
New York
Benji dan Geun-moon sekarang berada di honeymoon suit hotel Ritz-Carlton yang diberikan oleh Jang Geun-yong, ayah Geun-moon sebagai hadiah. Ayah Geun-moon sangat menyayangi putri dan menantunya sehingga memberikan hadiah yang terbaik.
Selain honeymoon suite untuk tiga hari, juga sebuah apartemen mewah di area Manhattan Upper Site juga menjadi hadiah pernikahan buat pasangan itu.
Benji baru saja membuka jasnya ketika suara gedoran dan bel kamar tanpa akhlak berbunyi dengan durjananya.
"Ben? Apakah mereka datang?" tanya Geun-moon sambil tertawa karena dia sudah tahu dari para iparnya bahwa sebagai bontot, akan ada acara penggagalan unboxing dan itu sudah tradisi.
"Brengsek tuh pria-pria minus akhlak! Heran, kok bisa jadi kakakku ya!" umpat Ben kesal tapi tetap membuka pintu kamar.
Dan sesuai dengan dugaan keduanya, segerombolan pria paripurna dengan wajah jahil berdiri di sana tanpa memperdulikan keributan yang akan mengganggu tamu lainnya.
"Apa?" tanya Benji dengan wajah malas.
"Pakai tanya!" Joey langsung menarik Benji keluar kamar.
"Geun-moon, kami pinjam Benji ya!" seringai Luca.
"Jangan lupa dibalikin!" sahut Geun-moon sambil tertawa.
***
"For God's sake! Aku itu masih pakai kemeja dan celana buat pemberkatan ini!" sungut Benji yang hanya bisa pasrah masuk ke dalam bus mewah yang bisa menampung 30 orang.
"Nih baju! Ganti Sono!" Hoshi memberikan paper bag dari brand Balenciaga.
"Memang mau kemana sih?" tanya Benji ke kakak-kakaknya sambil menuju kamar mandi yang terdapat di bis itu.
"You'll be find out!" teriak semua pria di sana.
Benji hanya menggelengkan kepalanya. Percuma bertanya dengan pria-pria kurang kerjaan yang tidak berakhlak.
***
Geun-moon pun keluar dari kamar apalagi hari masih sore, baru jam delapan malam kan berarti masih sore bagi sebagaian New Yorkers. Apalagi Georgina dan Emi mengajak adik iparnya untuk bergabung acara girls night out.
Gadis berdarah Korea Selatan itu pun menuju ke sebuah longue di hotel dan masuk ke area VIP nya yang sudah dibooking the Bianchis. Sesampainya di sana, sudah berkumpul para wanita cantik yang merupakan pasangan para pria durjana penculik Benji.
"Para suami kita kan pada tidak berakhlak jadi kenapa tidak membuat acara sendiri? Benar tidak?" seringai Reana.
"Aku sudah memesan banyak makanan plus minuman. Jangan khawatir, yang bayar para suami kita juga" gelak Emi yang memperlihatkan setumpuk uang disana.
"Astagaaa!" gelak Geun-moon.
"Ya masa mereka mau pergi, istri nggak ditinggalkan uang?" seringai Freya. "Tidak ada jatah sebulan biarpun Haris pelukable dan boingable sih..."
"Freyaaa!"
***
Bis Para Pria Paripurna
Benji hanya menatap manyun ke semua kakak sepupunya yang pada sibuk sendiri. Ada yang mengobrol, ada yang main ponsel atau iPad, ada yang tidur dan hingga detik ini dirinya tidak tahu mau dibawa kemana.
"Kenapa Ben?" tanya Taufan, suami Natasha Neville.
"Sebenarnya kita mau kemana sih Fan?"
"Aku sendiri tidak tahu" kekeh Taufan. "Ikut saja lah!"
"Iyalah. Sesama manten anyar harus saling mendukung" senyum Benji. Taufan dan Natasha menikah secara sederhana di Manchester sebulan sebelum Benji.
Keduanya mengobrol sebentar tapi akhirnya kantuk melanda dan mereka pun terlelap.
