The Four Emirs

The Four Emirs
Ke Hampton



Hampton New York.



Mobil yang dikendarai Joey tiba di sebuah rumah khas Amerika kawasan Hampton, area tempat para orang kaya tinggal. Rumah milik keluarga Hamilton termasuk yang paling sederhana bentuknya dibandingkan dengan sekelilingnya. Meskipun sederhana dari luar, jika sudah masuk ke dalamnya, tentu saja berbeda suasana.


Kesan mahal dan mewah sangat terasa di dalam dengan berbagai macam perabot dan perlengkapan lainnya yang sophisticated. Ezra dan Keia memang terlahir dari keluarga kaya raya, terbiasa memiliki barang mewah dari kecil namun tidak membuat keduanya menjadi sombong. Didikan keluarga Al Jordan membuat Keia menjadi wanita yang hidupnya santuy bukan maniak barang mewah.


Awalnya Ezra seperti halnya anak orang kaya pada umumnya tapi setelah bersama dengan Keia yang santuy, bar-bar dan nyeleneh, membuatnya berubah bahkan ikut selengean seperti sepupu istrinya.


Keempatnya pun masuk ke dalam rumah itu dan tampak Keia menyambut putri dan keponakannya.


"Lha anak Dubai kok ke New York?" goda Keia.


"Ngecek calon istri" jawab Alaric cuek sambil mencium pipi Keia.


Keia terbahak sambil mengeplak bahu keponakannya. "Benazir atau Nura nih enaknya Tante manggil" tanya Keia ke Nura.


"Nura saja Tante. Benazir nama panggilan di rumah sakit" senyum Nura sambil mencium punggung tangan Keia.


Alea lalu memeluk mommynya.


"Ayo masuk di ruang tengah saja. Tante sudah menyiapkan banyak camilan sambil menunggu jam makan malam." Keia pun berjalan sambil dirangkul Alea.


Di ruang tengah, Keia bertanya soal persiapan pernikahan Direndra dan Raana. Alaric hanya tahu bahwa kakaknya itu lebih memilih style klan Pratomo yang tidak mau ribet.


"Cuma kan mas Rendra anak sulung, pewaris gelar Emir Al Azzam jadi mau tidak mau ada adat Arab yang dipakai" ucap Alaric.


"Terus kamu sendiri mau kapan sama Nura?" tanya Keia.


"Habis Benben lulus Tante."


"Lho Oom Ezra kemana, Tan?" tanya Joey.


"Ada pertemuan keluarga Hamilton, internal jadi Tante tidak ikut."


"Apa kasus dengan Rochester yang masih berlanjut?" kekeh Joey. Keluarga Hamilton memang berseteru lama dengan keluarga Rochester bahkan keluarga Rochester nyaris menyenggol keluarga McCloud. ( Baca My Cold Chef Bonchap Family Feud ).


"Kayaknya nggak deh Joey, ini urusan internal bisnis Hamilton jadi Al Jordan tidak ikutan" senyum Keia. "Ohya tadi kemana selain jemput Alaric?"


"Bertemu dengan teman aku, Tante. Namanya Chris Bradford di Manhattan" jawab Joey.


"Siapa itu Chris Bradford?" tanya Keia.


"Anggota polisi NYPD yang biasa ketemu aku di rumah sakit. Dia ingin berkenalan dengan Alea" jawab Joey apa adanya.


"Apakah dia tampan?" kerling Keia ke Alea yang menunduk dengan wajah memerah. "Lea, sama bang Joey n bang Al cakep siapa?"


"Mom..." cicit Alea.


"Oh sama Daddy cakep mana?" goda Keia ke putri satu-satunya yang memang dikenal pemalu dan introvert.


"Lha kalau Oom Ezra kan sudah tua, Tante" celetuk Alaric yang langsung kena lempar bantal oleh Keia.


"Enak saja! Oom Ezra masih kuat tahu!" ujar Keia yang membuat Joey terbahak.


"Duh Tante nih!" gelak Joey dan senyuman Nura. "Masih ada yang jomblo, Tante sama harus bersabar untuk diasah."


"Kamu juga sama saja, J! Nggak ada filter!" sungut Keia.


"Kan Tante sudah tahu kalau Keluarga Bianchi terkenal slengeannya?"


"Maaf, nyonya. Makan malam sudah siap" seorang pelayan menginterupsi kerusuhan di ruang tengah.


"Yuk kita makan malam dulu. Oom Ezra paling sudah makan di kediaman Hamilton di Upper West" ajak Keia.


