The Four Emirs

The Four Emirs
Siapa Yang Bela Kamu?



Ruang ICU Bellevue Hospital


Alea hanya menatap Chris lewat mata hijaunya dan gadis itu berusaha untuk tidak menangis karena nanti akan membuat mood Chris drop.


"Kamu... Masih sakit nggak bekas operasinya?" tanya Alea yang bingung mau bilang apa.


"Sakit...dikit. Tapi lama-lama hilang karena lihat kamu..." senyum Chris.


Joey memutar matanya malas. Ya ampun masa muda... Jadi ingat jaman ngejar Gina.


"Alea..."


"Ya?"


"Maaf ya kamu mau ulang tahun Minggu depan tapi akunya terkapar begini. Padahal aku sudah menyiapkan kado..." Chris menatap sendu ke arah gadis itu.


Alea menggelengkan kepalanya. "Nggak papa. Yang penting kadonya kamu tetap hidup itu sudah sangat tidak ternilai."


"Kamu Minggu depan ulang tahun ya Lea?" tanya Joey. "Abang lupa!"


"Iiissshhh Abang mah ulang tahun mbak Gina juga suka lupa. Kalau mbak Gina nggak marah-marah, pasti nggak ingat tho?" cebik Alea yang tahu Georgina suka ngomel di grup chat sepupu perempuan setiap Joey lupa ulang tahun dirinya, Blaze dan ulang tahun pernikahan.


"Lha Abang saja kadang lupa ultah Abang sendiri" elak Joey.


"Pria... tapi nggak Chris aku" ucap Alea yakin.


"Iya deh, belain terus tuh Rohi mu" kekeh Joey.


"Dokter Bianchi..." panggil Chris.


"Yes Chris?"


"Terimakasih sudah menyelamatkan nyawa saya."


Joey tersenyum melalui matanya. "Kamu tahu? Untuk pertama kalinya aku Tremor mengoperasi seseorang karena jika aku tidak bisa menyelamatkan dirimu, aku tidak tahu bagaimana adikku ini bisa menghadapi semuanya. Dan selain itu, semangat hidup kamu lah yang membuat kamu kembali dari masa kritis."


"Aku hanya merasa melihat Alea dan Umi menangis jadi aku berusaha untuk bangun meskipun sulit. Dan aku bersyukur bisa melewatinya..." Chris menatap Alea mesra.


"Karena hati mu rusak separo akibat peluru, kamu harus hati-hati Chris. Memang hati bisa tumbuh kembali tapi itu butuh proses dan menurut aku, ada baiknya kamu cuti dulu dari NYPD sekitar tiga bulan minimal untuk membenahi metabolisme tubuhmu sampai hati mu tumbuh sempurna meskipun dalam dua Minggu sudah tumbuh."


Keunikan hati atau liver lainnya adalah kemampuannya untuk kembali tumbuh lagi atau beregenerasi. Jadi, hati bisa tumbuh ketika ada bagian dari organ tersebut yang mengalami kerusakan. Sumber http://bobo.grid.id


"Aku yakin Oom Ezra bisa membujuk komisaris besar NYPD memberikan cuti luar biasa buatmu." Joey menatap Chris serius.


"Aku tergantung dengan keputusan pusat bagaimana..." ucap Chris.


"Yuk Lea. Jangan terlalu lama, biar Chris istirahat dulu jangan buat dia terlalu capek." Joey mengajak Alea untuk keluar dari ruang ICU itu.


"Aku pergi dulu ya Chris." Alea menggenggam tangan Chris lembut.


"Banyak istirahat Lea. Matamu cekung dan seperti mata panda..." goda Chris.


Alea tertawa kecil. "Iya. Cepat sembuh."


"Tentu saja Humaira ku..."


***


Seminggu Chris berada di ruang ICU dan sekarang kondisinya sudah mulai membaik hingga bisa dipindahkan ke ruang rawat inap. Hari ini Alea tidak menunggui Chris melainkan Aminah.


Ibu Chris itu meminta agar Alea kembali beraktivitas seperti biasa karena tahu pekerjaan gadis itu banyak yang terbengkalai karena Aminah pernah memergoki Alea tertidur sambil memegang iPad nya yang penuh dengan desain.


Meskipun Alea sempat memprotes, namun suara lembut Aminah membuat Alea menurut. Dan setiap sore usai dari kantor Alea selalu mampir ke rumah sakit sampai - sampai Joey meminta adiknya menginap di penthouse nya yang dekat dengan rumah sakit agar tidak terlalu jauh kalau pulang ke the Hampton.


