The Four Emirs

The Four Emirs
Alea Yang Dewasa



New York


Chris dan Alea sudah kembali ke New York usai acara di Dubai, begitu juga dengan keluarga yang lain.


Dan pagi ini Alea sudah diminta Ashley untuk datang ke rumahnya guna menemani Fayza yang sendirian. Alea menyanggupi permintaan sang Oom apalagi Fayza sedang hamil memiliki mood swing yang membuat dirinya sering upside-down moodnya.


Kristal sendiri yang membukakan pintu rumahnya saat gadis itu datang.


"Ah keponakan cantik Tante. Ayo masuk sayang" ajak Kristal sambil memeluk Alea.


"Terima kasih Tante."


"Kamu sudah ijin mamamu kan kalau tidak masuk kantor sehari?" Kristal menghela Alea ke dalam menuju ruang makan.


"Sudah Tante. Mommy memang memberikan aku libur sehari apalagi kemarin Alea sempat libur ke Dubai jadi lembur seminggu ini."


"Bagaimana acara Dubai? Tante, Oom dan Fay memang melihat live streaming saat Enzo dan Georgina ijab qobul tapi di luar itu kan tidak ada."


"Semua pada kangen tante, oom dan mbak Fay disana tapi kita juga tahu bahwa sikon tidak mendukung." Alea tersenyum ke Kristal.


"Alea" sapa Ashley.


"Halo Oom Ashley" balas Alea sambil mencium punggung tangan Ashley.


"Temani Fay dulu ya Lea. Soalnya Oom dan Tante harus ke kantor. Kan kalau ada temannya, Fay bisa ngobrol banyak."


"Iya Oom."


***


Kamar Fayza


"Jadi bang Hideo tidak bisa menghubungi mbak?" tanya Alea.


"Semua akses ditutup Daddy dan aku sendiri tidak diberi kesempatan apapun Lea. Ya sudah lah." Fayza menatap adik bontotnya.


"Mbak kangen ya sama bang Hideo?" Alea mengelus perut buncit Fayza. "Kamu kangen Appa mu nggak boy?"


Fayza tersenyum. "Boy sangat kangen Appa nya. Entah kenapa aku terbayang bocah blasteran dengan wajah menggemaskan."


"Mbak, bagaimana kalau boy ketularan nakalnya Arka? Kamu tahu nggak mbak, Arka tuh disana bikin darting semua orang. Jahilnya minta ampun padahal baru dua tahun! Sampai-sampai Luke berdoa agar Arka anteng sehari saja."


"Terus? Terkabul?"


Alea terbahak. "Terkabul, lima menit saja."


Fayza tertawa. "Setidaknya doanya terkabul biarpun cuma lima menit."


"Mbak Fay, nggak papa?"


Fayza memalingkan wajahnya ke arah luar jendela balkon kamarnya. "Mbak nggak tahu."


Alea memeluk bumil cantik berambut pirang itu. "Mbak kangen bang Hideo ya?"


"Kangen nggak kangen sih Lea... Satu sisi kangen diusap-usap punggung mbak sama Hideo kalau mau tidur tapi ingat bagaimana dia membohongi mbak, rasanya pengen banting dia lagi."


"Mbak Fay jangan ikutan mbak Tuti ya, hamil kok banting bang Hideo. Pakai Stiletto tujuh Senti pulak!"


Fayza tertawa kecil. "Oohh poor Hideo. Terus mas Rama gimana?"


"Ya shock lah pas dengar tapi mbak Tutinya cuek aja tuh kayak gadha apa-apa."


"Oh astagaaa. Bagaimana kamu dengan Chris, Lea? Kapan diresmikan?"


"Nanti lah mbak. Kata mommy, tahun depan kan giliran bang Al yang mau nikah sama mbak Nura. Mungkin aku tahun depannya lagi, insyallah. Soalnya kata Chris nunggu aku diatas dua puluh tahun."


"Chris anaknya baik kok Lea, tabah menghadapi kejulidan Daddymu" kekeh Fayza.


"Sekarang malah jadi kesayangan Daddy. Payah deh!" cebik Alea.


"Senang ya kalau pasangan kita sudah mendapatkan restu dari orangtua..." gumam Fayza sendu.


"Mbak, cara bang Hideo salah tapi setidaknya kita tahu bagaimana dia mencintaimu mbak. Aku yakin Oom Ashley dan Bang Hideo membutuhkan waktu untuk saling mengenal dan menghormati karakter masing-masing. Saat ini kan Oom Ashley sedang dalam keadaan marah." Alea mengusap bahu Fayza. "Insyaallah semuanya akan baik-baik saja. Bang Hideo sudah memilih kamu dan boy jadi kita tunggu saja bagaimana ke depannya."