***


Joey dan Alaric mengantarkan Nura ke apartemennya setelah acara makan malam bersama dengan Keia dan Alea. Malam ini Alaric akan menginap di kediaman Joey area Battery Park Lower Manhattan.


Alea sendiri tadi bercerita tentang pertemuannya dengan Chris ke sang mommy Keia agar tidak terjadi salah paham. Apalagi dirinya bukan tipe cewek yang mau maju duluan berkenalan dengan lawan jenis di luar pekerjaan.


"Jadi Joey mengenalkan kalian karena Chris mencari calon istri yang seiman?" Keia menatap putrinya.


"Iya mom dan aku pikir tidak ada salahnya aku mulai membuka diri."


"Lagipula kalau abangmu bilang dia orang baik, kemungkinan besar memang iya. Mom yakin pasti Joey tidak akan sembarangan mengenalkan seseorang jika dia tidak kenal."


"Mommy tidak melarang kamu berteman dengan siapa saja, Lea tapi jika memang kamu ada jodoh, jangan ditolak. Nanti biar mommy minta tolong Oom Bryan screening Chris, supaya ayem lah."


"Mooommm... bukannya tadi aku bilang aku belum memikirkan rumah tangga."


"Alea sayang, memangnya kalau jodoh kamu sudah nongol, bakalan kamu tolak? Yang namanya jodoh itu nongolnya tidak terduga. Contoh mommy dan Daddy. Mommy sempat tunangan, Daddy mu ditolak Tante Danisha dan kita ketemu di bandara langsung klik. Bisa dibilang jodohnya mommy itu muter-muter dulu macam gasingan. Mungkin Chris jodoh kamu, mungkin juga tidak tapi mommy senang kamu mau berteman dengan orang di luar cycle keluarga meskipun kenalannya Joey."


Alea hanya terdiam mendengar ucapan Keia.


***


Alea masuk ke dalam kamarnya yang berada di lantai dua dan segera membuka pintu besar yang menuju balkon. Udara di musim semi ini sangat refreshing dengan harum bunga semerbak apalagi sang mommy penggemar berat bunga. Kakak sepupunya, Rama McCloud, sering membantu mommynya untuk menata taman belakang.



Mas Rama memang pecinta tanaman jadi cocok dengan mommy.


Suara notifikasi ponselnya membuat Alea menoleh ke arah nakas dan mengambilnya. Tampak tulisan Chris Bradford di layar ponselnya.


Alea pun membuka pesan yang dikirimkan.


📩 Chris Bradford : Assalamualaikum miss Hamilton. Sudah sampai rumah?


Alea tersenyum. Miss Hamilton? Memangnya aku lagi di kantor apa?


📩 Alea Hamilton : Wa'alaikum salam. Panggil Alea saja sebab kita tidak sedang di kantor kan?


📩 Chris Bradford : Oke ... Alea.


Wajah Alea sedikit memerah.


📩 Chris Bradford : Sudah sampai rumah?


📩 Alea Hamilton : Sudah. Kamu?


📩 Chris Bradford : Masih di Downtown mau patroli sebentar lagi tapi partnerku masih di kamar mandi.


📩 Alea Hamilton : Apakah berbahaya patroli malam - malam begini?


📩 Chris Bradford : Resiko pekerjaan Alea. Oh aku berhasil mencari tahu soal Opamu, Ghani Giandra dan Raymond Ruiz. Mereka kapten terkenal di Manhattan dan Brooklyn.


📩 Alea Hamilton : Iya, pangkat terakhir memang Kapten setahu aku.


Tiba-tiba ponsel Alea berdering menjadi panggilan suara dan dengan gugup gadis itu menerimanya.


"A... Assalamualaikum..." sapa Alea.


"Wa'alaikum salam. Maaf jempol aku capek" kekeh Chris yang membuat Alea tersenyum. "Belum tidur Alea?"


"Be...belum. Kamu belum... patroli?" tanya aalea pelan.


"Sebentar..." suara Chris menghilang ketika terjadi ramai - ramai di background suara ponselnya. "Maaf Alea, aku harus pergi. Tugas memanggil. Nanti aku telpon lagi."


"I..iya. Hati-hati" ucap Alea.


"Terimakasih Alea." Chris pun mematikan panggilannya.


Alea menatap layar ponselnya yang sudah menggelap sambil menepuk dadanya pelan.


Ya Allah... jantungku.



Bonus Babang Chris


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️