
New York USA
Alaric pagi ini sudah tiba di apartemen Nura untuk mengantarkan ke Bellevue. Gadis itu tampak sudah siap saat membuka pintu apartemennya.
"Pagi cantik. Ayo, aku antar" sapa Alaric sambil mencium kening Nura.
"Pagi Al-al. Yuk berangkat. Oh iya, aku membuatkan bekal untukmu" ucap Nura sambil memperlihatkan tas berisikan kotak makanan. "Kata Tante Thara, kamu paling suka kimbab jadi aku buatkan tadi pagi."
Alaric mencium pucuk kepala Nura. "Duh calon istrinya Al-al. Benar - benar wanita idaman."
Nura menepuk bahu Alaric sambil tersenyum manis.
"Benben, kamu itu miliknya Al-al dan Al-al milik Benben. Jadi nanti kalau kita bersama, aku mau dibuatkan bekal seperti ini setiap pagi karena aku bisa merasakan bagaimana rasa cintamu padaku dari masakanmu."
Nura melongo. "Alaric Al Azzam Blair! Darimana kamu belajar merayu seperti itu?"
"Heeeeiii, memangnya kenapa aku kalau merayu seperti itu?" Alaric menatap tidak suka rayuannya dianggap gombal mukiyo.
Nura tertawa dan kini mereka sudah tiba di mobil BMW yang dipinjam dari Joey.
"Aku hanya terkejut kamu bisa merangkai kata-kata seperti itu, Al-al" senyum Nura ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
Alaric masih cemberut. Nura pun tahu kalau si bontot Gedhe Ambek ini bakalan lama mutungnya.
Gadis itu memberanikan diri mencium pipi tunangannya meskipun ini pertama kalinya dirinya mencium pipi seorang pria.
"Jangan ngambek, Alaric. Nanti gantengnya hilang lho" goda Nura.
Alaric menoleh ke arah Nura yang menatapnya dengan mata jenaka. "Aku suka ngambek!"
"Kenapa?" tanya Nura bingung.
"Karena pasti akan dicium kamu" cengir Alaric.
Astaghfirullah! Dasar bontot!
***
AJ Corp Manhattan
Alea menatap sebal ke sepupunya Faranisa yang datang dengan wajah sumringah. Meskipun Alea lebih muda setahun tapi soal pola pikir terkadang lebih dewasa dirinya dibandingkan Faranisa.
Faranisa adalah putri Fuji Al Jordan kakak kandung Keia Al Jordan. Faranisa dan Alea adalah cucu Mamoru Al Jordan dan masih sepupu kandung dengan Enzo Al Jordan dan Ayrton Al Jordan Schumacher.
"Apa?" pendelik Alea sebal.
"Patrick minta maaf membuat mu kesal" senyum Faranisa mewakili tunangannya, Patrick Rogers.
"Kenapa bukan temannya Spongebob yang kesini sendiri? Mana bocahnya? Njelehi tahu nggak ! Aku sudah capek-capek desain malah dicoretin!" omel Alea.
"Iya, aku minta maaf Alea" suara Patrick terdengar sambil membuka pintu ruang kerja calon adik iparnya.
"Halah! Mas Patrick sukanya gitu!" cebik Alea sebal.
Patrick tertawa. "Kamu tuh lucu deh Alea. Kamu kalau urusan pekerjaan bisa ramai dan berani, tapi kalau diluar itu langsung mengkeret macam landak tapi berduri."
Alea melongo. "Landak? Landak?"
"Lho mirip kok!" Patrick lalu memperlihatkan gambar landak lucu.
"Mirip kan?" kekeh putra senator itu.
Alea menatap kesal ke pria itu. "Mas Patrick njelehiii!"
Faranisa tertawa terbahak-bahak melihat interaksi tunangan dan adiknya yang tidak pernah akur semenjak Patrick meminta Alea mendesain ulang ruang kerjanya.
"Fara, kayaknya adikmu itu harus punya pacar deh biar tidak jadi landak" kerling Patrick ke Faranisa.
Alea hanya cemberut.
***
NYPD Midtown Precinct South Manhattan
Chris baru saja menyelesaikan shift malamnya namun dirinya masih ingin menyalurkan energinya dengan bermain basket bersama dengan rekan-rekannya. Pria itu masih terbawa adrenalin semalam mengejar tersangka pencuri mobil dekat Central Park.
"Assalamualaikum Umi" sapa Chris.
"Wa'alaikum salam. Kamu nggak pulang nak?" tanya Aminah yang menelpon Chris.
"Masih bermain basket Umi. Ada apa?"
"Tadi Umi bertemu dengan Anya, tetangga kita. Dan katanya kamu bertukar nomor dengan seorang gadis cantik. Siapa dia Chris?"
Dasar Anya mulut ember! - batin Chris.
"Oh kenalan aku Umi" jawab Chris.
"Siapa namanya?"
"Alea."
"Nama yang cantik. Siapa nama keluarganya?" tanya Aminah antusias.
"Hamilton."
Terdengar keheningan dari seberang dan Chris menunggu.
"Chris, Umi harap bukan Hamilton yang itu kan?" Chris tahu siapa yang dimaksud oleh Aminah, keluarga Hamilton, billionaire keluarga tertua di New York dan Amerika Serikat.
"Unfortunately, yeah. Alea adalah putri Ezra Hamilton dan Keia Al Jordan."
"Ya ampun Chris! Kamu itu!! Cari gadis yang biasa saja kenapa?" suara Aminah terdengar panik.
"Umi, aku hanya kenalan dengannya. Kakaknya adalah dokter di Bellevue dan aku kenal baik dengan dokter Bianchi jadi belum..."
"Chris, dia bukan gadis biasa."
"I know Umi. Kami hanya berteman."
"Just be careful, Chris. Kita dari kalangan biasa, beda dunia."
Andaikan Umi tahu bahwa mereka juga bukan keluarga Sultan yang sombong.
***
Chris mencoba menelpon Alea untuk mengajaknya makan siang setelah dia mandi dan rapi serta wangi.
"Assalamualaikum" sapa Alea ramah.
"Wa'alaikum salam. Alea?"
"Ya, Chris?"
"Bolehkah aku mengajak kamu makan siang?" tanya Chris penuh harap. Diterima sukur, nggak ya bisa aku coba lagi.
"Dimana?"
"Di Café dekat gedung AJ Corp bagaimana? Toh dekat dari kantormu." Chris menunggu jawaban gadis belia itu. Ya Allah, dia belum 20 tahun, Chris.
"Oke. Aku tunggu disana sebab aku lebih dekat."
Hati Chris bersorak. "Baik, aku akan kesana sekarang." Chris melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 11 siang.
"Oke Chris."
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Besok lanjut lagi Gaeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️