris menyimpan helm Alea dan menghelanya untuk masuk ke dalam kedai itu.
"Hai Chris !" sapa pria yang berada di balik meja pizza.
"Hai Massimo. Aku pesan half - half ya plus dua coke" senyum Chris sedangkan Alea memilih masuk ke dalam kedai.
"Okay. Gadismu?" tanya Massimo sambil mengedipkan sebelah matanya ke Chris.
"Belum. Doakan" ucap Chris serius.
Alea sendiri sudah memilih tempat duduk yang dekat dengan jendela.
"Sudah aku pesankan. Namanya half - half yang berupa separo lots of cheese dan pepperoni dan beef with sauce."
"Namanya memang half - half?" tanya Alea.
"You will see" senyum Chris.
Tak berapa lama pizza yang dipesan oleh Chris pun datang dan Chris memperkenalkan Alea ke Massimo.
"Alea..."
"Jordan. Alea Jordan" jawab Alea cepat sambil tersenyum.
Chris hanya melirik ke arah gadis itu dan memang tidak salah sih karena nama belakang Alea ada Al Jordan nya.
"Nice to meet you. Semoga suka dengan pizza kami" senyum Massimo.
Alea menatap pizza ukuran besar itu dengan wajah sumringah.
"Oh my God. Pizzanya besar sekali!" seru gadis itu heboh.
"Full of cheese dan white sauce di sisi daging sapi dan bayam. Ini favorit aku dan Umi."
Alea mengambil satu slice yang banyak kejunya dan menggigitnya. "Hhhmm... enak banget!" serunya.
Chris tersenyum. "Enak?"
Alea mengangguk semangat. Chris mengulurkan jarinya untuk menyingkirkan sedikit saus di sudut bibir Alea dan memasukkan dalam mulutnya sendiri. Alea terpana atas perlakuan Chris.
"Astagaaa..." bisiknya.
Chris hanya tersenyum. "Ada saus di bibir kamu."
"Ehem... Apa kamu...sering kemari?" tanya Alea sambil memakan pizzanya.
"Rumah Umi daerah sini dan wajar kalau aku sering beli pizza disini karena Massimo menjual pizza halal juga."
Alea menganggukan kepalanya. "Mau nonton film apa kah nanti?"
"Aku cek dulu bioskopnya" Chris pun mengeluarkan ponselnya.
***
Istana Al Azzam Dubai UAE
Alaric terkejut ketika pulang dari RR's Meal melihat Daddy dan mommynya sudah ada di meja makan untuk makan malam. ( New York siang sedangkan Dubai sudah masuk malam ).
"Kalian kapan datang?" seru Alaric sumringah sambil memeluk dan mencium pipi Thara dan Aidan.
"Tadi siang dan besok mommy akan pergi dengan Tante Sabine ke Al Shiba, mengurus persiapan Raana. Kamu tahu sendiri kan biaya pernikahan itu mahal dan mommy tidak ingin memberatkan calon besan" ucap Thara.
"Makanya aku maunya ijab saja seperti biasanya, tidak perlu acara lengkap adat Arab" sungut Direndra.
"Dinikmati saja mas, kan sekali seumur hidup" cengir Alaric.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Lanjut besok
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️