
AJ Corp Building Manhattan New York
Alea masih asyik mendesain rumah milik salah satu klien AJ Corp ketika asistennya mengatakan bahwa ada seorang officer NYPD ingin bertemu dengannya. Alea melirik jam di dinding yang menunjukkan pukul lima sore. Apakah Chris sudah selesai jam tugasnya? Alea pun meminta agar asistennya mengantarkan officer itu naik ke ruangannya.
Tak berapa lama suara ketukan terdengar dan asistennya membukakan pintu ruang kerja Alea.
"Miss Hamilton, officer Bradford."
"Terima kasih. Masuk Chris" ucap Alea yang masih berkutat dengan iMac nya.
Chris tersenyum saat melihat Alea yang masih mode serius.
"Assalamualaikum" sapa Chris.
"Wa'alaikum salam. Duduk dulu, Chris. Aku masih menyelesaikan pekerjaan ku sebentar, sedikit lagi."
"Santai saja, Lea" jawab Chris sembari duduk di kursi depan meja Alea.
"Kamu sudah selesai bertugas?" tanya Alea tanpa mengalihkan matanya dari layar monitor.
"Sudah."
"Ada apa kemari, Chris?"
"Hanya ingin memeriksa dirimu."
Alea menoleh dan mengerenyitkan alisnya. "Memeriksa diriku? Apakah kamu sudah menjadi dokter, Chris?" tawa Alea.
Chris tersenyum. "Apakah paparazi pada mengejar dirimu?"
"Yup dan sudah diurus Daddy. Kamu tenang saja" balas Alea.
"Alea.. Eh ada Chris." Keia Al Jordan Hamilton sudah berdiri di ruang kerja putrinya.
"Mrs Hamilton" sapa Chris sambil mengangguk hormat.
"Mommy pulang bareng kamu ya, Al" pinta Keia.
"Lho kok nggak pulang bareng Daddy?" Alea menatap mommynya bingung.
"Mommy lagi jotakan!" sungut Keia manyun.
Alea melongo sedangkan Chris tidak paham apa yang dibicarakan oleh Keia karena memakai bahasa Indonesia.
"Alamat Daddy manyun kuadrat deh!" kekeh Alea.
***
Chris mengantarkan Alea dan Keia ke parkiran lalu menunggu ibu dan anak itu pergi meninggalkan gedung AJ Corp baru dia menuju motornya. Chris memutuskan untuk pulang ke rumahnya karena Aminah tadi sudah memberitahukan memasak makanan kesukaannya.
Tidak lama, pria itu pun tiba di rumah Aminah di dekat Brooklyn. Sudah seminggu ini Aminah dan Chris pindahan dari lower Manhattan ke area Brooklyn. Chris berhasil membelikan rumah untuk Aminah agar ibu angkatnya itu tidak kelelahan naik turun tangga apartemen.
Rumah dengan tiga kamar tidur dan dua kamar mandi itu berada di lingkungan yang aman membuat Chris tenang meninggalkan Aminah disana apalagi tetangga baru mereka juga kebanyakan teman-teman Chris di NYPD.
"Assalamualaikum" sapa Chris saat masuk ke dalam rumah. Harum masakan membuat perutnya lapar dan segera dia menuju kamarnya di lantai dua untuk meletakkan atributnya dan berganti pakaian.
"Wa'alaikum salam. Chris! Udah pulang?" teriak Aminah dari dapur.
Chris bergegas turun dan menyapa Aminah dengan mencium pipi ibu angkatnya. "Sudah dong Umi. Masak apa ini?"
"Nasi kebuli pakai kambing. Cuci tangan dulu sana, kita makan bersama" senyum Aminah. Chris menuruti perintah ibu angkatnya yang membuat Aminah teringat almarhum anak lelakinya yang sudah meninggal.
Keduanya kini menikmati acara makan malam dan Aminah pun bertanya soal pekerjaan Chris hari ini.
"Apa hari ini ada kejadian berbeda?" tanya Aminah.
"Aku dikejar - kejar paparazi" jawab Chris santai.
"Astaghfirullah! Apa gara-gara nona Hamilton?" tanya Aminah yang merasa tidak nyaman putra angkatnya menjadi selebriti dadakan.
"Jangan salahkan Alea, Umi. Ayah Alea juga tidak suka anaknya viral" senyum Chris.
"Iya, Umi juga lihat bagaimana marahnya Mr Hamilton saat jumpa pers tadi."
Chris mengangguk.
