
Zinnia langsung sumringah melihat dua ekor kucing milik Oma Fatimah muncul, Rag the ragdoll dan Karupin the Himalayan. Kedua kucing yang selalu ikut Omanya kemana-mana ditambah anjing Pomeranian milik Oma Tamara, semakin membuat gadis cilik itu senang.
Karupin The Himalayan
Chibi the Pomeranian
Rag the ragdoll
Melihat Zinnia duduk dengan santainya sambil bermain bersama kucing dan anjing imut itu, membuat Mariana tersenyum lega karena dia takut mengalami jetlag.
"Kenapa Mariana?" tanya Tamara.
"Nggak Oma, saya takut Zee rewel karena baru kali ini pergi jauh jadi jetlag."
"Kalau sudah ketemu dengan trio kuntet itu, nggak bakalan jetlag. Apalagi Zee suka binatang kan?" senyum Fatimah.
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikum salam" balas semua orang disana. Tampak sepasang suami istri datang mengenakan baju resmi Emir dan gamis sambil tersenyum.
"Alhamdulillah sampai juga ya Ay'" ucap wanita yang mengenakan kerudung emas dipadu dengan gamis hijau Jamrud.
"Alhamdulillah. May, Zee... sini aku perkenalkan. Ini Oom Reyhan Al Jordan dan Tante Paradina atau biasa dipanggil Tante Dina." Ayrton menggandeng Mariana. "Ayo Zee, ketemu dengan Opa Reyhan dan Oma Dina."
"Wah, Zee punya banyak Opa dan Oma disini" celetuk gadis cilik itu membuat semua orang tersenyum. Mariana dan Zee saling mencium punggung tangan Reyhan dan Paradina.
"Capek Mar?" tanya Dina.
"Lumayan Tante" senyum Mariana.
"Kenapa tidak pada istirahat dulu di kamar?" tanya Reyhan.
"Biasa, Mariana masih ngobrol dengan kita-kita" ucap Fatimah. "Lagipula sebentar lagi makan siang baru Mariana dan Zee bisa istirahat."
"Bagaimana para penduduk dusun Al Shiba, Rey?" tanya Senna. Awal Desember ini semua penduduk dusun Al Shiba sudah pindah semua ke lokasi dusun yang baru dan memang masih tetap menggunakan nama dusun yang sama hanya pindah daerah teritorial.
"Alhamdulillah sudah nyaman semua karena memang layout tidak terlalu banyak berubah hanya lebih baik dari kemarin" jawab Reyhan.
"Direndra disana Oom?" tanya Ayrton.
"Iya disana bersama Alaric. Mereka juga memastikan bahwa tidak ada penduduk yang kedinginan di musim dingin ini apalagi kan udaranya semakin dingin meskipun tidak ada salju disini."
"Kamu berapa lama di Dubai, Mar?" tanya Tamara.
"Lama Oma" senyum Mariana.
"Memangnya kamu boleh cuti lama?" tanya Fatimah bingung.
"Boleh Oma sebab saya dipindahkan ke Carolina Herrera Dubai per 25 Desember besok" jawab Mariana tenang.
Semua orang disana melongo terutama Ayrton.
"Benarkah?" bisik Ayrton sumringah.
Mariana mengangguk. "Surprise?"
"Buanget!"
***
Acara makan siang di istana Al Jordan menjadi semarak ketika Zinnia heboh menanyakan banyaknya makanan yang ada. Senna dan Fatimah dengan sabar menerangkan pada Zinnia yang baru pertamanya makan kofta dan dolma.
"House of Carolina Herrera nya dimana kamu ditempatkan Mar?" tanya Paradina.
"Di crescent Drive. Dimana itu ya Tante?"
"Tentu saja besok aku akan mengantarmu, May." Ayrton tersenyum ke Mariana yang duduk di sebelahnya.
***
Istana Al Azzam
Alaric dan Direndra hanya tersenyum melihat pemberitaan tentang Ayrton yang ramai dibicarakan karena sudah memiliki anak sebelum menikah. Bahkan mereka membuat cerita, Ayrton menikah diam-diam karena istrinya adalah orang biasa.
"Paling besok Opa Senna mengadakan jumpa pers" gumam Alaric.
"Habis gimana ya, kemarin kan isinya juga pemberitaan aku dan Raana, lalu Enzo yang digosipkan bersama dengan seorang model, kamu dengan seorang gadis berambut hitam panjang padahal itu Anandhita..." kekeh Direndra. "Dimana - mana kita memang dianggap pesohor."
