The Four Emirs

The Four Emirs
Generasi Kelima Meet Generasi Ketiga



Meeting Room Mandarin Oriental Hotel Manhattan New York


Para pria tampan paripurna yang memang bersaudara dan menjadi saudara serta akan menjadi saudara ipar itu tampak menikmati malam ini dengan banyak mengobrol sembari menikmati makanan dan minuman yang dihidangkan.


Tidak ada dokter bedah terkenal, dokter anak, calon dokter, teknisi Koenigsegg, CEO MB Enterprise - AJ Corp - Giandra Otomotif Co - PRC group - RR's Meal - McC Custom, CEO perusahaan IT ataupun akuntan takut hantu, polisi maupun pengusaha bengkel plus pemilik toko emas.


Yang ada adalah para cicit klan Pratomo bersama dengan ipar-iparnya.


Suara pintu terbuka membuat semua pria itu menoleh.


"Fathiiirrrr!" teriak Alaric dan Adrian heboh melihat adik kandung Falisha itu masuk.



Introducing Eksha Fathir Arata Hassan


"Maaf aku terlambat. Penerbangan dari Brisbane benar-benar menyebalkan!" umpat pria yang sebaya dengan Alaric, Adrian, Anarghya dan Enzo itu.


"Apa kabar bro! Akhirnya bisa kabur juga dari peternakan kangguru elu!" gelak Alaric sambil memeluk sepupunya.


"Para ipar yang tidak tahu, ini adalah Fathir Hassan, adik ipar Aji, adiknya Falisha yang jarang bisa kumpul dengan kita-kita karena dia memilih menjadi peternak domba di Queensland Australia" ucap Joey.


"FYI, dia membuat Oom Kareem pusing karena kuliahnya di Cambridge ditinggal dan memilih terbang ke Aussie karena ingin jadi tukang angon wedhus bahkan pindah kuliah ke Queensland Australia ambil jurusan peternakan The University of Queensland seenaknya" timpal Hoshi.


"Ayo aku kenalkan ke ipar-iparmu. Ini Bagas Hadiyanto suami Safira, ini Chris Bradford kekasihnya Alea" Luca memperkenalkan kedua ipar yang belum pernah bertemu dengan Fathir. Saat Falisha menikah, Bagas tidak terlalu memperhatikan sebab dia sibuk dengan Javier Arata.


"Seriously Mas Hoshi? Angon wedhus?" kekeh Fathir sambil menyalami Bagas dan Chris.


"Lha terus apa? Gudel?" balas Hoshi cuek.


Sontak Bagas, Ega, Pandu, Pramana dan Bima terbahak mendengar ucapan Hoshi. Gudel adalah anak kebo - Jawa.


"Ya ampun Hosh! Mulutmu!" kekeh Joey.


"Apaan sih gudel?" tanya Chris.


"Anak kerbau!" gelak Bima.


"Itu bahasa mana?" tanya Chris lagi.


"Bahasa Jawa, Chris. Jangan heran ya, kami-kami itu masih ada keturunan Jawa jadi terkadang muncul kata-kata ajaib dari mulut kami" kekeh Luca.


"Asal kamu tahu, Oma kami kalau kumpul bisa tiga bahasa jadi satu kalimat. Inggris - Indonesia dan Jawa. Contoh Oma Rhea dan Oma Miki ya Bang" cengir Adrian ke Joey.


"Wah parah tuh kalau para Oma kumpul. Pusing dengar mereka ngobrol" keluh Luca.


"So, kalian semua, aku mau cerita" Rajendra menatap semua sepupunya.


"Aruna hamil lagi?" tanya Abi yang kena keplakan Travis.


"Bukan cumiii. Anak gue udah dua ini. Cukup lah, pas kan programnya. Jadi, aku itu menemukan video di ruang kerja Opa Jeremy waktu aku pulang ke London."


"Video bo*Kep ya?" goda Bima yang langsung mendapat toyoran dari Hoshi.


"Otak lu yang bo*kep, Werkudara!" cebik Hoshi.


"Issshh apaan sih muka cewek! Dinalar saja lah! Kalau bukan video bo*kep di ruang kerja cowok, apaan dong?" alibi Bima.


"Memang cuma itu doang yang ada di ruang kerja cowok?" balas Ayrton. "Elu aja kali mas yang nyimpen."


Semua orang tertawa melihat wajah manyun Bima.


"Sorry ya chuy, meja gue bersih dari segala macam berbau aksi por*nografi. Adanya cuma alat-alat bengkel" balas Bima.


"Tapi ponselmu kan pasti adalah mas" kekeh Enzo.