"Apakah Alea seperti halnya anak orang kaya lainnya Chris?"
"Maksud Umi?"
"Mr Hamilton seperti halnya para ayah yang lain, Umi, sangat menyayangi Alea. Kalau Mrs Hamilton, dia sangat ramah dan baik. Sepertinya Mr Hamilton paling takut dengan istrinya" kekeh Chris. "Alea adalah gadis yang baik Umi, bukan seperti gadis anak orang kaya lainnya. Kapan-kapan aku bawa kemari Umi, biar Umi bisa menilai sendiri."
"Bagaimana Sabtu besok?"
Chris menggelengkan kepalanya. "Maaf Umi, Alea harus pergi ke Dubai Minggu ini karena kakak sepupunya menikah disana."
"Dubai?"
"Iya Umi. Kakak sepupunya adalah salah satu Emir di Dubai."
Aminah semakin tidak nyaman mendengar bagaimana kayanya keluarga besar Alea.
***
Hampton New York
"Keia... Janganlah buat aku tidur di ruang kerja sebulan dong..." rayu Ezra dengan wajah memelas. Kini ketiga anggota keluarga Hamilton sedang makan malam di ruang makan.
"Kalau kamu nggak julid, baru boleh tidur di kamar kita tapi kalau kamu masih julid soal Chris, wassalam sebulan di luar!" ancam Keia judes.
Alea yang melihat keributan kedua orang tuanya hanya tersenyum tipis. Kedua orangtuanya jarang bertengkar yang heboh hanya keributan seperti ini. Dan Alea bersyukur dilahirkan di keluarga harmonis meskipun sering overload lebaynya.
"Tapi di Dubai nanti kita barengan kan Kei?" Ezra menatap Keia sambil mengerjap-ngerjap merayu.
"Selama kamu masih julid, aku tidur dengan Alea."
Ezra pun semakin manyun. Iiissshhh! Gara-gara bocah bernama Chris, kelangsungan asah si otong terancam ini! Awas anak itu!
***
Istana Al Jordan Dubai UAE
Hari Selasa ini Enzo sudah tiba di kediaman keluarganya di Dubai setelah menyelesaikan balapan di Silverstone yang sayangnya Enzo hanya juara dua, kalah dari pembalap McLaren.
Tentu saja Enzo manyun karena jarak poin nya semakin dekat dan dia harus bisa juara balapan dua Minggu lagi di Catalunya.
"Oom Enzooo!" teriak Zinnia ketika melihat Oomnya datang dan langsung menghambur memeluknya.
"Apa kabar Zee?" sapanya sambil menggendong bocah cilik cantik itu.
"Zee baik. Opa dan Oma baik, Mama papa baik, raggy, karupin sama chibi baik" celoteh Zinnia dengan mimik wajah menggemaskan.
"Kok nggak sekolah Zee?" tanya Enzo bingung keponakannya masih di rumah jam sembilan pagi ini.
"Zee kena radang sedikit, Zo. Makanya ijin dulu nggak masuk dua hari" sahut Mariana yang terpaksa cuti sehari demi menemani putrinya.
"Kebanyakan minum es tuh!" omel Enzo sambil menowel hidung Zinnia yang cekikikan.
"Habis sama Oma Tamara kemarin buat gelato jadinya makan banyak-banyak" cengir Zinnia.
"Makanya kalau dikasih tahu mama itu manut" sahut Mariana.
"Tapi dokter Ghauth sudah periksa kan mbak?" tanya Enzo ke kakak iparnya.
"Sudah, makanya dapat surat ijin dua hari."
Kini ketiganya masuk ke ruang tengah dimana Senna, Fatimah, Kai dan Tamara disana.
"Eh anak Lanang pulang. Sayang ya juara dua" senyum Kai.
"Iya nih Opa, poinnku tidak sempurna tiga balapan berturut turut" jawab Enzo sambil duduk di sofa besar bersama dengan keluarganya.
"Zee, kasihan tuh Oom Enzo keberatan gendong kamu" kekeh Tamara melihat Zinnia dengan nyamannya meletakkan kepalanya di ceruk leher Oomnya.
"Ngantuk kayaknya Oma. Habis minum obat kah?" tanya Enzo
"Iya tadi habis minum obat" jawab Mariana.
"Oh iya Zo. Katanya kamu tidur di hotel milik Georgina Kazuo. Apa dia cantik?" goda Senna.
"Haaaaahhh?" Enzo menatap Opanya dengan wajah terkejut. "Kok bawa-bawa Georgi?"
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️