Siang ini seperti biasa, Aminah menyuapi Chris dan wajah pria itu tampak penasaran melihat ibunya seperti hendak bercerita sesuatu tapi tidak jadi-jadi.


"Umi... Ada apa?" tanya Chris.


"Umi..." Aminah menghela nafas panjang. "Umi bingung dengan keluarga Alea."


"Bingung kenapa? Keluarga Alea tidak menerima Umi?" tanya Chris bingung karena beberapa kali dia melihat Georgina, istri Joey datang menjenguk dan mengobrol akrab dengan Aminah. Keia sendiri dua tiga kali ke rumah sakit sambil membawakan makanan buat Aminah dan keduanya pun ngobrol hangat.


"Tapi..."


"Umi memang meminta kepada Keia, dokter Joey dan dokter Georgina untuk tidak bercerita pada kamu."


"Cerita apa Umi?" Chris menatap intens ke ibunya.


"Apakah kamu tahu kalau pelaku penembakan kamu sudah tertangkap?"


Chris menggelengkan kepalanya. "Kan tidak ada yang cerita padaku jadi aku tidak tahu."


"Pelakunya ketahuan dan Ezra menghajarnya..."


Chris melongo. "Mr Hamilton menghajar orang yang menembak aku? Tapi bagaimana?"


Umi mengangguk. "Ternyata Ezra mencari tahu dengan bantuan keluarganya, Bryan Smith dan mengetahui kalau pelakunya adalah mahasiswa NYU. Dan rektor NYU adalah sepupu Ezra jadi... pelaku itu dihajar Ezra di ruangannya."


Chris melotot tidak percaya. "Yang benar Umi?"


"Iya dan Ezra akhirnya ditahan di sel tahanan semalam karena penganiyaan..."


Chris meletakkan tangannya yang tidak sakit diatas dahinya. Kepalanya terasa pening mendengar semua informasi yang diberikan uminya.


"Tapi... itu kan menjadi skandal Umi..." keluh Chris yang merasa tidak enak dengan ayah Alea.


"Yang umi bingung... Ezra tampak santai saja dan Keia bilang ini kejadian biasa saja ... Ya ampun Chris ... Umi tahu mereka Sultan tapi kok tidak peduli dengan skandal yang membuat nama mereka tercemar..."


Chris menoleh ke arah Aminah. "Umi, keluarga mereka memang keluarga Sultan tapi aku sudah bertemu dengan sepupu Alea lainnya dan mereka itu seperti tidak ada beban jika memang ada skandal."


"Umi juga sudah bertemu dengan beberapa saat mereka membesuk kamu dan Umi tahu mereka semua memiliki jabatan, nama dan ketenaran tapi mereka humble. Justru karena mereka itu baik dan humble, Chris, umi tidak rela mendengar ayah Alea dipenjara dan dituntut hukum."


"Apa akhirnya Mr Hamilton dipenjara Umi?"


"Nggak sih, katanya diselesaikan dengan jaminan."


Chris mengangguk.


***


Malam itu Ezra dan Keia datang menjenguk Chris. Aminah dan Keia lalu keluar dari ruang rawat inap membiarkan Ezra berdua bersama Chris.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Ezra.


"Alhamdulillah membaik, Sir."


"Kamu tahu Chris, malam saat kamu ditembak, aku sudah ingin menghajar mu karena membuat putriku bersedih. Dan aku semakin ingin membanting mu karena kamu membuat putriku hampir kehilangan pria yang membuatnya bahagia. Untung kamu masih diberikan nyawa, kalau kamu sampai mati, aku akan panggil dukun Voodoo!" ucap Ezra asal.


"Sir, kalau saya dibangkitkan melalui Voodoo bukannya saya jadi zombie?" cengir Chris.


"Oh... Horor ya?" kekeh Ezra.


"Mr Hamilton, saya sangat berterima kasih sudah membela saya dan menangkap pelaku penembakan."


Ezra melirik. "Siapa yang membela kamu?"


Chris melongo. "Eh?"


"Aku itu menghajar b@ngs@t itu karena membuat Alea menangis! Karena kamu lagi terkapar, aku lampiaskan saja ke dia!" jawab Ezra enteng.


Astaghfirullah! Benar-benar ayahmu ya Alea...


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️