"Eh bener elu Zo! Ada! Arka bugil! Mau?" gelak Bima durjana yang membuat semua sepupunya ngedumel sebal.


"Sudah woi, makin kacau! Memang nya kalian udah pada mabok?" gelak Joey. "Benji! Kamu nggak boleh minum lho ya!"


"Ya elah bang, Benji udah mau jalan 21 jadi boleh kan cicip?" balas si bontot itu.


"Boleh, satu sendok teh!" goda Ega.


"Astogeeee! Emang Benji minum obat apa ya?"


Para kakak sepupunya tertawa mendengar protes Benji.


"Gimana mas Jendra? Nemu apa?" tanya Rama yang mencoba kembali ke topik yang makin kacau saja.


"Sebentar mas, Benji ambilkan." Si bontot itu pun berdiri untuk mengambil alat itu di luar.


"Aku bantu Ben" tawar Chris.


"Thanks bro."


Tak lama Benji dan Chris datang membawakan alat-alat yang diminta oleh Rajendra. Dengan cekatan, si bontot memasang semuanya dan Rajendra memasang flashdisk itu di laptop Benji hingga video itu diputar di layar proyektor.


Pria-pria tampan itu menatap video yang diambil saat para opa mereka masih muda.


"Astaghfirullah! Ini tahun berapa?" tanya Hoshi.


"Masih ada Opa Kenzo dan Opa Keanu" ucap Joey.


"Wait, ini kan pas Opa Jeremy baru saja menikah dengan Oma Rain?" celetuk Rama melihat tanggal bulan dan tahun dari rekaman itu.


"Sepertinya diambil dari rekaman CCTV RR's Meal Jakarta" ucap Rajendra.


Mereka terbahak mendengar pertanyaan Eiji soal dimana Elang dan Rain bersembunyi serta berapa ronde.


"Ya ampun Muka Cewek, Opamu memang durjana benar!" gelak Bima.


"Parah ih si Eiji Adipramana Reeves!" gerutu Hoshi kesal yang merasa malu mendengar ucapan unfiltered opanya.


"Gitu-gitu Opamu lho mas Hoshi. Jadi kita-kita tidak heran kalau bentukan mu macam itu lah!" kekeh Enzo.


"Sialan lu cumiii!" cebik Hoshi kesal.


"Kenapa melihat mereka kumpul seperti itu mirip kita sekarang ya" gumam Abi.


"Opamu Bi, yang jadi Pioneer buat bisa mengumpulkan semua saudara dan iparnya agar kita tetap guyub seperti ini." Luca menatap sepupunya yang sebaya usianya.


"Itu Opa dan Omanya Safira?" tanya Bagas.


"Yang mana?" tanya Adrian.


"Tolong pause Ben" pinta Bagas yang kemudian berdiri menunjuk seorang wanita cantik berambut panjang coklat dengan seorang pria tampan khas Korea. "Ini bukannya Oma Savitri dan Opa Jaehyun?"


"Kayaknya iya. Tapi mereka belum menikah pas Opaku menikah" jawab Rama.


"Oma Savitri cantik ya" puji Benji.


"Tuh Opa Javier dan Oma Agatha. Masih pacaran sepertinya" tunjuk Luca.


"Opa Ghani mudanya keren ya?" Bima menatap pria tampan yang sekarang menjadi Opanya dan setiap hari sering dibuat darting.


"Ini berarti acara generasi ketiga pas Opamu menikah Jendra." Joey menatap Rajendra yang tampak terharu melihat para Opa dan Oma mereka.


"Ya ampun, Opa Joshua mudanya cakep ya" celetuk Luca. "Tapi cucunya jauh lebih cakep."


Semua orang menoleh ke arah Luca yang pede maksimal.


"Narsisnya kagak hilang-hilang" gerutu Hoshi.


"Eh mas Abi!" Benji menoleh ke Abi. "Lihat! Badan Opa Duncan mirip body mas Abi sekarang."


Abi pun melihat Opanya yang di video itu mungkin usianya sama dengannya yang masuk usia 30an.


"Iya ya... Aku mirip Opa Duncan. Cuma bedanya Opa bertattoo, aku nggak." Abi menatap wajah Opanya waktu muda.


"Kamu kan mirip Opa Edward, takut jarum suntik mas" gelak Anarghya.


"Lha aibnya Abi tambah lagi?" ledek Joey yang baru tahu kalau sepupunya takut jarum suntik.


"Haaaiissshhh! Argaaaaa!" Abi mendelik ke arah Anarghya.


"Eh? Keceplosan ya?" cengir Anarghya.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️