"Semoga Daddy nggak berbuat ulah lebih jauh lagi dengan Hideo."


"Aku rasa tidak, mbak. Oom Ashley sedang memberikan kesempatan buat bang Hideo membuktikan bahwa dia suami dan imam untukmu."


"Lea, kenapa kamu tambah dewasa sekarang?" kekeh Fayza.


"Chris yang membuat aku seperti ini."


***


Starbucks Manhattan New York


"Benji!" Pria berambut coklat dan berkacamata itu mendongak melihat seorang gadis Korea berdiri di hadapannya.


"GM?"


Geun-moon duduk di sebelah Benji yang sedang asyik memeriksa perkembangan penjualan beras dari perusahaan milik Zinnia.


"Kamu ngapain?" tanya Geun-moon sambil melihat laptop Benji.


"Ini mengecek penjualan beras milik keponakanku."


"Keponakan aku, Zee, mewarisi perusahaan milik keluarganya sebagai produsen beras di Indramayu. Dan karena Zee masih di bawah umur, jadi aku dan beberapa sepupuku yang menjadi pengawasnya sampai nanti Zee usia 25 tahun."


"Memang keponakan kamu dimana?"


"Dubai."


"Ooohhh. Indramayu tuh mana Ben?"


"Jawa Barat Indonesia."


Geun-moon melongo. "Kirain di Dubai."


Benji terbahak. "Dubai mana ada padi GM."


"Habis namanya aneh."


Benji makin terbahak. "GM kamu lucuuu!" Benji memegang kedua pipi Geun-moon gemas.


"Benji... Pipiku jadi chubby!"


***


Kediaman Keluarga Sky


Alea menerima telepon dari Chris yang menanyakan dirinya dimana dan dijawab kalau sedang bersama Fayza.


"Memang kenapa Chris?"


"Syukurlah kamu di rumah Oom Ashley. Sebab aku sedang ada kasus pemer*kosaan dan pembunuhan dekat kantormu."


"Astaghfirullah Al Adzim. Padahal daerah aku termasuk aman lho Chris."


"Kamu hati-hati ya Humaira, meskipun ada pengawal. Oke?"


"Oke Chris."


Setelah mengucapkan salam, Alea menatap Fayza.


"Ada apa Lea?"


"Chris menangani kasus di dekat gedung AJ Corp."


"Lho kok tumben? Bukannya area situ aman banget Lea."


"Sepertinya ini personal mbak. Bukan random."


Fayza tertawa. "Susah kalau punya pacar polisi. Otaknya langsung jalan macem-macem."


"Jangan salahkan aku mbak. Kita semua kan hobinya tukang kepo dan selidik kalau ada sesuatu."


"Seperti bang Joey yang harus dihukum tiga bulan di kamar mayat ya dulu..." gelak Fayza.


"Bang Joey parah ah mbak..."


Fayza langsung memasang wajah sendu. "Lea ... Kalau mbak pisah sama Hideo gimana?"


Alea menatap Fayza. "Mbak sudah ga cinta sama Bang Hideo?"


"Mbak masih cinta sama Hideo tapi kalau ingat dia bilang keluarga mbak sudah nggak ada rasanya marah luar biasa. Bisa-bisanya dia menutupi semua itu dari mbak!"


"Tapi bang Hideo akhirnya kan kena efeknya. Dia jatuh cinta beneran sama mbak."


"Iya sih dan mbak juga jatuh cinta sama Hideo. Terlepas dia pria paling menyebalkan di dunia, tukang maksa, tukang modus tapi dia itu romantis dengan caranya sendiri. Bikin mbak jatuh cinta sama dia."


Suara ponsel Fayza berbunyi. Tampak di layarnya nomor yang tidak dikenal.


"Siapa ini Lea?" tanya Fayza sambil melihat nomor asing itu.


"Kalau lihat kode negaranya kok kayak Jepang ya."


Fayza mematikan ponselnya lalu menggigit bibir bawahnya. "Mbak kok penasaran."


"Ya sudah ditelpon balik."


Fayza lalu menelpon kembali nomor ponsel tadi.


"Halo Sayang."


Wajah Fayza tampak memerah. Hideo.


( Bisa di baca di Love and Revenge of Mr Mafia )


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote gift and comment


Tararengkyu ❤️🙂❤️