***
Lounge Hotel Ritz-Carlton New York
Para wanita cantik-cantik itu tampak asyik mengobrol berbagai macam hal, mulai dari anak, suami hingga kehidupan sehari-hari yang menurut Geun-moon sangat kacau.
"Jadi kalian itu sebenarnya sangat mendukung para suami untuk menculik suamiku?" gelak Geun-moon.
"Sayang, mau kita larang pun mereka tetap mengeyel. Lagipula kita sedikit aman karena mereka tidak berada di Dubai karena sudah pasti bakalan balapan seperti jamannya empat Emir" jawab Gandari.
"Alea, gimana rasanya menikah dengan Chris? Aku rasa kalian itu pasangan paling kalem. Beda sama the Bianchis, O'Grady dan Reeves" gelak Mariana.
"Lha mau gimana Rin, sudah hapal!" kekeh Mariana.
Alea yang ditanya hanya memerah wajahnya.
"Eh Dhit, tapi kamu tuh badass deh. Main tembak tanpa beban" celetuk Fayza.
"Mbak Fayza ah. Aku kan hanya melindungi mas David" senyum Anandhita, istri David Satrio.
"Memang para suami kita pada kemana sih ?" tanya Geun-moon penasaran. "Nggak ke tempat aneh-aneh kan?"
"Kalau kamu mengira pergi ke klub atau tempat aneh-aneh lainnya, sudah pasti tidak. Tapi kali ini mereka ke tempat yang jarang mereka datangi" senyum Arimbi.
"Memang kemana?"
"Maine."
***
Bis Para Pria Paripurna
Setelah menempuh perjalanan hampir delapan jam, bis yang membawa para pria itu tiba di sebuah villa yang sudah dibooking oleh para sepupu Benji.
Mereka masuk ke dalam villa dan menikmati acara minum kopi dan teh serta makanan yang sudah disiapkan. Benji hanya menatap ke semua kakaknya.
"Ke Maine? Kita ke Maine? Mau ngapain?" tanya Benji kesal jauh sekali perginya.
"Hiking lah ke Cadillac Mountain lihat sunrise. Sekali-kali kita melakukan hal yang berbeda Ben" ucap Joey.
"Sudah terisi semua amunisinya? Yuk kita mulai jalan!" ajak Luca. "Olahraga dikit yuk."
Para pria dengan berbekal senter dan bekal yang sudah disiapkan pun mulai berjalan menuju lokasi sunrise di Cadillac Mountain. Joey bertemu dengan seorang Park Ranger yang menjelaskan kepada para pria itu tentang Cadillac Mountain yang terdapat di Acadia National Park, Maine.
Udara segar apalagi di musim panas yang tidak terlalu dingin, membuat para pria itu menikmati acara hikingnya. Sejujurnya, Benji menyukai acara penculikan ini karena dirinya memang membutuhkan refreshing di alam terbuka dengan pemandangan indah setelah lebih sering di depan layar monitor.
"Udaranya enak dan fresh!" ucap Bagas yang baru kali ini kemari.
"Aku baru pertama kemari" celetuk David. "Dan sangat berbeda dengan di Indonesia."
Para generasi kelima itu tiba di sebuah tempat yang menurut Park Ranger adalah spot terbaik untuk menyaksikan sunrise. Mereka menunggu sambil menikmati sandwich dan minuman kopi. Benji dan para sepupunya sudah mempersiapkan kamera ponsel dan kamera DSLR.
Tak berapa lama langit pun menjadi memerah ketika di matahari terbit dari ufuk timur membuat semua orang menahan nafas mengagumi keindahan alam ciptaan Tuhan.
"Masyaallah..." ucap mereka semua sambil terus mengambil gambar - gambar indah.
Sunrise at Cadillac Mountain Acadia National Park
Benji pun mengirimkan foto pemandangan itu ke Geun-moon.
Too bad you weren't here with me. But I promise, I will bring you in here so we can enjoy sunrise and sunset together.
Love you and miss you GM.
Benji
GM
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Sorry belum unboxing soalnya aku mau kasih sisi penggagalan unboxing yang berbeda. Nanti aku kasih proses unboxing nya.
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️