"Semoga tidak ada yang mengejar Benben ya mas. Aku tidak kebayang kalau Benben lagi berangkat praktek, dikejar paparazi."
"Nura gimana kabarnya dik?" tanya Direndra. Jujur semenjak dirinya resmi berpacaran dengan Raana dan Alaric berpacaran dengan Nura, pria itu jarang menanyakan sahabatnya meskipun Alaric tahu kakaknya tidak ada perasaan apa-apa dengan kekasihnya.
"Makin durjana tuh Oom Fuji sama Bang Joey" sungut Alaric manyun yang membuat Direndra terbahak.
"Dik, Nura memang sudah memilih menjadi dokter bedah dan dia dibawah bimbingan dua dokter terbaik jadi kamu jangan manyun begitu. Harusnya kamu bangga karena sebenarnya banyak yang ingin menjadi anak bimbing dua dokter itu."
"Iya sih mas tapi kan kasihan Benben hampir tidak ada libur panjang. Aku kan juga kangen."
"Kenapa kamu tidak pergi ke New York?"
Alaric menatap melas ke kakaknya. "Dilarang bang Joey."
"Kenapa?"
"Nanti aku rusuh disana terus mengganggu studinya Benben."
Direndra semakin terbahak. "Kamu kan memang bontot rusuh dik."
Alaric semakin manyun.
***
AJ Corp Company Building
Senna Al Jordan, Karl Schumacher dan Ayrton Al Jordan Schumacher akhirnya melakukan jumpa pers setelah seminggu ini Ayrton dan Mariana diikuti oleh para paparazi hingga semua tahu kalau Mariana adalah desainer Carolina Herrera.
Akibat ketidaknyamanan Ayrton mendengar gosip miring tentang dirinya dan Mariana bahkan berimbas dengan Zinnia yang hendak pindah sekolah ke Dubai, membuat Opanya Senna dan Daddynya Karl, memutuskan untuk melakukan jumpa pers.
Senna tidak mau Zinnia menjadi omongan jelek di muka publik yang bisa berimbas dengan kondisi psikologis nya.
Kini tiga orang berbeda generasi dengan didampingi asisten masing-masing menghadapi pertanyaan para pemburu berita.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh" salam Senna sebelum memulai jumpa pers.
"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh" balas semua orang di ruang pertemuan.
"Baik dengan tidak basa basi lagi. Saya, Senna Al Jordan selaku CEO AJ Corp yang juga Emir Al Jordan, kakek dari Ayrton Al Jordan Schumacher akan memberikan pernyataan. Memang benar cucu saya, Ayrton memiliki hubungan khusus dengan nona Mariana Danika Hadiyanto, seorang desainer yang bekerja di rumah mode Carolina Herrera.
Keduanya sendiri akan segera melakukan pernikahan secepatnya. Pertanyaan anda tentang putri Mariana, dia adalah putri dari kakak Mariana yang sudah meninggal jadi bukan anak haram seperti yang anda gosipkan selama ini. Astaghfirullah, Zinnia baru mau lima tahun tapi anda semua sudah membuat berita miring tentang gadis cilik itu! Mulai sekarang barang siapa yang berani mengusik cicit saya, harus berhadapan dengan keluarga Al Jordan!" suara Senna terdengar sangat keras dan penuh amarah. Karl langsung mengelus papa mertuanya.
"Mariana dan Saya memang sudah merencanakan mengadopsi Zinnia Hadiyanto resmi menjadi anak kami, dan dia berhak memakai nama Al Jordan Schumacher di belakangnya. Seperti yang Opa saya katakan, kalian tidak berhak mengatakan atau memberi label Zinnia dengan sebutan apapun! For God's sake! Sebelum anda mengatai seseorang, coba anda tempatkan ke diri anda sendiri! Mau tidak anda disebut anak haram? Tentu anda yang dewasa ini tidak mau kan? Apalagi anak kecil yang tidak tahu apa-apa!" Ayrton menatap tajam ke arah semua orang termasuk kamera yang menyorotnya.
"Saya minta anda-anda semua menghargai privacy kehidupan keluarga kami dan inti dari jumpa pers kami adakan adalah Ayrton akan segera menikah dengan Mariana tahun depan dan Zinnia menjadi anak mereka secara resmi." Karl menutup acara jumpa pers itu dengan nada tenang. Papa Senna dan Ayrton sama-sama panasan kalau tidak di rem bisa bahaya.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Maaf agak terlambat karena ada urusan di dunia nyata
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️